• Nasionalisme Gerindra Membajak Demokrasi

    JAKARTA- Andaikan Prabowo Subianto terpilih menjadi presiden dalam Pemilu 2014 dinamisme tafsir agama dan keberagaman kepercayaan akan menjadi musuh pemerintah. Atas nama nasionalisme Gerindra hendak membajak demokrasi Demikian Gerakan Kebhinnekaan untuk Pemilu Berkualitas (GKPB) dalam rilis yang diterima bergelora.com, di Jakarta, Rabu (30/4)

    Pakar Komunikasi Universitas Indonesia dan Konsorsium Belajar Islam, Ade Armando, mempertanyakan bagaimana dengan tradisi Nahdlatul Ulama (NU) dan kelompok-kelompok tarekat atau sufi yang paham dan praktik keagamaannya dianggap tidak lagi murni dari Islam “Arab Saudi”, karena berbaur dengan tradisi Nusantara dan kepercayaan-kepercayaan leluhur sebelum Islam masuk?

    Read more
  • Uang Kendalikan Demokrasi Kita!

    P
    emilu legislatif kali ini semakin mencerminkan demokrasi liberal yang sesungguhnya. Kompetisi politik adalah bentuknya,-- dan uang adalah substansinya. Sudah pasti hanya yang bermodal besar yang bisa memenangkan kursi dan duduk di parlemen.

    Kapling kekuasaan dibagi sesuai kekuatan modal. Politisi yang berlatar belakang pengusaha dan pejabat tingkat propinsi dan nasional masuk di DPR dan DPD pusat. Sedangkan politisi dengan latar belakang pengusaha dan pejabat kota, kabupaten dan lebih rendah lagi menguasai DPRD Propinsi dan Kabupaten/kota. Politisi partai dan kaum aktivis juga demikian. Kecil kemungkinan mereka bisa mendapatkan kursi parlemen tanpa didukung pemodal dibelakangnya.

    Read more