Ekonomi
Presiden Jokowi didampingi sejumlah pejabat menekan tombol sirene tanda peresmian Pelabuhan Sambas, di Sibolga, Sumut, Minggu (17/3) pagi. (Ist)

SIBOLGA- Usai penataan dan pengembangan Pelabuhan Sambas, di Sibolga, Sumatera Utara (Sumut), pemerintah akan melengkapinya dengan pembangunan terminal khusus dan storage agar nantinya dari pelabuhan ini akan bisa dilakukan ekspor langsung minyak kelapa sawit (Crude Palm Oil, CPO).

“Tadi sudah saya sampaikan bahwa di sini bisa nanti ekspor langsung untuk CPO. Ini juga nanti baru dikerjakan, baru dikalkulasi, akan ada terminal, storage, di sini sehingga pelabuhan Sibolga benar-benar memberikan peningkatan ekonomi yang baik kepada kawasan sekitar karena kalau CPO di sini akan ada, ada terminal storage-nya,” kata Presiden Jokowi menjawab wartawan usai meresmikan penataan dan pengembangan Pelabuhan Sambas, Sibolga, Minggu (17/3) pagi.

Presiden berharap, nantinya ekspor CPO dari Aceh bagian Selatan, kemudian di Tapanuli Selatan ditarik ke Sibolga karena lebih dekat daripada harus lewat darat yang menempuh perjalanan selama 10-12 jam.

Saat ini, lanjut Presiden, pemerintah sedang melakukan kalkulasi mengenai pembangunan terminal khusus CPO itu. Namun ia mengisyaratkan, biasanya realisasi pembangunan tersebut maksimal 2 (dua) tahunan.

Menurut Presiden, penataan dan pengembangan Pelabuhan Sambas, Sibolga itu dilakukan dalam rangka mewujudkan kembali pelabuhan-pelabuhan di pantai barat yang dulunya pelabuhan yang sangat strategis, maupun pelabuhan transportasi logistik, barang dan jasa yang pernah ada dalam sejarah kita.

Ia mengingatkan, Pelabuhan Sibolga ini memang sudah lama sekali tidak kita urus padahal Kota Sibolga sendiri sudah berusia 319 tahun. “Ini pelabuhan yang juga sudah lama sekali, sudah ratusan tahun sehingga kita melakukan pengembangam dan penataan kembali,” ujarnya.

Resmikan Pelabuhan

Sebelumnya, pada hari keempat kunjungan kerjanya di Sumatra Utara (Sumut), Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama Ibu Negara Iriana melanjutkan acara untuk melakukan peresmian pelabuhan Sambas, Sibolga, Minggu (17/3) pagi.

Saat peresmian pelabuhan, Presiden Jokowi menyampaikan tahun 2016 saat berkunjung ke Sibolga jalan dari Pinangsori berlubang. Kemudian, Presiden menyampaikan kepada Menteri PUPR untuk menyelesaikan jalan, dan saat ia melewatinya kembali merasakan mulusnya jalan tersebut.

“Saat di perjalanan tadi dibisiki agar runway bandara diperpanjang. Mumpung saat ini ada Menhub saya perintahkan runway diperpanjang,” kata Presiden.

Pelabuhan Sibolga, menurut Presiden, fungsinya dikembalikan lagi dan dirinya menyambut baik penataan pelabuhan yang saat ini menampung 20 ribu TEuS per tahun, meningkat sangat drastis sekali. Ukuran kapalnya dulu hanya sampai 2 ribu GT sekarang bisa mencapai 6 ribu GT.

Terminal penampung, lanjut Presiden, dahulu hanya berkapasitas 80 orang sekarang sudah bisa menampung 500 orang.  Selain itu, desain Pelabuhan Sibolga ini menang sebagai desain pelabuhan terbaik di Asia Pasifik, dan tempat antara kapal dari dan kapal kargonya terpisah sehingga bisa lebih efisien.

“Saatnya sekarang bekerja agar makin banyak barang dan jasa yang akan menggunakan Pelabuhan Sibolga ini. Infrastruktur siap, kita harus mendorong terus agar ekonomi ini di Sibolga dan sekitarnya menjadi berkembang lagi,” tegas Presiden.

Usai memberikan sambutan, Presiden Jokowi menekan tombol sirine dan penandatanganan prasasti tanda diresmikannya penataan Pelabuhan Sibolga.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menyampaikan Pelabuhan Sibolga terletak di pantai barat Sumatra. “Pelabuhan ini rencananya juga akan menjadi tempat berkumpul masyarakat,” ujarnya.

Kepada Bergelora.com dilaporkan, turut hadir mendampingi Presiden dalam agenda kali ini, Menhub Budi Karya Sumadi, KSP Moeldoko, Menteri BUMN Rini Soemarno, tokoh Sibolga Akbar Tanjung, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi, dan Wali Kota Sibolga Syarfi Hutauruk. (Sugianto)

Add comment

Security code
Refresh