Ekonomi
Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi usai melakukan kunjungan kerja di Bandara YIA, Kulonprogro, Provinsi DIY, Minggu (25/8). (Ist)

KULONPROGO- Pemerintah menargetkan pembangunan ke Bandara Internasional Yogyakarta atau Yogyakarta International Airport (YIA) akan selesai pada bulan Februari atau Maret 2020. Sementara pembangunan jalur kereta api (KA) ke bandara tersebut diharapkan dapat diselesaikam pada akhir tahun 2020.

“Progresnya cukup bagus. Kalau saya perkirakan sudah hampir 60–70 persen. Kalau dari apa yang saya lihat kira-kira selesai Februari atau Maret 2020. Kita operasikan setelah itu,” kata Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi usai melakukan kunjungan kerja di Bandara YIA, Kulonprogro, Provinsi DIY, Minggu (25/8).

Menurut Menhub, saat ini sudah ada sebanyak 14 kali take off-landing di Bandara YIA. Menhub  mengharapkan pada masa Angkutan Lebaran Tahun 2020, sebanyak 66 flight dengan rute luar Jawa dari Bandara Adisucipto akan dipindah ke Bandara YIA.

“Harapannya kita terus memfluktuasi maskapai untuk memindahkan flight mereka yang ke luar Jawa, seperti ke Sumatera, Kalimantan, dan sebagainya. Kalau pindah semua itu kira-kira ada 66 flight bisa pindah ke YIA. Itu yang menjadi patokan supaya moda transportasi KAnya perlu dimaksimalkan,” tandas Menhub.

Selesai Akhir 2020

Kepada Bergelora.com, mengenai pembangunan jalur KA ke Bandara YIA, Menhub Budi K. Sumadi mengemukakan, pemerintah akan mengintensifkan angkutan kereta api agar aksesibilitas bertambah dan lebih mudah, dengan headway yang lebih pendek sehingga ada suatu kepastian bagi penumpang untuk mencapai Yogya.

Ia meyebutkan, pembangunan jalu KA ke Bandara YIA akan difinalkan ke Stasiun Kedundang kira-kira pada akhir 2020. “Rencana pembangunan jalur KA menuju YIA dilakukan pada bulan Oktober 2018. Untuk tahap awal, jalur KA akan dibangun di daerah Stasiun Kedundang dan di sekitar area Bandara YIA,” ungkapnya.

Stasiun Kedundang sendiri merupakan stasiun yang sudah lama tidak beroperasi yang berlokasi di antara Stasiun Tugu dan Stasiun Wojo. Stasiun tersebut nantinya akan menjadi persimpangan antara jalur KA menuju Bandara YIA dan menuju Stasiun Wojo.

“Nanti kita akan membuat jalur kereta api langsung sampai ke Bandara YIA. Stasiun Kedundang ini adalah persimpangannya,” jelas Menhub seraya menambahkan, untuk jalur KA akan dibangun dengan jalur layang (elevated), namun tingginya hanya sebatas 3-6 meter.

Pembangunan jalur KA langsung ke Bandara YIA ini akan memangkas waktu yang ditempuh masyarakat untuk menuju YIA. Sehingga diharapkan bandara YIA dapat beroperasi dengan optimal.

“Jadi jika sekarang waktu tempuh dari stasiun tugu ke Bandara YIA dari stasiun Wojo 60 menit, karena harus menggunakan bus feeder menuju Bandara. Nantinya jika jalur KA sudah tersambung dari Bandara YIA sampai Stasiun Kedundang ini, waktu tempuhnya hanya 35 menit dengan headway 15 menit sekali,” urai Menhub.

Dalam kesempatan tersebut, Menhub meminta frekuensi perjalanan KA dari Yogyakarta menuju Bandara YIA maupun sebaliknya lebih dioptimalkan

“Yang akan datang saya minta di review, tugu sampai YIA saja mondar-mandir sehingga frekuensinya lebih banyak. Ditambah dengan kereta-kereta yang eksisting, kereta eksisting satu hari ada 178 kereta,” ucap Menhub Budi. (Enrico N. Abdielli)

Add comment

Security code
Refresh