Ekonomi
Dubes RI untuk Filipina, Sinyo Harry Sarundajang, bersama sejumlah pejabat melaksanaan upacara ketibaan Garuda Indonesia yang membuka rute Manado – Davao City, di Davao City, Filipina, Jumat (27/9) siang. (Ist)

DAVAO- Menindaklanjuti lanjut Air Transport Agreement RI – Filipina yang ditandatangani pada 24 Maret 1972, serta Memorandum of Understanding on Expansion of Air Linkages between Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, and the Philippines (BIMP) pada 2007, Garuda Indonesia membuka penerbangan dari Manado (Sulut) ke Davao City, Filipina.

Penerbangan reguler ini beroperasi 2 kali seminggu yakni Senin dan Jumat mulai tanggal 27 September 2019. Tepat pada pukul 12:30 siang waktu Davao, water salute menyambut ketibaan Garuda Indonesia di Bandara Fransisco Bangoy International Airport dari Manado​.

Duta Besar RI Untuk Filipina, Sinyo Harry Sarundajang, menyampaikan bahwa ide pembukaan penerbangan ini berawal dari pertemuannya dengan Duta Besar Leehiong T. Wee. Pada 1 September 2018, yang ia sepakat mendorong kembali pembukaan penerbangan langsung Manado dan Davao untuk meningkatkan kerja sama bidang perdagangan, pariwisata dan investasi antara kedua negara.

“Sejak itu berbagai upaya dilakukan guna mendorong maskapai penerbangan kedua negara menjajaki pembukaan rute penerbangan tersebut,” kata Sarundajang saat memberikan sambutan pada peresmian menyambut ketibaan Garuda Indonesia di Bandara Fransisco Bangoy International Airport, Davao CIty,Filipina, Jumat (27/9) siang.

Duta Besar Sarundajang berharap  rute penerbangan ini menyambungkan aktivitas antara masyarakat Indonesia dan Filipina akan semakin meningkat, mengingat Davao dan Manado adalah kota dengan kegiatan ekonomi  yang terus tumbuh untuk  menjadi pintu bisnis dan pintu destinasi  wisata ke seluruh Indonesia. Pada 30 tahun yang lalu, Duta Besar Sarundajang pernah menjabat sebagai Walikota Bitung pada saat yang sama Walikota Davao City adalah  Rodrigo Roa Duterte yang saat ini menjadi presiden Filipina.

Hubungan keduanya sudah terjalin lama. Konjen RI di Davao Dicky Fabrian menyampaikan bahwa penguatan konektivas ini merupakan salah satu capaian penting yang menandai 70 tahun hubungan bilateral Indonesia – Filipina, yang tentunya akan semakin memperkuat kerja sama bilateral dalam berbagai sektor.

Penerbangan Garuda rute Manado – Davao ini juga merupakan solusi alternatif bagi wisatawan Filipina terutama dari Kepulauan Mindanao untuk berkunjung ke Manado dan kota-kota lain di Indonesia.

Keberadaan 8.745 warga keturunan Indonesia di wilayah Mindanao dan sekitar 5.000 warga negara Filipina dan keturunannya yang menetap di Manado dan kota lain di Sulawesi Utara, sangat berpotensi memanfaatkan rute penerbangan ini.

Menandai penerbangan perdana tersebut, GA diluncurkan secara resmi di bandar udara internasional Sam Ratulangi Manado dan disambut resmi di bandar internasional Francisco Bangoy Davao City.

Kepada Bergelora.com dilaporkan, hadir pada acara peresmian tersebut antara lain Direktur Utama Garuda Indonesia Ari Askhara; Duta Besar Indonesia untuk Filipina Sinyo Sarundajang; Duta Besar Filipina untuk Indonesia Leehiong T. Wee; Wakil Gubernur Sulawesi Utara Steven Kandouw; dan Konjen RI di Davao Dicky Fabrian.  (Roberto Cabaero).

Add comment

Security code
Refresh