Ekonomi
Kepala BPS Suhariyanto dalam jumpa pers di Jakarta, Senin. (2/12). (Ist)

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan sumber tekanan terhadap pergerakan harga barang pada Desember 2019 akan lebih banyak disebabkan oleh kenaikan harga tiket pesawat, menyusul meningkatnya permintaan jasa transportasi menjelang liburan Natal dan Tahun Baru.

Kepala BPS Suhariyanto dalam jumpa pers di Jakarta, Senin (2/12), memproyeksikan ancaman inflasi di akhir tahun lebih banyak bersumber dari sub-kelompok transportasi yakni angkutan udara, karena harga komoditas yang rentan bergejolak seperti di kelompok pengeluaran bahan makanan, misalnya beras, diperkirakan stabil atau mengalami volatilitas harga yang rendah.

"Dari sisi makanan adalah stabil di bulan ke-12, tapi yang mesti diwaspadai adalah tarif angkutan udara. Biasanya, tiket permintaan naik maka akan terjadi kenaikan di harga tiket juga," ujar dia.

Setiap tahunnya pada Desember diyakini sebagai momentum konsumsi tinggi yang rentan meningkatkan inflasi, selain momentum Ramadhan dan Idul Fitri di pertengahan tahun. Suhariyanto memaparkan harga kelompok pengeluaran bahan makanan memang meningkat dalam beberapa waktu terakhir, namun masih dalam level yang rendah.

"Harga beras saya tidak khawatir sebab beberapa bulan terakhir meskipun harga gabah level petani naik sekitar satu persen, tapi level grosir dan eceran hanya naik sekitar 0,12 persen . Harga beras diperkirakan stabil di Desember 2019," ujar dia.

Inflasi Desember tahun lalu ini disumbang dengan kenaikan harga pada dua kelompok pengeluaran yakni bahan makanan dengan inflasi mencapai 1,45 persen serta andil 0,29 persen dari inflasi umum, dan kelompok transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan yang tercatat inflasi senilai 1,28 persen dengan andil 0,24 persen dari total inflasi umum.

Adapun Suhariyanto masih meyakini inflasi Desember 2019 tidak akan mengancam target pencapaian inflasi umum oleh pemerintah di tahun ini sebesar 3,5 persen. Hingga November 2019, dengan inflasi bulanan 0,14 persen (mtm), maka inflasi tahunan sebesar 3,0 persen

Turis Asing 1,35 Juta

Kepada Bergelora.com dilaporkan, sementara itu jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) atau turis asing ke Indonesia pada bulan Oktober 2019 mencapai 1,35 juta orang atau mengalami kenaikan 4,86 persen dibandingkan tahun sebelumnya, namun turun dibandingkan September 2019.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto di Jakarta, Senin, menjelaskan jika dibandingkan dengan September 2019 jumlah kunjungan wisman pada Oktober 2019 mengalami penurunan 3,28 persen.

Secara kumulatif dari Januari - Oktober 2019 jumlah kunjungan wisman ke Indonesia mencapai 13,62 juta kunjungan atau naik 2,85 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Untuk kunjungan wisman melalui jalur udara pada bulan itu, BPS mencatat sebanyak 856,35 ribu kunjungan. Kemudian melalui pintu masuk laut sebanyak 336,04 ribu kunjungan dan pintu jalur darat sebanyak 162,01 ribu kunjungan.

Pada bulan Oktober ini jalur masuk udara mengalami peningkatan 0,13 persen dibandingkan pada Oktober 2018. Untuk bandara dengan presentasi kenaikan terbesar, nomor satu diduduki oleh Bandara Internasional Lombok, NTB dengan capaian 62,48 persen.

Kedua adalah Bandara Kualanamu, Sumatera Utara dengan angka peningkatan 37,42 persen. Selanjutnya ketiga adalah Bandara Minangkabau, Sumatera Barat, naik 30,11 persen. Untuk Bandara Soekarno Hatta justru mengalami penurunan drastis yaitu 22,70 persen. (Calvin G. Eben-Haezer)

Add comment

Security code
Refresh