Ekonomi
Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Dr Evita Nursanty, MSc. (Ist)
JAKARTA- Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Dr Evita Nursanty, MSc mengapresiasi langkah pemerintah yang memberikan diskon tiket pesawat kepada wisatawan domestik yang bepergian ke 10 destinasi wisata sebagai dampak dari coronavirus (Covid-19). Namun Evita juga meminta sejumlah perbaikan agar tujuan pemberian diskon itu tercapai.
 
“Kita memberikan apresiasi langkah pemberian diskon tiket pesawat ini, karena niatnya untuk menjaga agar ekonomi di destinasi wisata tetap berjalan pada saat wisatawan  mancanegara sulit untuk diharapkan dalam waktu pendek ini. Tapi saya meminta agar dilakukan perbaikan supaya tujuannya bisa tercapai,” kata Evita kepada Bergelora.com di Jakarta, hari ini.
 
Beberapa koreksi yang dimaksud Evita adalah: pertama,  mengenai titik keberangkatan  yang diberikan diskon hanya dari Jakarta. Seharusnya, kata Evita, starting point-nya dibuka dari seluruh wilayah Indonesia, sehingga tujuan semula untuk meningkatkan wisatawan domestik dan cross selling antar-daerah bisa tercapai.
 
“Jangan menutup kesempatan kota-kota lain di Indonesia untuk memanfaatkan momentum ini untuk berwisata, dan memang kan akan makin luas potensi pasarnya, jangan malah dipersempit. Model cross selling juga perlu didorong lebih insentif pada saat-saat sulit seperti ini, Medan atau Batam ‘menjual’ Bali, dan Bali juga membantu menjual Medan atau Batam,” ucap Evita.
 
Kedua,  diminta agar diskon 50 persen yang diberikan itu adalah dari agent rate bukan 50 persen dari harga patokan tertinggi. Tujuannya tentu untuk memberikan kemudahan bagi wisatawan untuk menikmati diskon yang lebih besar. Kemudian dalam proses ticketing-nya, Evita menegaskan jangan dibuat rumit dan asal-asalan. Dibuat saja seperti proses tiket biasa, didiskon langsung, dengan harga ke agen sudah turun.
 
“Proses ticketing jangan dibuat rumit, sebab kemarin mereka usulkan dengan voucher, ini bagaimana? Kalau mau diskon yang diskon langsung jangan dibuat basa-basi doang. Perlu saya sampaikan ini ini harus serius dan jadi gerakan nasional, jangan asal-asalan,” tegas Evita mengingatkan diskon 50 persen untuk “hanya” 25 persen dari total seat pesawat tergolong kecil sehingga memang harus bisa dimanfaatkan dengan tepat.
 
Ketiga, Evita menyarankan karena program ini hanya berlaku 3 bulan ke depan, maka sebaiknya pemerintah fokus ke wisatawan domestik dulu daripada harus terpecah perhatiannya untuk mengejar wisatawan mancanegara (wisman) yang menurutnya masih akan sangat sulit diraih selama isu coronavirus ini masih terus menghantui masyarakat global.
 
“Artinya anggaran yang disiapkan untuk program promosi, termasuk pembayaran kepada influencer berupa pemberian tambahan diskon 50 dolar AS, anggaran untuk media relations dan insentif bagi airlines sebaiknya ditunda dulu sampai kondisi memang memungkinkan karena dalam kondisi darurat seperti sekarang apapun yang dilakukan kan akan seperti membuang air ke dalam laut,” sambung Evita.
 
Keempat, Evita meminta pemerintah untuk bisa membagi 10 destinasi wisata tadi ke dalam dua klaster superprioritas dan prioritas, artinya mana-mana destinasi yang memang sangat “darurat” karena ketergantungan ke wisman asal Tiongkok sangat tinggi sehingga memberikan dampak sangat serius kepada dunia usaha pariwisata di sana.
 
Sebagai contoh, kata Evita, Kepri dan Manado itu apa betul okupasinya kini paling rendah, kalau ya ini memang sangat urgent untuk “dibantu”. Yang lain walaupun terpengaruh namun masih bisa dicover oleh wisman asal negara lain. 
 
“Tapi ini harus dicek dulu di lapangan, mana-mana destinasi yang bisa kolaps akibat ketergantungan sangat tinggi dengan wisman Tiongkok," katanya.
 
Disisi lain, Evita meminta kepada maskapai penerbangan khususnya Garuda Indonesia untuk makin masif melakukan promosi khususnya terkait diskon ke 10 destinasi wisata ini, bahkan mungkin bisa berkolaborasi dengan pihak-pihak perusahaan atau perbankan lain untuk mendorong minat untuk berkunjung. Semua terlibat dalam gotong royong, baik itu BUMN, antardaerah, antarmasyarakat, antarasosiasi, dan lainnya.
 
Meski begitu, Evita melihat setelah langlah pemberian diskon tiket pesawat ini, Evita berharap pemerintah untuk bersiap menghadapi kondisi lebih buruk manakala nanti kondisi penyebaran coronavirus makin melebar dan masif, terutama jika nanti terpaksa dilakukan juga penghentian perjalanan dari dan ke Jepang, Korea Selatan, Iran atau negara-negara lain.
 
“Jadi saya juga berharap langkah pemerintah tidak hanya berhenti pada diskon pesawat tapi fleksibel dan disesuaikan kondisi yang dihadapi dari hari ke hari.”
 
Pemerintah mengumumkan memberikan diskon tiket pesawat ke 10 destinasi wisata mulai 1 Maret 2020. Adapun 10 destinasi wisata yang dimaksud meliputi Batam, Denpasar, Yogyakarta, Labuan Bajo, Lombok, Malang, Manado, Silangit, Tanjung Pinang, dan Tanjung Pandan.
 
Seperti disampaikan Menhub Budi Karya Sumadi di Jakarta, Sabtu (29/2/2020), diskon akan berlaku hingga Mei 2020. Pemerintah menganggarkan Rp500 miliar untuk pemberian insentif ini, atau untuk sekitar 430.000 orang. Diskon yang diberikan berupa potongan harga sebesar 50 persen dari harga tiket dengan rincian 30 persen diberikan pemerintah dan sisanya diberikan oleh operator bandara dan PT Pertamina untuk bahan bakar avtur. (Web Warouw)

Add comment

Security code
Refresh