Ekonomi
Menko Marves Luhut Panjaitan saat mengikuti Rapat Terbatas terkait Akselerasi Tol Laut di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (5/3). (Ist).
JAKARTA- Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi (Marves), Luhut B. Pandjaitan menyampaikan bahwa tol laut dirasakan sangat banyak manfaatnya sehingga trayeknya akan ditambah jadi 26. 
 
”Kemudian yang kedua akan diberikan tax allowance, tax holiday lebih panjang kepada industri-industri yang dibangun di Indonesia timur untuk memenuhi kebutuhan Indonesia timur. Sehingga bisa jangan terlalu banyak dari Jawa diangkut ke sana lagi karena cost,” kata Menko Marves saat memberikan keterangan pers kepada wartawan usai mengikuti Rapat Terbatas (ratas) terkait Akselerasi Tol Laut di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (5/3).
 
Lebih lanjut, Menko Marves menyampaikan bahwa Presiden sudah memutuskan tax allowance sama tax holiday akan diberikan tadi kepada industri-industri yang dibangun di Indonesia timur. 
 
”Sehingga dengan demikian mengurangi juga pengiriman barang dari Indonesia barat. Tahun ini subsidi untuk itu dikeluarkan kira-kira Rp400-an miliar untuk memberikan subsidi tadi,” ujarnya. 
 
Menurut Menko Luhut, subsidinya ini tidak hanya dari port ke port tapi juga sampai kepada penerima. 
 
”Nah yang ketiga, yang keempat, nanti yang menjadi agen melakukan distribusi barang ini tidak hanya satu, kita paling tidak 2 atau 3, sehingga dengan demikian tidak ada nanti monopoli oleh satu perusahaan,” pungkas Luhut akhiri pernyataan kepada pers.
 
Tujuan Tol Laut 
 
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan bahwa tujuan adanya tol laut adalah mengurangi disparitas harga, baik antarwilayah, antarpulau, antardaerah, serta memangkas biaya logistik yang mahal. 
 
”Namun saya terima informasi dari lapangan bahwa biaya pengiriman logistik antar daerah masih mahal,” tutur Presiden Jokowi saat memberikan pengantar pada Rapat Terbatas (ratas) mengenai Akselerasi Program Tol Laut, Kamis (5/3), di Kantor Presiden, DKI Jakarta. 
 
Kepala Negara memberikan contoh seperti biaya pengiriman dari Jakarta ke Padang, dari Jakarta ke Medan, Jakarta ke Banjarmasin, Jakarta ke Makassar jauh lebih mahal dibandingkan biaya pengiriman dari Jakarta ke Singapura, Jakarta ke Hong Kong, Jakarta ke Bangkok, dan Jakarta ke Shanghai.
 
”Begitu pula biaya pengiriman dari Surabaya ke Makassar jauh lebih tinggi dibandingkan dari Surabaya ke Singapura. Inilah yang harus dibenahi bersama sehingga tujuan awal dari tol laut untuk menekan disparitas harga antar wilayah akan bisa kita capai,” imbuh Presiden Jokowi. 
 
Karena itu ada 2 hal yang menjadi fokus bersama, lanjut Presiden, yang pertama mengontrol dan membuat tol laut semakin efisien. 
 
”Biaya logistik antar daerah antar wilayah antarprovinsi harus bisa diturunkan. Saya minta masalah ini dilihat secara detail dan komprehensif apakah masalahnya di pelabuhan, misalnya urusan dengan dwelling time atau ada praktik monopoli di dalam transportasi dan distribusi barang sehingga biaya logistik tidak efisien,” ujarnya. 
 
Selain itu, Kepala Negara juga mendapatkan laporan biaya yang sulit turun karena tidak seimbangnya, ini memang betul terutama dari wilayah timur, jumlah muatan barang yang diangkut dari barat ke timur penuh, tapi begitu dari timur kembali ke barat itu muatannya jauh berkurang. 
 
Kepada Bergelora.com dilaporkan, turut hadir dalam ratas kali ini Menko Polhukam Mahfud MD, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menko Marves Luhut B Pandjaitan, Menko PMK Muhadjir Effendy, Seskab Pramono Anung, Mensesneg Pratikno, Menkeu Sri Mulyani, Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa, Menperin Agus Gumiwang, Mendag Agus Suparmanto, Mendagri Tito Karnavian, Menteri ESDM Arifin Tasrif, Menkominfo Jhonny G. Plate, Menteri Desa dan PDTT Abdul Halim Iskandar, Menteri KUKM Teten Masduki, Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo, Kepala BKPM Bahlil Lahadalia, serta pejabat eselon satu di lingkungan lembaga kepresidenan. (Enrico N. Abdielli)
 

Add comment

Security code
Refresh