Ekonomi
Sejumlah pekerja memakai masker dan menjaga jarak (physical distancing) saat memproduksi furnitur interior perhotelan di pabrik furnitur PT Saniharto Enggalhardjo di Demak, Jawa Tengah. (Ist)

JAKARTA - Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF)  Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu mengatakan peningkatan kinerja manufaktur pada Agustus bisa menjadi sinyal pemulihan ekonomi di semester II-2020.

"Dengan kontribusi per kuartal II 2020 sebesar 20 persen terhadap PDB dan serapan tenaga kerja per Februari 2020 sebanyak 18,5 juta orang, sektor manufaktur memiliki peranan yang sangat penting bagi perekonomian Indonesia," kata Febrio dalam pernyataan di Jakarta, Selasa (1/9).

Febrio menanggapi secara positif kondisi manufaktur Indonesia yang membaik dan kembali ke level positif untuk pertama kalinya sejak Februari 2020, atau sejak terjadinya pandemi COVID-19.

Kepada Bergelora.com dilaporkan, perbaikan itu ditunjukkan oleh indikator Purchasing Managers Index (PMI) Manufaktur Indonesia yang pada Agustus berada di level 50,8 atau naik dibanding posisi di bulan Juli yakni 46,9.

Berdasarkan pencatatan tersebut aktivitas manufaktur dinyatakan tumbuh positif jika nilai indeks berada di atas 50.

Realisasi positif industri manufaktur di Agustus terjadi secara luas di berbagai negara, seperti Amerika Serikat (53,6), Tiongkok (53,1), dan Eropa (51,7).

Namun masih ada beberapa negara seperti Jepang (46,6) dan Thailand (49,7) yang belum mampu kembali ke level positif sejak pandemi.

Sementara itu aktivitas manufaktur Malaysia (49,3) dan Filipina (47,3) justru kembali terkontraksi pada Agustus, setelah tercatat positif pada Juli.

Menurut Febrio, perbaikan aktivitas manufaktur yang terus berlanjut meningkatkan optimisme pemulihan ekonomi global, meski berbagai risiko masih harus diwaspadai.

"Kasus COVID-19 masih berada dalam tren peningkatan di dunia dan terdapat ancaman gelombang kedua yang dapat menghambat aktivitas perekonomian serta membayangi proses pemulihan ekonomi," katanya.

Ia memastikan perbaikan aktivitas manufaktur Indonesia didukung oleh peningkatan produksi dan pesanan baru yang didominasi oleh permintaan dalam negeri.

Pelonggaran pembatasan sosial di dalam negeri juga telah meningkatkan kepercayaan bisnis ke level tertinggi sejak Mei 2019 dan mendorong adanya perbaikan aktivitas ekonomi secara berkala.

Selain itu, tambah Febrio, operasi bisnis juga terus meningkat di tengah upaya adaptasi kebiasaan baru dan pemberlakuan protokol kesehatan.

Meski demikian, sisi ketenagakerjaan masih tertekan di tengah upaya pengendalian ongkos perusahaan serta adanya ekses kapasitas yang masih besar.

Febrio menegaskan pemerintah akan terus mendorong pemulihan ekonomi, dengan tetap memastikan terjaganya protokol kesehatan, melalui penguatan berbagai dukungan kebijakan seperti Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Di saat yang sama, pemerintah dan berbagai otoritas dunia juga terus mendorong pengembangan vaksin yang menjadi bagian sangat penting di dalam penyelesaian pandemi COVID-19. (Enrico N. Abdielli)

Add comment

Security code
Refresh