Ekonomi
Menaker Ida Fauziyah. (Ist)

JAKARTA- Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah mengatakan wacana perpanjangan program subsidi gaji sampai 2021 akan dilihat dari efektivitasnya dalam mendongkrak perekonomian nasional.

"Untuk tahun 2021 tentu yang pertama sekali lagi kita akan melihat efektivitas program ini untuk kepentingan mendongkrak perekonomian nasional," kata Menaker Ida dalam pernyataan resmi yang diterima di Jakarta pada Kamis (3/9).

Menaker Ida mengatakan bahwa program bantuan subsidi upah (BSU) untuk pekerja berpendapatan di bawah Rp5 juta yang berjalan saat ini masuk dalam anggaran penanganan ekonomi nasional.

Subsidi sebesar Rp2,4 juta yang ditargetkan untuk 15,7 pekerja itu diberikan untuk mendorong konsumsi dan masyarakat dan mendongkrak ekonomi nasional yang lesu akibat pandemi COVID-19.

Program yang menganggarkan Rp37,8 triliun itu diputuskan akan berjalan sampai Desember 2020, dengan setiap pekerja akan menerima Rp600.000 per bulan selama empat bulan sejak September 2020.

Kepada Bergelora.com dilaporkan, Ketua Pelaksana Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Erick Thohir sebelumnya menyampaikan bahwa program subsidi gaji itu berpeluang diteruskan.

"Kita harapkan kalau program ini baik bisa diteruskan tapi sekarang ini keputusannya program hanya bisa berjalan sampai Desember," kata Erick usai bertemu Kadin pada Rabu (2/9).

Menanggapi hal tersebut, Menaker Ida mengatakan selain akan melihat dari efektivitas program untuk ekonomi nasional, pemerintah juga akan melihat kondisi perekonomian tahun depan.

"Kita akan melihat kondisi perekonomian di tahun 2021. Saya kira pemerintah akan terus melakukan evaluasi," tegas Ida. (Enrico N. Abdielli)

Add comment

Security code
Refresh