Ekonomi
Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Wamendes PDTT) Budi Arie Setiadi berbicara dalam Focus Group Discussion dan Workshop roadmap Pengembangan Kapasitas dan Desa Digital yang diselenggarakan Biro Perencanaan Kemendes PDTT, di Hotel Bidakara Jakarta, Selasa (17/11/2020). (Ist)

JAKARTA - Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Wamendes PDTT) Budi Arie Setiadi mengatakan digitalisasi desa dapat mewujudkan upaya transformasi menuju Indonesia yang maju.

“Arahan Presiden (tentang digitalisasi) sangat sesuai dengan SDGs Desa Nomor 17, yaitu Kemitraan dan Pembangunan Desa,” kata Wamendes PDTT dalam keterangan pers di Jakarta, Rabu (18/11).

Kepada Bergelora.com dilaporkan, ia mengatakan bahwa Presiden Joko Widodo mengarahkan pembangunan desa untuk fokus pada teknologi dan informatika.

Menurut Budi Arie, digitalisasi dan pengembangan desa wisata yang mendukung ketahanan pangan termasuk smart village adalah strategi yang tepat untuk menjadi model pengembangan desa-desa di Indonesia di masa depan.

“Jadi juga termasuk soal infrastrukturnya, soal teknologinya dan penggunaannya. Jadi perlu ditegaskan bahwa pembangunan desa digital adalah untuk mendukung digitalisasi ekonomi desa,” katanya.

Oleh karena itu, ia kembali menegaskan bahwa digitalisasi ekonomi desa adalah bentuk transformasi menuju Indonesia yang maju.

Ia menambahkan bahwa Indonesia tidak akan maju di tengah era digitalisasi jika desa-desanya belum memiliki akses internet.

“Beberapa bulan lalu saya mengatakan, masih ada 12.500 lebih desa yang belum memiliki akses ke internet. Dan itu sudah disikapi di rapat kabinet dan Presiden sudah menugaskan Kemenkominfo untuk menyelesaikan akses digital di 12.500 desa,” katanya.

“Tugas Kemendes PDTT adalah untuk memastikan daerah-daerah yang belum memiliki akses internet tidak ada yang terlewatkan,” kata dia lebih lanjut.

Ia juga menegaskan bahwa arah pengembangan desa digital diutamakan terlebih dahulu guna mempercepat pengembangan digitalisasi ekonomi desa.

“Karena digitalisasi itu seluruh aspek, mulai dari e-governmentnya, e-healty, e-learning. Semua yang berbau-bau e-, termasuk e-commerce,” ujarnya.

Oleh karena itu, fokus digitalisasi ekonomi desa adalah untuk mengembangkan marketplace, web, pemasaran produk, tempat wisata, internet of things dan semua hal yang diarahkan menuju ekonomi digital. (Enrico N. Abdielli)

Add comment

Security code
Refresh