Ekonomi
Komite BPH Migas M. Ibnu Fajar didampingi Direktur Pembinaan Usaha Hilir Migas Harya Adityawarman, General Manager MOR VI PT Pertamina (Persero) Yanuar Budi Hartanto, Bupati Sambas Atbah Romin Suhaili, anggota Komisi VII DPR RI Katherine Angela Oendoen, Minggu (15/10) di lokasi SPBU Modular di Kecamatan Paloh, Sambas, Kalimantan Barat (Ist).

SAMBAS - Badan Pengatur Penyediaan dan Pendistribusian Bahan Bakar Minyak dan Kegiatan Usaha Pengangkutan Gas Bumi Melalui Pipa (Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi/BPH Migas) menerapkan sistem 'uji petik' dalam mengawal pendistribusian program Bahan Bakar Minyak (BBM) Satu Harga. Sistem uji petik akan berlaku dalam Operasi Patuh Penyalur (OPP) dimulai bulan Oktober tahun ini dan efektif mulai Januari mendatang di seluruh wilayah Indonesia.

"Khusus untuk BBM Satu Harga, kami akan mengadakan OPP kepada lembaga penyalur yang berizin efektif mulai Januari dengan sistem uji petik," ujar anggota Komite BPH Migas, Muhammad Ibnu Fajar, usai melakukan peresmian BBM Satu Harga di SPBU Modular Sambas, Kalimantan Barat, Minggu (15/10).

Sistem uji petik, imbuh Ibnu, akan diawasi oleh BPH Migas dengan memanfaatkan setiap laporan yang masuk dari masyarakat apabila terdapat penyelewangan dalam penyediaan BBM Harga. "Jadi kalau ada laporan dari masyarakat atau media akan ditindaklanjuti oleh subdit pengawasan BPH Migas," jelas Ibnu.

Ibnu juga mengharapakan keterlibatan masyarakat secara langsung untuk mengawasi jalannya program BBM Satu Harga. Ia meminta masyarakat segera melaporkan apabila terjadi penyalahgunaan oleh lembaga penyalur.

Sebagaimana diketahui, Kegiatan OPP ini sudah dimulai pada Bulan Oktober 2017 lalu di 5 lokasi di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) serta sebagian Jawa Barat. Kemudian dilanjutkan dengan OPP untuk wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) yang terkait dengan program BBM Satu Harga.

SPBU Modular Paloh sendiri merupakan titik ke-26 dari Program BBM Satu Harga yang telah dicanangkan oleh Presiden Jokowi. Program BBM Satu Harga bertujuan agar harga BBM yang sama dapat dinikmati oleh rakyat di seluruh Indonesia, khususnya di kawasan timur dan daerah 3T.

Tak Perlu Lagi ke Kota

Kepada Bergelor.com dilaporkan, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) kembali menghadirkan BBM Satu Harga di Desa Tanah Hitam, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat. SPBU Modular yang hadir di salah satu daerah terluar yang berbatasan langsung dengan negara tetangga Malaysia ini merupakan titik ke-26 dalam penyaluran BBM Satu Harga di Indonesia.

Peresmian SPBU Modular Paloh ditandai dengan pengguntingan pita oleh Komite BPH Migas M. Ibnu Fajar didampingi Direktur Pembinaan Usaha Hilir Migas Harya Adityawarman, General Manager MOR VI PT Pertamina (Persero) Yanuar Budi Hartanto, Bupati Sambas Atbah Romin Suhaili, anggota Komisi VII DPR RI Katherine Angela Oendoen.

Pada peresmian yang dilaksanakan hari ini, Minggu (15/10) di lokasi SPBU Modular di Kecamatan Paloh, masyarakat menyambut gembira hadirnya SPBU di Kecamatan Paloh karena kini tidak harus lagi pergi ke Kota Kabupaten Sambas yang ditempuh sekitar 2 jam perjalanan untuk membeli BBM.

"Sekarang kami tidak susah lagi mendapatkan BBM. Hadirnya SPBU kami harap juga dapat mendorong perekonomian khususnya infrastruktur (jalan) di Sambas," ujar Bupati Sambas Atbah Romin Suhaili menyampaikan apresiasi dan harapan atas diresmikannya SPBU pertama di Kecamatan Paloh ini.

Menjawab harapan tersebut, Direktur Pembinaan Usaha Hilir Migas Kementerian ESDM Harya Adityawarman mengungkapkan BBM di SPBU ini akan disalurkan secara langsung kepada konsumen pengguna dengan harga yang telah ditetapkan oleh Pemerintah sehingga akan mendorong perkembangan perekonomian daerah.

"Bila sebelumnya warga membeli BBM secara eceran dengan harga Rp 7.500-9.000 per liternya, sekarang warga dapat membeli BBM dengan harga yang sama dengan wilayah lain, Rp 6.450 per liter untuk premium dan Rp 5.150 per liter untuk solar," terang Harya.

Lebih lanjut Harya menjelaskan, peresmian SPBU Modular Paloh merupakan bagian dari Program BBM Satu Harga yang telah dicanangkan oleh Presiden Jokowi. "Program ini bertujuan agar harga BBM yang sama dapat dinikmati oleh rakyat di seluruh Indonesia, khususnya di kawasan timur dan daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar)," ujar Harya.

Pada kesempatan tersebut, anggota Komisi VII DPR RI Katherine Angela Oendoen mengucapkan terima kasihnya kepada Kementerian ESDM, BPH Migas, dan Pertamina dalam mewujudkan BBM Satu Harga di Kalimantan Barat.

"Masyarakat diharapkan dapat memanfaatkan BBM Satu Harga dengan sebaik-baiknya. Khusus untuk warga yang dekat dengan SPBU, tolong dipertimbangkan ulang bila ada yang ingin menjual lagi secara eceran," ujar Katherine.

Sementara itu, General Manager MOR VI PT Pertamina (Persero) Yanuar Budi Hartanto menegaskan bahwa peresmian BBM Satu Harga di Paloh ini merupakan simbol komitmen wujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

"Salah satu tantangannya adalah sulitnya mencari investor untuk membangun SPBU di daerah remote. Dalam pembangunan disini, infrastruktur menjadi kendala utama, tercatat 3 kali mobil Pertamina amblas dan mobil tangki tidak bisa menyeberang sungai," ungkap Yanuar. (Jim Kiroyan)

 

Add comment


Security code
Refresh