Ekonomi
Presiden Jokowi saat memberikan arahan pada penyerahan DIPA di Ruang Garuda Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Rabu (6/12). (Ist).

JAKARTA- Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengemukakan, dalam tiga tahun masa pemerintahannya, atmosfernya berubah membaik secara signifikan. Jika dibandingkan dengan satu tahun pemerintahan di tahun 2015, perubahan tersebut terjadi baik internal maupun eksternal

Ia menyebutkan, pada Mei 2017, lembaga pemeringkat Standard & Poor’s (S&P) memberikan “investment grade” kepada Indonesia. Ini adalah untuk pertama kalinya dalam 20 tahun, Indonesia mendapatkan “investment grade” dari tiga lembaga pemeringkat yaitu S&P, Moody’s, dan Fitch.

“Perkembangan yang positif ini adalah berkat satu hal, yaitu reformasi. Kita telah bekerja keras dan akan terus bekerja keras untuk mengimplementasikan reformasi struktural,” kata Presiden Jokowi saat menyampaikan Keynote Speech pada acara Bloomberg the Year Ahead di Ritz Carlton Mega Kuningan, Jakarta, Rabu (6/12) pagi.

Presiden juga menyampaikan, dalam sebulan pertama pemerintahannya di tahun 2014, dirinya telah memangkas subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) sampai 80% sehingga memberikan ruang fiskal sebesar 20 miliar dollar AS per tahun untuk meluncurkan program infrastruktur terbesar dalam sejarah Indonesia.

“Saat ini kita berada di jalur yang benar untuk menyelesaikan sebagian besar proyek infrastruktur tersebut,” ujar Presiden Jokowi.

Menurut Presiden, pemerintah juga terus fokus melakukan upaya peningkatan yang konkret di berbagai komponen indeks kemudahan berusaha. Hasilnya, peringkat Indonesia naik dari 106 di tahun 2016 menjadi 72 di tahun 2018, atau naik 34 peringkat dalam dua tahun.

Karena itu, Presiden meyakini, dengan reformasi yang dilakukan serta peningkatan ekonomi, Indonesia telah memperoleh kembali kepercayaan publik. Ia menunjuk data, awal tahun ini, berdasarkan survei Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) dan Gallup World Poll (GWP), Indonesia memperoleh ranking pertama dari segi kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.

“Jadi buat yang baru saja menikah, ingat, jika satu tahun pernikahan tidak berjalan dengan baik, jangan panik. Bertahan saja dan di tahun ketiga akan jauh lebih baik,” ucap Presiden Jokowi yang disambut senyum pada peserta yang hadir pada acara tersebut.

Pariwisata

Presiden juga menyampaikan peningkatan ekonomi regional di sektor pariwisata, di mana tahun ini jumlah wisatawan mancanegara naik tercatat 25% year on year, dan investasi di sektor pariwisata tercatat tumbuh 35% year on year.

“Peningkatan jumlah penduduk kelas menengah di China, India, dan negara lain di Asia Pasifik mengakibatkan ledakan jumlah wisatawan. Tapi ledakan jumlah wisatawan itu akan terlewatkan oleh Indonesia jika infrastrukturnya tidak siap,” terang Presiden.

Presiden menambahkan, guna mendukung sektor pariwisata, dua minggu lalu dirinya baru saja meresmikan beroperasinya Bandar Udara (Bandara) Silangit di kawasan Danau Toba, Sumatera Utara.

“Maskapai Garuda Indonesia terbang secara langsung dengan rute Singapura – Danau Toba. (Bandara di) Belitung dan Labuan Bajo juga akan segera diubah menjadi bandara internasional,” sambung Kepala Negara.

Ditambahkan Presiden, ketika dilakukan perluasan Bandara di Manado, Sulawesi Utara, kemudian beberapa maskapai meluncurkan penerbangan langsung dari Manado ke Tiongkok, jumlah wisatawan dari negara tersebut ke Manado naik dari 12 ribu per tahun menjadi 12 ribu per bulan.

Selain sektor pariwisata, pada kesempatan ini, Presiden juga mengungkapkan peningkatan yang cukup signifikan di sektor e-commmerce di Indonesia.

“Saat ini kita memiliki banyak ‘unicorn‘ di perusahaan start up e-commerce dengan nilai 1 miliar dollar AS yang mengisi pasar domestik. Kita akan memiliki lebih banyak lagi di masa yang akan datang,” papar Presiden.

 

Kepada Bergelora.com dilaporkan, dalam acara yang dihadiri oleh para CEO perusahaan nasional terkemuka itu, Presiden Jokowi didampingi oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan Kepala BKPM Thomas Lembong. (Calvin G. Eben-Haezer)

Dalam 2 Tahun, Presiden Jokowi: Kemudahan Usaha Naik 34 Peringkat

Presiden Jokowi saat menjadi Pembicara Kunci pada acara Bloomberg the Year Ahead di Ritz Carlton Mega Kuningan, Jakarta, Rabu (6/12). (Ist)

JAKARTA- Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengemukakan, dalam tiga tahun masa pemerintahannya, atmosfernya berubah membaik secara signifikan. Jika dibandingkan dengan satu tahun pemerintahan di tahun 2015, perubahan tersebut terjadi baik internal maupun eksternal

Ia menyebutkan, pada Mei 2017, lembaga pemeringkat Standard & Poor’s (S&P) memberikan “investment grade” kepada Indonesia. Ini adalah untuk pertama kalinya dalam 20 tahun, Indonesia mendapatkan “investment grade” dari tiga lembaga pemeringkat yaitu S&P, Moody’s, dan Fitch.

“Perkembangan yang positif ini adalah berkat satu hal, yaitu reformasi. Kita telah bekerja keras dan akan terus bekerja keras untuk mengimplementasikan reformasi struktural,” kata Presiden Jokowi saat menyampaikan Keynote Speech pada acara Bloomberg the Year Ahead di Ritz Carlton Mega Kuningan, Jakarta, Rabu (6/12) pagi.

Presiden juga menyampaikan, dalam sebulan pertama pemerintahannya di tahun 2014, dirinya telah memangkas subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) sampai 80% sehingga memberikan ruang fiskal sebesar 20 miliar dollar AS per tahun untuk meluncurkan program infrastruktur terbesar dalam sejarah Indonesia.

“Saat ini kita berada di jalur yang benar untuk menyelesaikan sebagian besar proyek infrastruktur tersebut,” ujar Presiden Jokowi.

Menurut Presiden, pemerintah juga terus fokus melakukan upaya peningkatan yang konkret di berbagai komponen indeks kemudahan berusaha. Hasilnya, peringkat Indonesia naik dari 106 di tahun 2016 menjadi 72 di tahun 2018, atau naik 34 peringkat dalam dua tahun.

Karena itu, Presiden meyakini, dengan reformasi yang dilakukan serta peningkatan ekonomi, Indonesia telah memperoleh kembali kepercayaan publik. Ia menunjuk data, awal tahun ini, berdasarkan survei Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) dan Gallup World Poll (GWP), Indonesia memperoleh ranking pertama dari segi kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.

“Jadi buat yang baru saja menikah, ingat, jika satu tahun pernikahan tidak berjalan dengan baik, jangan panik. Bertahan saja dan di tahun ketiga akan jauh lebih baik,” ucap Presiden Jokowi yang disambut senyum pada peserta yang hadir pada acara tersebut.

Pariwisata

Presiden juga menyampaikan peningkatan ekonomi regional di sektor pariwisata, di mana tahun ini jumlah wisatawan mancanegara naik tercatat 25% year on year, dan investasi di sektor pariwisata tercatat tumbuh 35% year on year.

“Peningkatan jumlah penduduk kelas menengah di China, India, dan negara lain di Asia Pasifik mengakibatkan ledakan jumlah wisatawan. Tapi ledakan jumlah wisatawan itu akan terlewatkan oleh Indonesia jika infrastrukturnya tidak siap,” terang Presiden.

Presiden menambahkan, guna mendukung sektor pariwisata, dua minggu lalu dirinya baru saja meresmikan beroperasinya Bandar Udara (Bandara) Silangit di kawasan Danau Toba, Sumatera Utara.

“Maskapai Garuda Indonesia terbang secara langsung dengan rute Singapura – Danau Toba. (Bandara di) Belitung dan Labuan Bajo juga akan segera diubah menjadi bandara internasional,” sambung Kepala Negara.

Ditambahkan Presiden, ketika dilakukan perluasan Bandara di Manado, Sulawesi Utara, kemudian beberapa maskapai meluncurkan penerbangan langsung dari Manado ke Tiongkok, jumlah wisatawan dari negara tersebut ke Manado naik dari 12 ribu per tahun menjadi 12 ribu per bulan.

Selain sektor pariwisata, pada kesempatan ini, Presiden juga mengungkapkan peningkatan yang cukup signifikan di sektor e-commmerce di Indonesia.

“Saat ini kita memiliki banyak ‘unicorn‘ di perusahaan start up e-commerce dengan nilai 1 miliar dollar AS yang mengisi pasar domestik. Kita akan memiliki lebih banyak lagi di masa yang akan datang,” papar Presiden.

Kepada Bergelora.com dilaporkan, dalam acara yang dihadiri oleh para CEO perusahaan nasional terkemuka itu, Presiden Jokowi didampingi oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan Kepala BKPM Thomas Lembong. (Calvin G. Eben-Haezer)

Add comment


Security code
Refresh