Ekonomi
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman panen raya jagung hibrida di desa Atolano Kecamatan Lambandia Kolaka Timur. Dalam panen tersebut Mentan didampingi Plt Gubernur Sultra, Bupati Kolaka Timur, Kasdam Wirabuana, Kadistan Prov, Sultra. (Ist)

KOLAKA TIMUR - Di akhir tahun 2017 ini, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman patut bernapas lega. Pasalnya satu per satu komoditas strategis mampu menunjukan produksi yang terbilang memuaskan. Yang terbaru adalah jagung, dalam beberapa hari ke depan Pemerintah Indonesia bisa mendeklarasikan bahwa di tahun 2017 Indonesia tanpa impor jagung. Kebutuhan jagung dalam negeri mampu dipenuhi dari prosuksi dalam negeri sendiri bahkan berlebih.

Beberapa kebijakan telah dijalankan untuk mencapai hasil tersebut di antaranya penutupan keran impor dan keterjaminan harga jual di tingkat petani. "Kita patut bangga kita bisa mengatakan bahwa Indonesia swasembada jagung dimana puluhan tahun (yang lalu) kita hanya mengimpor bahkan (saat ini) kita sudah mengekspor, ini prestasi petani Indonesia, itu prestasi kita bersama", ujar Menteri Amran.

Dalam rangka menjamin harga jual yang sesuai di tingkat petani, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melaksanakan kunjungan kerja di Kecamatan Lambandia Kabupaten Kolaka Timur Provinsi Sulawesi Tenggara. Amran didampingi langsung oleh Plt. Gubernur Sulawesi Tenggara Saleh Lasata dan Bupati Kolaka Timur Tony Herbiansyah melaksanakan panen raya jugung di wilayah tersebut. Untuk diketahui, untuk wilayah Kolaka Timur sendiri dan sekitarnya sedang panen raya jagung. Hal tersebut mempengaruhi harga jual di tingkat petani yang kini berada di kisaran Rp 25.000/kilogram atau turun 20 persen dibanding HPP yang ditetapkan oleh pemerintah yakni Rp 3.150/kilogram.

"Kami himbau GPMT, kami sudah telepon tadi ketuanya, tolong serap (jagungnya). Bulog harus berada terdepan, harus dibeli 3.150, wajib itu perintah Bapak Presiden", pasti Amran. "Bantuan naikkan 7.000 hektare juga tidak apa-apa, aku bangga kalau kalian berproduksi, kesejahteraan pasti meningkat", sambungnya.

Kabupaten Kolaka Timur sendiri memiliki luas wilayah 3.634 kilometer persegi dengan 130 ribu jiwa penduduk, dimana mata pencaharian utamanya 98% adalah petani. Dengan kondisi seperti tersebut, sektor pertanian sangat strategis perannya dalam mempengaruhi perekonomian di kabupaten ini. Bupati Kolaka Timur Tony Herbiansyah mengakui terjadi perubahan budaya bertani dengan bantuan alsintan yang dimulai saat periode Amran menjabat, petani di wilayahnya mampu mengelola secara modern. "Sangat berharga sekali dengan adanya alsintan ini", tambahnya

"Komoditas pertanian kami yang utama adalah kakao, padi swah, merica. Kakao icon kolaka timur. Tetapi dari 65 ribu ha pohon kakao yang berproduksi tinggal 40 persennya, ditambah lagi produksinya sudah menurun. Dulu kakao mampu menghasilkan 2 ton per hektare kini tinggal 500 kg. Penyebabnya umur kakao sudah di atas 25 tahun", terang Tony menambahkan.

Menyikapi hal yang disampaikan tersebut, Amran langsung memerintahkan Dirjen di jajarannya untuk segera melakukan replanting. Bantuan bibit kakao sendiri di tahun 2018 sekitar 1.000 hektare atau setara dengan 4.500 pohon. Bantuan bibit jagung 2018 juga ditingkatkan dari sebelumnya 3.000 hektare menjadi 7000 hektare.

Sebelumnya Bupati Tonh mengaku "kini kondisi padi 14 ribu hektare dan surplus 42 ribu ton, sebelum adanya kebijakan pak menteri, Kolaka Timur tidak surplus, tetapi setelah ada alsintan menjadi surplus". Kegiatan ini juga dihadiri oleh Aster Kasad Mayten TNI Supartodi dan Kasdam XIV/Hasanuddin Brigjen TNI Budi Sulistijono.

Mentan Panen Jagung

Sebelumnya, Kepada Bergelora.com dilaporkan, Menteri Pertanian melakukan panen raya jagung hibrida di desa Atolano Kec. Lambandia Kolaka Timur. Dalam panen tersebut  Mentan didampingi Plt Gubernur Sultra, Bupati Kolaka Timur, Kasdam Wirabuana, Kadistan Prov, Sultra.

Mentan dalam sambutannya mengatakan bahwa Sultra luar biasa, karena luas tanam jagung mencapai 90.000 ha.

Prestasi yang perlu dibanggakan saat ini kita telah ekspor jagung ke luar negeri. Menteri mengingatkan kepada Dolog agar tetap membeli jagung dengan harga 3.150/ kg.

Hasil panen jagung mencapai 10, 3 ton per ha. Luas tanam jagung di Atolano 50 ha, sedangkan luas dipanen hari ini 10 ha.

Ketua Kelompok LEM Sejahtera Jupri mengatakan bahwa selama ini telah 3 kali panen, dan panen yg terbaik adalah musim ini.

Teknologi yg diterapkan yaitu penggunaan benih hibrida, pupuk Urea, ZA dan SP 36 serta penyiangan. (Hani)

 

Add comment

Security code
Refresh