Ekonomi
Mendes PDTT Eko Sandjojo saat temu kepala desa baru baru ini. (Ist)

SEMARANG – Pemerintah harus terus melatih rakyat untuk meningkatkan kemampuan merencanakan, menggunakan dan memonitor penggunaan dana desa. Agar penggunaan dana desa bisa optimal untuk membangun dan mengembangkan potensi desa-desa di Indonesia. Kinerja Kemendes PDTT juga harus terus ditingkatkan terutama mendorong tumbuhnya produk unggulan desa (prukedes) bisa laku di pasaran lewat Badan Usaha Milik Desa (BUMDES). Hal ini disampaikan oleh Mantan Ketua Umum Serikat Tani Nasional (STN), Imam Budi Sanyoto kepada Bergelora.com dari Bawen, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (9/6).

“Memang terasa ada peningkatan pembangunan di desa-desa. Namun saat ini harus fokus mendorong percepatan ekonomi desa. Itu hanya bisa jika rakyat desa bisa memanfaatkan potensi desanya,” ujarnya.

Menurutnya sebagian besar rakyat desa harus terus berlatih untuk bisa meningkatkan potensi desa menjadi kekuatan ekonomi secara nyata. Agar dana desa yang sampai di desa tepat sasaran yaitu produk unggulan desa (prukedes) bisa laku di pasaran lewat Badan Usaha Milik Desa (BUMDES).

“Belum semua desa punya embung dan lapangan olahraga. Kalau ada embung dan lapangan olahraga maka jadi sarana wisata rakyat,” ujarnya.

Sebelumnya, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) gelar Dialog Interaktif dan Buka Puasa Bersama Menggali Gagasan dan Aksi Kolektif dalam rangka Percepatan Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa di Gedung Makarti Muktitama Kemendes PDTT, Jakarta pada Rabu (5/6).

Dalam dialog interaktif ini dihadiri sejumlah narasumber yakni Koordinator Staf Khusus Presiden Teten Masduki, Ketua Komisi V DPR RI Faris Djemy Francis, Direktur Indo Barometer Muhammad Qodari, dan Akademisi UIN Sunan Kalijaga Abdul Rozaki.

Dalam sambutannya, Mendes PDTT Eko Sandjojo menyampaikan capaian pembangunan desa sejak dana desa digulirkan pada 2015 lalu mengalami peningkatan yang signifikan. Capaian tersebut pun tidak hanya dari aspek pembangunan fisik.

"Oleh karena itu, sejak tahun 2015 hingga saat ini alokasi dana desa terus ditingkatkan karena dana desa ini mempercepat pembangunan dan pertumbuhan ekonomi didesa dan serta mengurangi stunting. Apalagi, serapan anggarannya terus meningkat setiap tahunnya," katanya.

Koordinator Staf Khusus Presiden Teten Masduki menyampaikan bahwa pembangunan desa merupakan sebuah langkah yang tepat dalam mengatasi kesenjangan, baik kesenjangan sosial maupun kesenjangan pembangunan antara kota dan desa.

“Penggunaan dana desa diharapkan betul-betul bisa menumbuhkan kekuatan ekonomi produktif baru di desa. Sehingga pemerataan keadilan dan kesejahteraan pembangunan dapat merata di seluruh Indonesia," katanya.

Teten mengapresiasi Kemendes PDTT yang selama ini mendorong program Prukades (Produk unggulan desa) dan BUMDes. Menurutnya, program ini dinilai telah berhasil dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi di desa dan menciptakan lapangan pekerjaan baru di desa.

"Jadi, Prukades dan BUMDes ini sudah tepat untuk turut kita dorong bersama-sama demi terciptanya pertumbuhan pembangunan dan ekonomi serta pendapatan masyarakat didesa," katanya.

Sementara itu, Ketua Komisi V DPR RI Faris Djemy Francis menyampaikan bahwa Komisi V yang menjadi mitra kerja Kemendes PDTT akan terus memberikan dukungan kepada Kemendes PDTT berkaitan dengan program-program yang selama ini dinilai telah berhasil dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di desa.

"Bukan hanya pujian saja, kita juga memberikan kritik pada pemerintah khususnya Kemendes PDTT dalam rangka mengatur program-program agar berjalan dengan sukses karena ini semua untuk rakyat," katanya.

Apresiasi juga diberikan oleh Direktur lembaga survei Indo Barometer Muhammad Qodari yang melaksanakan survei pada Bulan April lalu terkait kepuasan publik terhadap visi Nawacita. Dalam hal ini, Nawacita dimaksud yakni poin ketiga yang berisi membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah dan pedesaan. Capaian visi tersebu menempati posisi yang tertinggi dalam tingkat kepuasan masyarakat.

"Tentunya kalau berbicara kementerian yang menjadi ujung tombaknya adalah Kemendes PDTT. Selamat pada Kemendes PDTT atas capaian-capaiannya dalam program penggunaan dana desa. Walaupun ada juga kontribusi dari kementerian-kementerian yang lain," katanya. (Andreas Nur)

Add comment

Security code
Refresh