Ekonomi
Bupati Lampung Timur Chusnunia (Nunik) saat menghadiri HUT Desa Kebon Damar Yang ke-46 Kecamatan Mataram Baru, Lampung Timur. Bupati Nunik paling gencar mendorong desa menjadi tempat wisata. (Ist)

BANDAR LAMPUNG- Kebun belakang rumah warga di Tanjung Kesuma yang awalnya terbengkalai tanpa pernah disentuh sejak pertama kali transmigrasi terjadi di desa ini, menjadi harta berharga untuk menggaet wisatawan. Di lahan milik warga seluas tak lebih dari 1 hektar, berupa rawa dan hutan alami itulah yang kini menjadi daya tarik wisata alam.

Kusaini Ahmad, Kepala Unit Wisata Desa di Tanjung Kesuma, Purbolinggo, Lampung Timur menjelaskan keberadaan tanaman hutan yang alami berupa tanaman perdu, tanaman hutan alami menjadi saksi hidup perubahan ekosistem lingkungan di Provinsi Lampung.

“Ada tanah milik warga, wisatawan bisa melihat dan menikmati dari dekat berbagai tanaman hutan yang asli seperti apa. Mengenal keragaman hayati sebagai ciri-ciri hutan alami. Pohon jengkol itu seperti apa, dan lain-lain,” kata Kusaini Ahmad.

Kusaini, lulusan D3 Pelayaran sebuah akademi pelayaran di Yogyakarta yang memilih berlabuh di desa ini mengakui dirinya hanyalah sopir perahu di rawa. Namun dirinya cukup senang karena bisa mengenalkan wisata alam yang unik dari desanya.

Suasana berwisata alam di hutan Tanjung Kesuma Purbolinggo, Lampung Timur.(Ist)

“Wisata desa, destinasi wisata itu jangan hanya melulu pantai, gunung, air terjun saja atau hal yang indah lainnya. Mengenali lagi lingkungan kebon belakang rumah di desa juga banyak peminatnya,” kata Kusaini.

Upaya pengembangan wisata desa yang kini pengelolaannya dalam payung besar Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Artha Jaya Kesuma diawali pada Juni 2016 silam. Kini usaha BUMDes sudah berkembang untuk beberapa unit usaha yaitu Lumbung Pangan, Tata Busana, Wisata Desa, Bank Sampah dan Usaha Bersama dengan perbankan BNI46.

“Pengembangan usaha dari kelompok tani, penjahit di desa yang mencapai 60 penjahit untuk usaha tata busana, juga pengelolaan bank sampah. Nah, unit wisata desa kita mulai startnya pada November 2017. Alhamdulillah respon bagus,” kata Kusaini.

Langkah promosi destinasi wisata desa dilakukan lewat beragam kanal media sosial seperti Facebook, Instagram juga beberapa fasilitasi dukungan program promosi dari pemerintah daerah Kabupaten Lampung Timur. Usaha jasa wisata desa ini memiliki 4 orang tenaga pokok dan 10 orang tenaga lepas untuk membantu saat ada puncak kunjungan wisata. Selain melayani anak-anak sekolah untuk outbond, edu game, flyng fox, jungle track, pengelola wisata desa Tanjungkesuma melayani juga paket wisata mandiri, wisatawan dari luar.

Mencapai kawasan wisata desa Tanjungkesuma cukup mudah. Akses jalan mulus bisa dilalui dengan menyusuri jalan raya Bandarlampung-Metro ke Lampung Timur. Bisa juga dari Bakauheni menyusuri lintas timur Sumatera lalu berbelok ke arah Metro dan masuk ke Kecamatan Purbolinggo, Lampung Timur.

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo meninjau menuju Bukit Cula di Desa Bumiwangi, Kecamatan Ciparay, Bandung Jawa Barat, Minggu (3/6). (Ist)

Bukit Cula

Kepada Bergelora.com dilaporkan sebelumnya, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo meninjau program padat karya tunai dengan anggaran dari dana desa yang dilakukan oleh warga di Desa Bumiwangi, Kecamatan Ciparay, Bandung Jawa Barat, Minggu (3/6).

Program padat karya tunai yang dilaksanakan salah satunya yakni pembangunan pembukaan jalan area wisata Bukit Cula dengan panjang 800 meter dan lebar 3 meter yang waktu pelaksanaannya selama 6 hari.

"Potensi desa wisata itu besar sekali. Bumiwangi akan kembangkan wisata Bukit Cula. Oleh karena itu, kita harapkan peran dari Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) untuk turut mengembangkan potensi ini agar dapat menambah pendapatan bagi desanya," kata Mendes PDTT Eko Putro Sandjojo di Desa Bumiwangi, Minggu (3/6).

Menteri Eko menyakini dengan pengelolaan wisata bukit cula oleh BUMDes akan berdampak pada perekonomian di Desa Bumiwangi dan meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat desa setempat.

"Bukan dapat laporan kalau pertanian di sini surplus dan akan membuat pertanian organik. Jadi, kalau bisa BUMDesnya diarahkan juga untuk mengelola sampah-sampah untuk bikin pupuk organik dan plastiknya dijual sebagai pelet plastik sehingga bisa menghasilkan tambahan pendapatan buat masyarakat di samping pertanian menjadi pertanian organik," katanya.

Sementara itu, Kepala Desa Bumiwangi, Rudi menyampaikan terkait penggunaan anggaran Dana Desa khususnya untuk kegiatan padat karya tunai terutama untuk mengembangkan area wisata bukit cula dengan pembukaan akses jalan.

Menurutnya, sekitar 20 hektar area wisata Bukit Cula akan dibentuk konservasi alam untuk pemulihan alam dan menahan erosi tanah serta bekal anak cucu di masa mendatang.

"Bukit Cula ini kita harus rawat dan pulihkan dari sakit. Pemerintah desa Bumiwangi dan warga telah berkomitmen agar Bukit Cula ini menjadi indah, aman, nyaman dan tampak lingkungan hijaunya tertata dengan baik," katanya.

Lebih lanjut, Rudi mengatakan bahwa Bukit Cula yang menjadi potensi wisata dipastikan akan dikelola oleh BUMDes agar dapat meningkatkan perekonomian desa.

"Sebagai wisata alam, Bukit Cula ini akan dikelola oleh BUMDes agar pendapatan desa juga meningkat. Ke depan kita akan kembangkan juga area untuk wisata edukasi, embung, dan wisata minimalis di kawasan Bukit Cula," katanya.

Dalam kunjungan meninjau program padat karya tunai ke Desa Bumiwangi, Mendes PDTT Eko Putro Sandjojo turut memberikan bantuan kepada 10 BUMDes di Kecamatan Ciparay dengan masing-masing bantuannya sebesar Rp 50 juta. (Much. Fatchurochman/Web Warouw)

Add comment

Security code
Refresh