Ekonomi
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan. (Ist)

JAKARTA —  Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan memastikan pemerintah tidak akan menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi yakni minyak tanah, minyak solar dan premium. Penegasan tersebut terkait adanya isu pemerintah yang bakal menaikan harga BBM karena adanya pelemahan rupiah.

“Pemerintah tidak rencanakan kenaikan harga dalam waktu dekat,” tegas Jonan saat konferensi pers di kantor Kementerian ESDM, Jakarta Pusat, Selasa (4/9).

Sementara itu kepada Bergelora.com dilaporkan, Istana Kepresidenan menyatakan opsi penyesuaian atau penaikan harga BBM untuk menahan tekanan depresiasi nilai tukar rupiah tidak pernah dibicarakan.

Saat ini, opsi penaikan harga BBM sama sekali tidak dibahas meskipun sebagian pengamat, bahkan mantan Menteri Keuangan Chatib Basri menyarankan hal tersebut mengingat tekanan utama untuk rupiah terjadi karena melebarnya defisit neraca perdagangan.

"Sampai sekarang pemerintah belum pernah membahas opsi itu," kata Staf Khusus Presiden bidang Ekonomi, Ahmad Erani Yustika, Selasa (4/9).

"Pemerintah sampai sekarang masih mengoptimalisasikan pilihan kebijakan yang sudah dirancang."

Sebelumnya, Wakil Presiden Jusuf Kalla juga menyatakan Presiden Joko Widodo dan jajarannya sama sekali tidak membahas hal itu.

"Saya belum dengar itu dibicarakan."

Adapun laju rupiah hari ini (4/9/2018) dibuka pada level Rp 14.822 per dolar Amerika Serikat (AS) dan ditutup menyentuh level terendahnya dalam lima tahun terakhir ke posisi Rp 14.935 per dolar AS pada penutupan perdagangan Selasa (4/9/2018).

Mengacu Bloomberg, dengan posisi tersebut, depresiasi kurs Rupiah meningkat menjadi 10,18 persen.

Sementara itu harga harga Prem‎ium penugasan saat ini Rp 6.450 per liter dan Solar subsidi Rp 5.150 per liter, sedangkan harga minyak tanah dan harga minyak tanah yakni minyak tanah 2.500 per liter.

Sedangkan harga BBM non subsidi harganya menyesuaikan dengan harga minyak dunia yang di SPBU Pertamina di kawasan DKi Jakarta per 1 Juli 2018 Rp 7.800 per liter untuk pertalite, pertamax Rp 9.500 per liter, lalu pertamax turbo Rp 10.700 per liter, pertamina dex Rp10.500 liter dan Dexlite Rp 9.000 per liter. (Enrico N. Abdielli)

Add comment

Security code
Refresh