Ekonomi
Mobil terbang China yang pertama. (Ist)

JAKARTA - Dalam film-film, kita sering disuguhi cerita dengan daya khayal yang tinggi. Ada robot yang menjadi mobil, mobil jadi pesawat atau sebaliknya, atau juga mobil terbang. Tapi kita melihatnya sebagai khayalan biasa. Itu semua hanya ada di imajinasi film-film, bukan di dunia nyata.

Namun, imajinasi yang ada di film-film itu sebentar lagi akan menjadi kenyataan. Mau buktinya? Perusahaan AeroMobil revolusioner, Slovakia, baru-baru ini telah menandatangani kerjasama strategis dengan Baoneng Motor, sebuah perusahaan China. Slovakia, demikian nama mobil terbang itu menjadi bintang di China International Import Expo, yang digelar di Shanghai, November ini. Pameran ini dihadiri 3000 perusahaan dari 130 negara.

China berencana membangun 500 bandara baru untuk penerbangan umum pada 2020.

"Pasar mobilitas China memiliki potensi besar karena tumbuh dan berinovasi sangat cepat," kata Juraj Vaculík, pendiri dan CEO AeroMobil, seperti dilansir laman spectator. Dalam pameran itu, Slovakia juga memperkenalkan desain AeroMobil terbaru yang disebut Sky Dragon, yang dirancang khusus untuk pasar China.

Naga untuk China

"China akan menjadi salah satu ekonomi paling berpengaruh abad ini yang akan memiliki infrastruktur untuk mobil terbang yang inovatif," kata Vaculík, ketika menjelaskan mengapa mereka memutuskan untuk merancang model yang unik hanya untuk China.

Shanghai adalah kota terbesar kedua di dunia dengan 25 juta penduduk. Kondisi ini memerlukan langkah-langkah signifikan untuk peningkatan mutu lalu lintas, seperti elektrifikasi mobil dan sepeda motor bawah tanah yang modern, dan berbagi dengan sepeda.

Model Sky Dragon, yang dirancang untuk pasar lokal disebut-sebut melambangkan kekuatan kedua model sebelumnya dari mobil terbang AeroMobil. Ini menggabungkan teknologi terbaru yang digunakan dalam industri mobil dan pesawat terbang.

Media Cina menggambarkan model itu sebagai mobil sci-fi dari Slovakia yang dapat berubah menjadi pesawat terbang dalam tiga menit. Mobil ini punya daya dorong hingga 160 km / jam atau terbang hingga 260 km / jam.

AeroMobil untuk China semuanya akan berwarna merah dengan aksesori emas dan naga, yang merupakan simbol atap China. Perusahaan Slovakia juga menyajikan dua model lainnya, AeroMobil 4.0 STOL dan 5.0 (VTOL) untuk China. Selain itu, perusahaan Slovakia menandatangani kemitraan strategis dengan perusahaan China Baoneng Motor, yang memiliki Qoros, produsen mobil mewah Cina, selama pameran Shanghai.

"Kendaraan kami memiliki banyak paten global dan dirancang untuk memberi kesan kepada pemain utama di bidang mobil dan industri pesawat yang akan bekerja sama dengan kami," kata Patrick Hessel, presiden perusahaan AeroMobil.

Kedua perusahaan sepakat untuk menjajaki kemungkinan penggunaan pesawat pribadi di China bersama dengan pengembangan model VTOL, yang dapat digunakan di kota-kota.

"Kami berharap lalu lintas akan bergerak dari ruang 2D ke 3D berkat AeroMobil," kata Yao Zhenhua, presiden Grup Baoneng. (Ina)

Add comment

Security code
Refresh