Ekonomi
Pelatihan Duta Petani Muda Bertani untuk kini dan nanti 25 November - 1 Desember 2018, Balai Besar Pengembangan Latihan Masyarakat, KEMENDESA, Ciracas, Jakarta.

JAKARTA– Program Duta Petani Muda telah mempromosikan sektor pertanian dengan menginspirasi anak muda untuk menjadi petani dan berkontribusi pada perkembangan daerah masingmasing melalui kerjasama dengan kelompok tani, organisasi pemuda dan sektor bisnis. Para petani muda telah menjadi rujukan untuk bantuan teknis pertanian, mendorong temuan dalam usaha pertanian pangan dan memperluas jaringan anak muda lain untuk memulai usaha dengan menjadi mentor sebaya.

Hal penting dalam program Duta Petani Muda ini adalah pelatihan intensif selama enam hari untuk meningkatkan kapasitas pengetahuan tentang bisnis, penambahan wawasan tentang tren dan tantangan sektor pertanian pangan, pengenalan aspek gender, dampak lingkungan dan sosial dari rantai nilai pertanian, serta pengembangan karakter kepemimpinan bagi petani muda. Pelatihan dirancang dengan pendekatan pendidikan orang dewasa yang memadukan teori di kelas dan praktik. Kurikulum pelatihan dirancang untuk meningkatkan kepercayaan diri dan kualitas kepemimpinan, serta menghubungkan para petani muda dengan jaringan pendukung produksi pangan. 

Kepada Bergelora.com dilaporkan, dalam pelaksanaan ketiga tahun ini, Program Duta Petani Muda mendapat dukungan Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendesa PDTT) Direktorat Jenderal Pembangunan Daerah Tertinggal (Ditjen PDT). Ditjen PDT memfasilitasi pelaksanaan pelatihan bisnis inovatif dan kepemimpinan bagi sepuluh Duta Petani Muda di Balai Besar Pengembangan Latihan Masyarakat, Jakarta. Dari sepuluh peserta, lima orang petani muda memiliki usaha di daerah tertinggal. Diharapkan sekembalinya dari pelatihan mereka mampu menjadi agen perubahan penggerak ekonomi desa dengan inovasi di sektor usaha berbasis pertanian dan pangan. 

Dirjen PDT, Samsul Widodo memandang bahwa pertanian adalah masa depan Indonesia. Dalam setiap kesempatan, Samsul Widodo selalu menyampaikan bahwa, “Indonesia adalah negara besar dengan potensi pertanian yang melimpah. Saat ini sebanyak 82,77% penduduk desa yang menggantungkan sumber pendapatannya dari sektor pertanian. Diperlukan inovasi melalui pemanfaatan teknologi untuk membuat produktivitas pertanian Indonesia semakin meningkat. Tentu saja tujuan akhirnya adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat”.

Pelatihan Duta Petani Muda Bertani untuk kini dan nanti 25 November - 1 Desember 2018, Balai Besar Pengembangan Latihan Masyarakat, KEMENDESA, Ciracas, Jakarta.

Lebih lanjut Samsul Widodo menjelaskan, “Berbicara tentang inovasi dan pemanfaatan teknologi, erat kaitannya dengan pemuda sebagai subjek dan objek penerima perubahan. Oleh karena itu, melalui kegiatan ini kita berupaya membangun kesadaran anak-anak muda untuk terjun di bidang pertanian. Kita harus membangun branding bahwa menjadi petani itu keren dan kekinian.”

“Pelatihan bisnis inovatif dan kepemimpinan petani muda ini menyediakan ruang bagi para petani muda terpilih untuk memperkuat kemampuan mereka dalam menjalankan usaha, mempertajam karakter kepemimpinan, dan terhubung dengan sesama petani muda dari berbagai daerah di Indonesia,” kata Dedi Triadi, Country Network Coordinator, AgriProFocus Indonesia. 

Lebih lanjut, M. Maulana dari Workout.ID menambahkan, “Potensi para petani muda untuk lebih berkembang sangat besar. Pelatihan ini menjadi ruang bagi mereka menajamkan insting usaha yang berkelanjutan, membuka jejaring, dan mempercepat adaptasi dalam pemanfaatan perkembangan teknologi untuk usaha di sektor pertanian dan pangan.”

“Pelatihan ini menghubungkan petani muda dengan berbagai pelaku dan profesional di sektor pertanian, sehingga mempercepat proses pembelajaran dan memperkuat pengembangan usaha. Mereka disiapkan menjadi role model dengan mengekspos dan memamerkan agribisnis petani muda ke media, publik yang lebih luas, dan pemangku kebijakan. Dengan demikian para petani muda ini akan mendapat dukungan yang lebih luas,” kata Said Abdullah, Koordinator Kedaulatan Rakyat Untuk Keadilan Pangan.

“Pelatihan menjadi tahap penting dalam menyiapkan petani muda yang paham tentang tantangan dan peluang sektor pertanian di masa depan, sehingga mereka dapat beradaptasi, memperluas pengaruh dan menjadi ujung tombak mendorong regenerasi petani di Indonesia serta pertumbuhan ekonomi desa,” kata Torry Kuswardono, Direktur Perkumpulan Pikul, anggota konsosrsium penyelenggara Duta Petani Muda berbasis di Kupang, NTT.  

 Duta Petani Muda telah dilakukan selama dua kali pada tahun 2014 dan 2016. Program ini telah mampu memberdayakan petani muda dari berbagai daerah di Indonesia. Para Duta Petani Muda telah mengembangkan usahanya lebih lanjut dan memperluas pengaruh mereka di komunitas desa dan kota. Program ini memungkinkan para petani muda, yang berperan penting sebagai produsen pangan, berkesempatan tampil di ruang publik menyebarkan gagasan pentingnya regenerasi petani di Indonesia. Para Duta Tani muda ini juga telah memamerkan agribisnis yang prospektif, diakui public, dan sesuai dengan pembuat kebijakan tentang perlunya regenerasi tani dan produsen pangan kita. 

Duta Petani Muda 2018 diselenggarakan oleh konsorsium yang terdiri dari AgriProFocus Indonesia, KRKP, KAIL, Workout.ID, Perkumpulan PIKUL, dan Oxfam di Indonesia. Program ini didukung dan difasilitasi oleh Direktorat Jenderal Pembangunan Daerah Tertinggal, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonesia serta didukung oleh Bank Indonesia. 

Para sponsor adalah Academies Australasia Institute dan Yayasan KEHATI. Para knowledge partner adalah Agra.id, GambaranBrand, ICCO Cooperation, Interstellar, I-Grow, Truvalu. 

Narahubung:

  • • Maula Paramitha, Country Network Facilitator AgriProFocus Indonesia - Mobile 0857 2938 4699

Add comment

Security code
Refresh