Berita Nasional

“Sebuah liputan Investigasi dari  Associated Press (AP) membongkar program USAID untuk memanipulasi pemuda Kuba”

JAKARTA- Lembaga Amerika Serikat, United States Agency for International Development (USAID) secara rahasia mengirim pemuda-pemuda latin amerika ke Kuba untuk percobaan membangun oposisi dan menghancurkan revolusi Kuba. Hal ini disampaikan olehwww.grandma.cu, 6 Agustus 2014 lalu, berdasarkan dari sebuah laporan invesitigasi yang dilakukan oleh Kantor Berita Associated Press(AP).

 

Sebelumnya AP pernah juga mengekspos ZunZuneo Project, yang melakukan upaya de-stabilisasi di Kuba dengan melibatkan tehnologi selular.

Laporan yang dibuat oleh jurnalis Desmond Butler, Jack Gillum, Alberto Arce dan Andrea Rodríguez, mengatakan bahwa pada awal Oktober tahun 2009, USAID mengirim pemuda-pemuda Venezuela, Costa Rica dan Peru ke Kuba dengan tujuan melakukan pemberontakan di Kuba.

AP mengatakan, “Mereka bekerja diam-diam. Sering menyamar sebagai turis pelancong  dan melakukan perjalanan keliling negara pulau Kuba sambil merekrut orang yang bisa dijadikan aktifis politik.”

Proyek ini dilakukan dengan menggunakan cara-cara lama intelejen Amerika seperti menggunakan jalur komunikasi rahasia, membangun front dan memalsukan informasi, jasa keamanan, mempromosikan pertukaran pemuda, pengumpulan informasi intelejen dari masyarakat, persiapan psikologis dalam menghadapi deteksi pengamanan pemerintah Kuba, penggunaan kode komunikasi antar mereka.  Walau demikian para jurnalis memastikan bahwa proyek USAID ini tidak kompeten dan sangat beresiko.

Penyamaran dan operasi ilegal itu melibatkan masyarakat setempat,  bahkan setelah penahanan dan vonis pada seorang kontraktor Amerika, Alan Gross yang dipenjara karena melakukan pelanggaran atas kemerdekaan  dan kedaulatan negara Kuba.

Pemuda-pemuda Kuba seperti mahasiswa Héctor Baranda,-- kaget saat mendengar laporan dari AP bahwa para “pelancong” asing yang berteman dengan dirinya adalah pekerja di USAID.

Seorang pemuda Costa Rica, Fernando Murillo adalah salah satu dari pemuda Amerika Latin yang bekerja pada proyek USAID itu. “Tugas mereka adalah merekrut pemuda-pemuda Kuba untuk menjadi aktivis anti pemerintah Kuba,” demikian AP.

 

Workshop Kesehatan

Cara lain adalah dengan mengadakan beberapa aktivitas legal termasuk workshop dan pelatihan perlindungan dan pencegahan kesehatan masyarakat. Seorang pemuda bernama Murillo meminta para pemuda Kuba untuk memeriksakan kesehatan setiap 48 jam. Padahal ia mengajarkan penggunaan kode-kode rahasia yang berhubungan dengan keamanan. Pemuda asal Costa Rica ini juga mengajarkan pada pemuda Kuba cara berpura-pura sakit kepala agar tidak mencurigakan pihak keamanan Kuba.

USAID juga menyewa sebuah perusahaan internasioanl bernama Creative Associates yang juga terlibat dalam ZunZuneo Project.

Menurut dokumen yang ditemukan AP dan wawancara pada 6 negara lainnya melaporkan, “Pemuda-pemuda yang dibina USAIDsering menyamar sebagai turis pelancong, mengunjungi kampus dan berpura-pura menjelek-jelekkan kredibilitas USAID dalam kerja-kerja kesehehatannya diseluruh dunia. Workshop tentang pencegahan HIV sering digunakan sebagai cover dari progam-program yang bertujuan politik.”

Investigasi AP menemukan bahwa “Operasi tersebut sering berujung pada bencana.Tidak ada jaring pengaman untuk para ‘pelancong’ yang tidak berpengalaman, yang bekerja secara ilegal di Kuba.”

Menurut AP, setelah Gross ditahan, USAID sempat menginformasikan penundaan rencana operasinya di Kuba. Namun demikian padaApril 2010, Fernando Murillo dikirim ke Havana. Ia disewa oleh Creative Associates untuk “menjadikan pemuda-pemuda Kuba yang apatis menjadi aktor-aktor politik yang aktif.”

Di Santa Clara,Murillo bertemu dengan sebuah kelompok kebudayaan yang menyebut diri mereka dengan “Revolution”, yang bergerak di bidang musik dan video.

Jika  dilakukan seminar untuk merekrut relawan-relawan baru, Murillo memerlukan tema yang “aman” agar tidak dicurigai pemerintah.

Murillo kemudian membuat sebuah workshop HIV, pada November 2010 yang diikuti 60 anak muda. Workshop itu seharusnya tentang sebuah pendidikan seks untuk menghadapi virus HIV. Namun dari dokumen yang ditemukan oleh AP menunjukkan, workshop itu menjadi ladang rekruitmen anak muda. Mereka diajarkan bagaimana mengorganisir diri.

 

Menjadi Pengajar

Ketika ia disewa di San Jose, Costa Rica, Murillo tidak pernah tahu secara detil tentang perjalanannya ke Kuba. Ia hanya menandatangani sebuah surat perjanjian yang menyebutkan dirinya seorang pengajar.

“Saya tidak pernah mengatakan akan ke Kuba untuk melakukan sesuatu yang bertentangan degan pemerintahan Kuba,” katanya.

Dalam laporan enam halaman yang dikirim Fernando Murillo ke Creative Associates, ia menekankan bahwa, “workshop dengan tema yang tepat merupakan penyamaran yang sempurna,” ujarnya.

Laporan lainnya, Murillo menunjukkan tujuan yang lain yaitu “meningkatkan jaringan relawan untuk transformasi sosial”

Manuel Barbosa, pendiri group seniman “Revolution” dalam wawancara terakhir di  Santa Clara menyebutkan bahwa pemuda-pemuda Costa Rica tidak pernah menyebutkan mereka bekerja untuk USAID.

Laporan AP mengatakan bahwa ”Tahapan workshop sebagai front untuk mengelabui kecurigaan pemerintah setempat. Legitimasinya adalah misi kesehatan USAID. Operasi semacam ini menghabiskan lebih dari 3 juta Dollar pertahun. Kata USAID, dipakai untuk menolong 50 ribu orang di 100 negara.”

Sementara Murillo dan kawan-kawan Costa Rica lainnya melakukan perjalanan dengan fokus mengadakan workshop HIV dan program lainnya,-- kelompok-kelompok anak muda Venezuela dan Peru dipindahkan kampus-kampus di Kuba. Dari dokumen dan wawancara pada mereka menunjukkan bahwa mereka “bertugas merekrut mahasiswa dengan tujuan jangka panjang yaitu membuat mahasiswa melawan pemerintahan Kuba”

Pada akhir 2009, Creative Associates menyewa pengacara Venezuea, Zaimar Castillo, untuk menjalankan organisasi bernama Renova.Organisasi ini mengunjungi tempat tinggal mahasiswa di  University of Santa Clara dan mengajak mereka untuk perjalanan weekendmenemui keluarga. Sebuah kelompok anak muda Peru yang lain juga mentarget mahasiswa dari Universitas lain di Santa Clara.

Kelompok-kelompok  binaan USAID ini punya kemampuan melaporkan secara rinci setiap target mahasiswa, tentang apa yang mereka katakan, pikirkan, sikap dan pandangan terhadap pemerintah Kuba. Profil setiap orang yang potensial didaftar berdasarkan nama. Kemampuan dan kepemimpinan calon rekruitmen dipelajari secara tercatat.

Para mahasiswa Kuba yang diwawancara AP kaget saat tahu bahwa pemuda-pemuda asing itu bekerja untuk USAID

Pada 3 September, 2010, Irving Perez,  manager dari Creative Associates di San Jose, mengadakan rapat melalui Skype untuk merubah strategi. “Program kita tidak bisa lagi bergantung pada perjalanan  ke semua wilayah di Kuba. Traveling, sudah tidak bisa menjadi tulang punggung dari operasi kita,” ujarnya pada para anggotanya.

Ketimbang melakukan traveling, mereka mencoba menolong beberapa orang Kuba yang disebut “star contacts” untuk mendapatkan visa masuk ke target negara-negara dunia ketiga.

 

Operasi Gagal

AP melihat kegagalan dari usaha-usaha operasi makar yang dilakukan USAID itu. Pada 4 Agustus 2011, Humas gedung putih Josh Earnest menolak komentar tentang upaya-upaya itu.

“Saya tidak bisa menanggapi laporan-laporan (sudah dipublis media Amerika) yang tidak akurat itu. Saya mengajak anda untuk langsung bertanya ke USAID saja,”

Juru bicara USAID Matt Herrick memastikan USAID tidak memiliki program-program rahasia di Kuba.

“Konggres Amerika Serikat memang mendanai program-program pro-demokrasi di Kuba untuk meningkatkan akses informasi dan penguatan masyarakat sipil,” ujarnya.

Herrick menambahkan bahwa semua program yang dibawa ke Kuba dapat diakses oleh publik lewat webpagewww.foreignassistance.gov .“Semuanya tidak ada yang rahasia, tidak ditutupi dan legal,” jelasnya.

Seperti dalam kasus ZunZuneo project, progam makar ini menggunakan metode yang modern, yang terus ditingkatkan setiap tahun. Tujuannya adalah untuk mencapai tujuan dominasi dan perubahan rejim di negara-negara yang menentang kepentingan Amerika Serikat. Dilakukan tanpa keterlibatan langsung dari kekuatan konvensional dengan biaya yang murah bagi negara agresor, tetapi sangat mahal akibatnya bagi negara korban.

Partisipasi dari orang-orang yang “unqualified”  dalam intelejen konvensional di Amerika dikumpulkan dalam lingkaran  pelatihan “U.S. Special Forces’ TC-1801”.

Menurut lingkaran itu, perang modern melibatkan “multi-agency” yang dilakukan oleh Amerika Serikat. Seluruh operasi mencerminkan keterlibatan penting dari USAID.

Pemerintah Amerika Serikat menghabisi jutaan dollar dari pajak rakyat Amerika yang katanya dipakai untuk kegiatan kemanusiaan di seluruh dunia, tetapi terbongkar,-- ternyata digunakan sebagai front untuk operasi-operasi intelejen. (Calvin G. Eben-Haezer)

Add comment


Security code
Refresh