Presiden Jokowi mengunjungi korban terdampak tsunami yang dirawat di RSUD dr. H. Bob Bazar, di Kalianda, Lampung Selatan, Rabu (2/1) siang. (Ist)

KALIANDA- Dalam rangkaian kunjungannya ke Provinsi Lampung, Rabu (2/1) siang, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjenguk pasien terdampak tsunami Selat Sunda yang sedang dirawat di RSUD dr. H. Bob Bazar, di Kecamatan Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan.

Tiba pukul 12.45 WIB, Presiden Jokowi langsung menuju ruang rawat pasien korban tsunami. Di antaranya, Presiden bertemu dengan Sarnama, seorang ibu yang tengah dirawat bersama putranya, Yudi 6 tahun.

Dalam kesempatan itu Sarnama menceritakan kepada Presiden, bagaimana Yudi bisa selamar dari gelombang tsunami yang menerjang Lampung Selatan, pada Sabtu, 22 Desember 2018 lalu.

Ia mengisahkan, saat terjadi tsunami sekitar pukul 22.00 WIB, Yudi sempat hilang dan baru diketemukan esok harinya (Minggu, 23 Desember) sekitar pukul 08.00 WIB.

“Yudi ditemukan saat berpegangan pada kayu. Sedangkan dua saudaranya, Ade Purnama (a7) dan Khalifah (1) meninggal dunia,”ucap Sarnama.

Dalam kunjungan tersebut, Presiden Jokowi didampingi oleh Menko Polhukam Wiranto, Menteri Kesehatan Nila Moeloek, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, dan Gubernur Lampung Ridho Ricardo.

Tidak Ada Huntara

Kepada Bergelora.com dilaporkan sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau bangunan yang terdampak tsunami Selat Sunda, di Desa Way Muli, Kecamatan Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung, Rabu (2/1) siang.

Dalam kesempatan itu, Presiden Jokowi memerintahkan jajaran pemerintah untuk melakukan penanganan pasca bencana tsunami dengan baik.

“Saya sudah sampaikan ke Bupati Lampung Selatan, Gubernur, Menteri PUPR, dan ke BNPB agar segera dilakukan penanganan, terutama setelah evakuasi selesai,” kata Presiden Jokowi kepada wartawan.

Sementara terkait permintaan warga yang terkena dampak tsunami agar rumah mereka segera dibangun, Presiden mengatakan, akan segera melakukannya.

“Kita akan masuk ke situ, ke tahap rekonstruksi dan pembangunan. Tidak ada hunian sementara (huntara). Jadi, langsung akan dibangun rumah, direlokasi karena di sini memang sangat rawan tsunami,” tegas Presiden.

Menurut Kepala Negara,  lokasi rumah yang akan dibangun untuk warga terdampak tsunami berada sekitar 400 meter dari lokasi yang dihuni warga saat ini. Ia menyebutkan, ada tanah 2 hektar di sana.

Mendapat Penjelaskan

Sebelumnya Presiden Jokowi mendapatkan penjelasan tentang sebaran dampak tsunami Kabupaten Lampung Selatan dari Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Lampung Selatan, saat tiba di Desa Kunjir, Kecamatan Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan, yang berjarak sekitar 116 km dari Bandara Raden Inten II.

Kepala Negara juga melihat bangunan yang terdampak tsunami dan berdialog dengan warga yang terkena dampak tsunami. (Salimah)