Ilustrasi pesawat Sriwijaya Air tinggal landas. (Ist)

JAKARTA-  Karena tidak sesuai dengan iklan Travel Pass yang ditayangkan, Perusahan Penerbangan Sriwijay dituntut oleh penumpang yang dirugikan oleh perusahaan tersebut. Sriwijaya diminta mengembalikan hak-hak para pengguna Travel Pass sesuai dengan janji dalam iklan yang tayangkan.

“Saya membeli travel pass karena percaya bahwa selama 365 hari bisa terbang dengan Sriwijaya dan Nam Air ke seluruh Indonesia. Kebetulan saya setiap minggu memang membutuhkan transportasi udara untuk kembali dari Jakarta ke Yogyakarta. Sejak Juni 2018 saya menggunakan travel Pass dan tidak ada keluhan. Saya mengapresiasinya,” demikian Damairia Pakpahan pelanggan penerbangan Sriwijaya kepada Bergelora.com di Jakarta, Rabu (9/1).

Namun sejak beberapa waktu belakangan mulailah terjadi kesulitan untuk memesan tiket. Tiket pada jadwal Jumat sore dan malam dari Jakarta ke Yogyakarta dan Senin pagi dari Yogyakarta ke Jakarta, tertulis sold out.

“Tapi kalau kita membuka Traveloka tiket yang ditulis sold out itu masih ada. Yang tersedia adalah tiket Minggu pagi jam 5 dari Yogyakarta ke Jakarta dan dari Yogyakarta ke Jakarta tiket sore malam hari. Yang tentunya untuk kami yang bekerja jadwal itu menjadi tidak relevan. Sampai akhirnya saya membeli tiket non Sriwijaya karena situasi ini,” ujarnya.

Menurutnya dirinya tidak sendiri yang mengalami situasi serupa. Pelanggan Sriwijaya tentu saja merasa ditipu oleh janji manis iklan perusahaan penerbangan Sriwijaya.

“Saya pun mencari tahu situasi ini dari para pengguna dan ternyata mereka pun mengalami hal yang sama, sulit mendapatkan tiket. Saya memprotes agar Sriwijaya mengembalikan hak-hak kami sesuai dengan iklan. Dan berbisnis dengan jujur dan berintegritas. Hargailah konsumen karena kami konsumen yang jujur,” tegas aktivis perempuan pendiri Organisasi Cut Nyak Dien di Yogyakarta ini.

Damairia mengingatkan bahwa dalam Undang-Undang No. 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen Pasal 8 ayat 1 huruf f dinyatakan, Pelaku usaha dilarang memproduksi dan/atau memperdagangkan barang dan/atau jasa yang: f) tidak sesuai dengan janji yang dinyatakan dalam label, etiket, keterangan, iklan atau promosi penjualan barang dan/atau jasa tersebut

Janji Sriwijaya Air

Sriwijaya Travel Pass (SJTP) pertama kali dikenalkan ke publik pada pertengahan tahun 2018. SJTP adalah sebuah program yang dikeluarkan oleh maskapai Sriwijaya Air, yang penjualannya juga terbatas.

Masa berlaku program ini adalah selama setahun semenjak tanggal pembelian. Penjualan program keanggotaan SJTP telah berlangsung sebelumnya pada 9 April 2018 hingga 9 Juni 2018.

Program yang ditawarkan sejatinya sangat menarik, yaitu terbang sepuasnya selama setahun untuk semua rute domestik menggunakan pesawat yang berada di bawah naungan Sriwijaya Grup (Sriwijaya dan Nam Air).

Harga yang perlu dibayar untuk dapat mengikuti program ini dengan menjadi anggota juga relatif murah, yaitu Rp 12 juta untuk keanggotaan selama setahun. Pada satu konferensi pers di tahun 2018, Direktur Komersil Sriwijaya Air, Toto Nursatyo, menuturkan bahwa dengan membayar sebesar Rp 12 juta, dapat menjadi member Sriwijaya dan dapat keliling Indonesia tanpa batasan dan tanpa blackout date.

Produk ini bahkan dapat digunakan saat peak season, asalkan seat untuk penerbangan yang dituju masih tersedia. Kira-kira seperti itu pernyataan yang sempat disampaikan pada waktu itu.

Beberapa bulan berlalu, program ini berjalan dengan lancar dan sangat baik. Sampai saat sebuah pesan melalui surat elektronik dari Sriwijaya menyatakan, mulai 22 Oktober 2018 pembatasan kuota bagi para anggota SJTP akan efektif diberlakukan, dengan alasan pertimbangan atas kondisi bisnis penerbangan.  (Web Warouw)