Petani sedang menanam kelor di perkebunannya di Sigi, Sulawesi Tengah. (Ist)

PALU- Sulawesi Tengah memiliki cukup banyak makanan Khas,--salah satunya adalah sayur Kelor. Bagi orang lain mungkin enggan mengkonsumsinya karena dihubungkan dengan mistik. Tapi Kelor ditanam karena menjadi makanan khas masyarakat Sulawesi Tengah sejak lama. Bahkan selain sudah menjadi istilah atau menjadi cerita bagi yang terkadang dijadikan guyonan bahwa jika sudah menginjakkan kaki di Tanah Kaili dan sudah makan daun kelor maka akan lupa pulang ke kampungnya. Mungkin hal itu dianggap sebagai cerita saja yang dapat diartikan jika sudah makan sayur kelor tidak akan bisa lupa tanah Kaili.

Belakangan barulah banyak orang yang kemudian menemukan ada begitu banyak manfaat dari tanaman Kelor seperti yang disampaikan oleh Dr. Widjaja Lukito, PhD, Sp,GK seorang spesialis gizi yang menyatakan bahwa tanaman Kelor memiliki kandungan protein vitamin antioksidan dan mineral yang tinggi.

Bagi masyarakat Suku Kaili yang merupakan suku asli atau mayoritas di Sulawesi Tengah, sayur Kelor enak dimasak dengan santan kelapa sebagai makanan khas,--akan lebih nikmat lagi dicampur dengan udang kering (ebi). Selain daun Kelor, buah Kelor yang masih muda juga dapat dijadikan sayuran.

Perkebunan Kelor yang sudah siap dipanen di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. (Ist)

Selain menjadi makanan khas bagi masyarakat Suku Kaili, dipercaya pula bahwa daun Kelor dapat menurunkan suhu badan bayi yang sedang mengalami panas tinggi. Caranya dengan menghaluskan daun kelor kemudian dicampur dengan kunyit juga perasan jeruk nipis. Rabuan itu selanjutnya dibasuh di kepala khususnya di ubun ubun bayi. Hal ini dipercaya dapat menurunkan demam bayi.

Ada juga kesaksian Efendi (58 tahun) dari Desa Pombewe, Keamatan Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi. Ia menceritakan bahwa sudah menderita sakit cukup lama bahkan dua bulan  terakhir harus bolak balik ke rumah sakit karena menderita sakit kolestrol dan gula (diabetes militus) yang tinggi.

"Beberapa minggu lalu saya sudah bersiap-siap untuk diantar lagi ke rumah sakit tapi keponakan saya, Mardan minta saya mencoba minum dulu air hasil dari fermentasi daun Kelor kering,” ujarnya.

Sayur Lodeh Daun Kelor siap disantap untuk melawan Virus Corona. (Ist)

Mardan adalah anggota Kelompok Tani Kelor di desanya. Saat ini sedang mengolah daun Kelor menjadi Teh Daun Kelor. Efendi kemudian mencobanya.

“Alhamdulillah, saat itu juga rasa pusing dan tidak enak badan saya berkurang dan akhirnya memutuskan menunda ke rumah sakit,” kata Efendi.

Selanjutnya sampai sekarang Efendi terus menkonsumsi air daun kelor dan sudah habis 3 botol. Sampai sekarang belum ke rumah sakit lagi karena ia merasa kesehatannya sudah lebih baik.

Kesaksian lain disampaikan oleh Syahdan (40 tahun), aktivis Serikat Tani Nasional (STN) Sulawesi Tengah. Kepada Bergelora.com ia mengatakan hingga saat ini mungkin orang belum percaya karena tidak mengalami khasiat Kelor. Apalagi belum ada penelitian. Saat ini semua perlu pembuktian. Tapi, masyarakat Suku Kaili menurutnya memang sudah menjadi kebiasaan mengkonsumsi sayur Kelor sejak kecil.

“Saya sendiri bisa melihat anak saya yang pertama terlihat lebih cepat pertumbuhannya dan menjadi lebih tinggi,” katanya.

Ia juga menceritakan sampai saat ini jarang ada orang Kaili sakit asam urat, diabetes dan kolestrol. Padahal penyakit diabetes bisa karena keturunan.

Daun Kelor yang telah dikeringkan di jadikan sasetan teh Daun Kelor untuk melawan flu akibat Virus Corona. (Ist)

“Jadi menurut saya belum bisa dikatakan bahwa tanaman Kelor dapat menjadi obat. Itu bagi sebagian orang yang mungkin tidak percaya. Tapi saya pribadi percaya tanaman Kelor bisa menjadi pencegah bagi berbagai penyakit karena meningkatkan daya tahan tubuh manusia,” ungkapnya.

Kelor Kualitas Terbaik

Saat ini Desa Pombewe, Kecamatan Sigi Biromaru menjadi sebagai salah satu penghasil daun kelor dengan kualitas terbaik di Sulawesi Tengah.  Hal ini adalah Hasil riset dan uji laboratorium dari Moringa Organik Indonesia (MOI) pada tanaman Kelor diberbagai daerah. 

Menurut Muhdar, Ketua Kelompok Tani Kelor Singgani (KT-KOS) Desa Pombewe, hal itu disampaikan oleh pihak MOI setelah meninjau kebun Kelor di Desa Pombewe beberapa waktu yang lalu.

Ajis, salah seorang anggota Kelompok Tani Singgani juga menyampaikan bahwa meskipun daerah Sulawesi Tengah sejak lama di kenal dengan tanaman kelornya, tapi baru sebatas untuk dikonsumsi sebagai sayuran baik daun maupun buah mudanya.

“Tapi kami sangat bersyukur dan berterimakasih pada program pemberdayaan petani beberapa waktu yang lalu. Akhirnya kami bisa belajar dengan ke Kabupaten Blora untuk studi banding pengolahan tanaman Kelor. Dan menjadi banyak mengetahui manfaat lainnya dari tanaman Kelor ini,” katanya.

Ia menjelaskan, dari daun Kelor bisa diolah menjadi Teh Daun Kelor juga Kopi Daun Kelor. Selain itu buah tanaman Kelor juga bisa dikeringkan diambil minyaknya untuk dijadikan sampo, handbody dan minyak rambut. 

“Dan saat ini kami sedang mencoba mengolah daun Kelor menjadi teh yang siap diseduh dalam bentuk saset seperti teh celup. Saat ini kami sedang menunggu pembuatan kemasannya,” ujarnya. Bulan Februari pihaknya akan akan mengikuti pelatihan mengolah daun Kelor menjadi kopi.

Para petani Kelor berharap dukungan dari semua pihak sehingga agar usaha Perkebunan Kelor yang ada di Desa Pombewe ini lebih berkembang dan maju. Perkebunan Kelor bisa menjadi salah satu produksi andalan dari Sulawesi Tengah

“Kami akan membuktikan tanaman Kelor banyak gunanya bagi kesehatan masyarakat. Sehingga Kelor bisa menjadi tanaman dan industri rakyat,” kata Ajis.

Melawan Virus Corona

Saat ini dunia sedang disibukkan melawan penyebaran Virus Corona. Sudah saatnya masyarakat Indonesia meningkatkan daya tahan tubuh dengan mengkonsumsi makanan bergizi yang tinggi mengandung protein tinggi. Hal ini disampaikan oleh Spesialis Gizi Klinik, Dr Widjaja Lukito, PhD. Sp.GK kepada Bergelora.com, Selasa (4/2)

“Dalam hal protein, yang terbaik itu adalah  mengkonsumsi telur ayam kalau kesulitan mendapatkan daging dan ikan. Karena telur mengandung protein berkualitas yang tinggi. Daun Kelor juga tinggi protein dan melimpah di Indonesia, sehingga juga berperan untuk meningkatkan daya tahan tubuh,” ujar Staff Khusus Menteri Kesehatan RI 2006-2009 ini.

Berbagai makanan yang berprotein tinggi juga menurutnya juga terdapat pada ayam, bebek, daging sapi dan berbagai sumber proten nabati seperti tahu dan tempe.

“Saat ini lebih baik mencegah ketimbang harus mengobati setelah sakit. Jangan sampai perjalanan penyakit Virus Corona sudah tahap lanjut. Karena mengatasinya akan lebih sulit,” ujarnya.

Widjaja Lukito menjelaskan bahwa berdasarkan berbagai penelitian Daun Kelor memiliki kandungan protein, vitamin antioksidan, dan mineral yang tinggi untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan menangkal radikal bebas.

“Yang penting adalah tetap mempertahankan gizi seimbang dengan variasi jenis makanan bergizi tinggi. Daun Kelor bagus untuk menjadi suplemen meningkatkan daya tahan tubuh, melawan ancaman virus Corona,” demikian jelasnya.

Kandungan Daun Kelor

Menurut berbagai sumber, tumbuhan dengan bunga yang wangi ini memiliki segudang khasiat untuk kesehatan. Wajar jika masih banyak orang yang enggan mengonsumsi daun kelor (Moringa oleifera) karena hal mistis yang terkait dengan daun kelor. Namun, anggapan ini bisa diubah setelah mengetahui kandungan daun kelor segar dan kering yang sangat mengejutkan.

Dalam https://doktersehat.com/kandungan-daun-kelor/ dipaparkan fakta kandungan daun kelor segar dan kering. Informasi yang didapatkan dari DKBM (Daftar Komposisi Bahan Makanan ) Indonesia, daun kelor mengandung zat gizi makro dan zat gizi mikro. Pada tabel DKBM, terdapat informasi mengenai kandungan daun kelor tetapi tidak disebutkan daun kelor segar ataupun daun kelor kering.

DKBM Indonesia menyebutkan kandungan daun kelor terdiri dari        82 kalori energi; 6,7 gram protein; 1,7 gram lemak; 14,3 karbohidrat; 440 mg kalsium; 70 mg fosfor; 7 mg zat besi; 11300 IU vitamin A; 0.21 vitamin B; dan 220 mg vitamin C. (Web Warouw)