Webinar yang diselenggarakan oleh Deputi Hukum, Advokasi, dan Pengawasan Regulasi Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Sabtu (18/7). (Ist)

JAKARTA- ‘Pembumian Pancasila Melalui  Olahraga’ menjadi topik utama dalan Webinar yang diselenggarakan oleh Deputi Hukum, Advokasi, dan Pengawasan Regulasi Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Sabtu (18/7). Acara ini dibuka oleh Wakil Kepala BPIP, Hariyono.

Dalam sambutannya dirinya menjelaskan bahwa olahraga harus menjadi kebiasaan bagi masyarakat Indonesia.

"Olahraga harus menjadi kebiasaan bangsa Indonesia karena dampaknya yaitu produktivitas dan sehat tentunya. Dengan sehat ini akan mengurangi juga biaya kesehatan masyatakat," jelas Hariyono.

Disiplin dan sportivitas  juga menjadi karakter dalam olahraga. Memperlakukan orang lain juga sebagai subjek dijunjung tinggi dalam olahraga ini.

"Subjektivitas dan sportivitas merupakan cirikhas dalam olahraga. Pancasila tidak akan mungkin bisa disosialisasikan dengan mudah tanpa adanya Literasi dan inovasi. Olahraga ini salah satu caranya," ungkap Hariyono.

Naila Novaranti yang merupakan Instruktur Sky Diving  mengutarakan bahwa miniatur Pancasila tercermin dalam olahraga.

"Miniatur Pancasila dapat terlihat dalan sepak bola. Selain itu, jika ingin mempunyai prestasi dalam bidang olahraga   internasional maka harus mengenyampingkan ego diri masing-masing," jelas Naila yang juga merupakan Ikon Prestasi Pancasila Tahun 2019.

Nilai-nilai Pancasila harus dituangkan dalam kurikulum olahraga termasuk sepak bola. Hal ini dijelaskan oleh Direktur Teknik Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Indra Sjafri.

"Nilai Pancasila harus ditanamkan dalan diri Pribadi, Keluarga, dan Pekerjaan," ujar Indra Sjafri.

Indra Sjafri yang juga merupakan Ikon Prestasi Pancasila Tahun 2019 ini menjelaskan bahwa dalam rekruitmen tim nasional  Sepak Bola juga dilakukan dengan memegang  teguh nilai Pancasila yaitu memberikan kesempatan kepada seluruh anak bangsa untuk berpartisipasi tanpa memandang suku, ras, etinis, dan agama.

Hal senada ditegaskan oleh Staf Khusus Dewan Pengarah BPIP, Antonius Benny Susetyo. Menurutnya dunia olahraga tidak memandang suku, ras, atau agama dalam suatu negara.

"Olahraga tidak memandang suku, ras, dan agama. Juga memperkokoh persatuan dan membangkitkan rasa nasionalisme," tegas Benny.

Olahraga juga membentuk karakter bangsa dan nilai-nilai Nasionalisme.

"Atlit yang diberikan kesempataj untuk membela bangsa secara psikisbakan merasakan sebagai seoraang pahlawan bangsa yang sedang berjuang," tambah Rohaniwan ini.

Kepada Bergelora.com dilaporkan, Plt. Deputi Hukum, Advokasi, dan Pengawasan Regulasi, Ani Purwanti menyampaikan bahwa BPIP akan memilih Ikon Prestasi Pancasila baik itu insan maupun kelompok yang dapat membumikan nilai Pancasila dalam profesi dan aktivitas sehari-hari dan memberikan dampak besar kepada masyarakat. (Web Warouw)