Menteri Sosial Tri Rismaharini saat menjumpai pemulung di bantaran kali Ciliwung, belakang kantor Kementerian Sosial, Jakarta. (Ist)
JAKARTA- Menteri Sosial Tri Rismaharini mengajak semua pihak termasuk masyarakat untuk memberikan pelayanan terbaik bagi penyandang disabilitas dan yang membutuhkan pelayanan kesejahteraan sosial lainnya dengan sepenuh hati.
 
"Kita harus bekerja dengan keras, bekerja dengan cerdas dan bekerja dengan ikhlas. Lakukan yang terbaik untuk saudara kita yang membutuhkan dan kesejahteraan bangsa ini," kata Mensos yang akrab disapa Risma dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin (28/12).
 
Kepada Bergelora.com dilaporkan, Risma memulai kerjanya sebagai Menteri Sosial dengan melakukan kunjungan ke LKS Rumah Kasih Sayang yang terletak di Desa Krebet, Kecamatan Jambon, Ponorogo Jawa Timur pada Ahad (27/12).
 
Ia memberikan apresiasi berupa bantuan kepada sejumlah LKS yang mendukung pemenuhan hak penyandang disabilitas yang dibina.
 
Bantuan terdiri dari bantuan aksesibilitas penyandang disabilitas seperti kursi roda anak, walker, kruk, alat pelindung diri berupa suplemen, masker, hand sanitizer, vitamin C dan madu, alat peraga edukasi, bantuan kebutuhan dasar dan peralatan belajar anak-anak, juga bantuan sheltered workshop berupa alat membatik dan membuat keset, sembako beras, sambal goreng tempe yang dibeli dari doly yang telah berganti rupa menjadi pemukiman warga, layanan day care dan home care serta bantuan Asistensi Sosial Penyandang Disabilitas (ASPD).
 
"Apa yang telah disampaikan tentunya masih jauh dari kebutuhan yang sebenarnya. Namun demikian, semoga hal ini menjadi awal semangat kita bersama untuk tetap mampu berbagi dan memberi kemanfaatan serta kebahagiaan bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan," ungkap Risma.
 
Dia juga melihat aktivitas yang dilakukan penerima manfaat, yaitu membuat kerajinan tangan seperti tas dan manik-manik, pembuatan keset hingga membatik.
 
Pada kesempatan itu, Risma mengajak para Pendamping Rehsos, Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), Taruna Siaga Bencana (Tagana) dan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) untuk senantiasa di garis depan dalam penanganan masalah sosial. (Enrico N. Abdielli)