Ilustrasi tsunami (Ist)
JAKARTA - Gempa besar yang melanda beberapa waktu lalu membuat banyak negara tetangga Indonesia banyak mengeluarkan peringatan siaga.
 
Beberapa negara tetangga Indonesia itu tengah mempersiapkan diri menghadapi tsunami usai gempa pasifik jadi permulaan.
 
Salah satunya adalah Biro Metereologi Australia yang mengatakan akan ada ancaman tsunami di pulau-pulau dan wilayah lepas pantai Australia.
 
Kemudian Pusat Seismologi Mediterania Eropa (EMSC) menyebutkan jika pusat gempa dengan kekuatan 7,7 SR itu berada pada 417 kilometer timur Tadine, Kaledonia Baru dan berada pada kedalaman 10 kilometer.
 
Gempa dengan kekuatannya meningkat dari skala sebelumnya 7,2 SR itu kemudian berkelanjutan dengan gempa lainnya di sekitar wilayah itu dengan kekuatan hingga 5,7 SR sampai 6,1 SR yang bisa terjadi dengan rentang waktu lebih dari satu jam.
 
Kemudian, Sistem Peringatan Tsunami Amerika Serikat menyebut bahwa pengawasan tsunami berlaku pada wilayah Samoa Amerika dan akan adanya potensi tsunami di wilayah seperti Fiji, Selandia Baru, dan Vanuatu.
 
Tsunami atau gelombang laut dengan ketinggian satu meter diatas permukaan air pasang normal bisa mungkin terjadi di beberapa area pantai Vanuatu, Fiji, hingga Selandia baru menurut Sistem peringatan tsunami Amerika Serikat.
 
Dikutip dari Reuters, otoritas Selandia Baru mendesak penduduk di sepanjang pantai utara untuk menghindari area pantai setelah gempa kuat melanda wilayah tenggara Kepulauan Loyalty di Pasifik.
 
"Kami memperkirakan daerah pesisir Selandia Baru akan mengalami arus kuat dan tidak biasa serta gelombang tak terduga di pantai," kata badan tersebut.
 
Kepada Bergelora.com dilaporkan, Berdasarkan BNPD Lumajang Jawa Timur, ada beberapa tanda alam jika akan terjadi tsunami.
 
Tanda pertama bisa dilihat dari perilaku hewat seperti burung laut yang terbang ke daratan. Hal itu disebutkan jika hewan itu memiliki insting kuat soal bencana yang menimpa laut.
 
Tanda kedua adalah mata air sumur warga yang surut di sekitar bibir pantai yang mendadak, kemudian air laut juga menjadi surut tiba-tiba.
 
"Burung burung laut terbang ke darat dan air sumur masyarakat terutama masyarakat di sekitar pantai, harus ada siskamling saat ini," kata Kepala Bidang Kesiapsiagaan Bencana dan Logistik, Wawan HS.
 
Kemudian Wawan meminta agar masyarakat bisa membuat siskamling lebih aktif terutama pada Desa Tangguh Bencana yang merupakan daerah disekitar pantai yang sudah disiapkan alat Early Warning System (EWS) atau sirine yang telah ditempatkan di masing-masing titik terdampak tsunami seperti di Masjid dan Balai desa.
 
"Untuk itu semua masyarakat saat ini perlu mewaspadai semua tanda dan peringatan tersebut selama informasi tersebut berasal dari institusi resmi, namun masyarakat tidak perlu panik," kata Wawan. (Web Warouw)