Mendes PDTT Eko Putro Sandjojo saat kunjungan kerja di Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo, Sabtu (5/5). (Ist)

GORONTALO - Menteri Desa, Pembangunan Daerah tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Eko Putro Sandjojo, menilai Pemerintah Kabupaten Gorontalo telah berhasil mengembangkan program Produk Unggulan Kawasan Perdesaan (Prukades) di wilayahnya. Keberhasilan itu diakui Mendes PDTT saat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Gorontalo, Sabtu (5/5).

Menteri Eko mengatakan pengembangan Prukades di Gorontalo yakni dengan membuat klaster ekonomi di desa dengan fokus pada komoditi jagung dan kelapa. Pengembangan komoditas tersebut sudah dilakukan selama dua tahun terakhir.

"Dalam dua tahun ini saja, Gorontalo telah berhasil mendapatkan investasi swasta sebanyak Rp 3,7 triliun. Beberapa waktu lalu ada penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) program Prukades yang menghasilkan investasi sebesar Rp 47 triliun. Salah satunya di Kabupaten Gorontalo yang sukses dengan program Prukades ini," ungkapnya.

Menteri Eko menambahkan, progam Prukades yakni membuat klaster ekonomi di desa desa. Desa harus fokus dengan salah satu komoditi. Pengembangan komoditas tersebut akan didukung oleh Kemendes PDTT dan 19 kementerian lainnya. Selain itu, Kemendes PDTT juga akan memfasilitasi pertemuan dengan dunia usaha dan perbankan agar pertumbuhan ekonomi di desa akan semakin meningkat.

"Di samping memberikan lapangan pekerjaan, masyarakat juga tidak perlu khawatir dengan sarana pascapanennya. Karena dengan model Prukades ini, dunia usaha akan siap berinvestasi di desa dengan membangun industri produksi dari produk unggulan itu," katanya.

Kepada Bergelora.com dilaporkan, dirinya optimistis dengan model Prukades yang dikembangkan di desa akan dapat mengurangi desa tertinggal. Selain itu, dirinya juga meyakini Prukades akan dapat mengentaskan kemiskinan serta mengurangi tingkat pengangguran di pedesaan.

"Kalau model imi kita kembangkan saya yakin pertumbuhan ekonomi di desa akan cepat sekali dan pengentasan desa tertinggal di indonesia serta pengurangan angka kemiskinan akan cepat sekali. Model Prukades juga bisa mengurani angka kasus stunting di Indonesia," jelasnya. (Andreas Nur)