Mendes PDTT Eko Putro Sandjojo saat kunjungan kerja di Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo, Sabtu (5/5). (Ist)

GORONTALO — Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) turut aktif menangani permasalahan stunting di desa-desa dengan mengarahkan dana desa untuk empat program prioritas yang dinilai bisa berdampak pada penurunan angka stunting atau kekurangan gizi akut.

Hasilnya dapat dilihat di Kabupaten Gorontalo. Jumlah kasus stunting berhasil turun. Berdasarkan laporan dari Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo, pada tahun 2015 tercatat 40 persen bayi stunting dan pada tahun 2017 menurun jadi 24 persen. Angka tersebut telah melampaui target RPJMD yakni sebesar 28 persen.

"Angka stunting di Gorontalo sudah menurun. Kita akan terus tekan angka stunting di Indonesia meskipun berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan sudah mengalami penurunan 10 persen," kata Mendes PDTT Eko Putro Sandjojo saat kunjungan kerja di Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo, Sabtu (5/5).

Menurutnya terdapat tiga hal yang bisa mempengaruhi stunting, yakni karena masalah ketidaktahuan masyarakat, masalah infrastruktur, dan kemiskinan. Saat ini, Kemendes PDTT turut fokus dalam menangani permasalahan stunting di desa.

"Akibat kekurangan gizi, mereka juga akan mengalami pertumbuhan otak sehingga kecerdasannya menjadi terganggu. Oleh karena itu, perhatikan sarana air bersih dan gizi buat anak juga diprioritaskan," katanya.

Menteri Eko optimistis dalam lima tahun yang akan datang kita bisa membuat angka stunting menjadi single digit. Apalagi, pemerintah juga telah mengarahkan dana desa untuk empat program prioritas yang salah satunya adalah pembangunan embung. Dalam setiap pembangunan embung akan diberikan bibit ikan yang merupakan sumber protein hewani yang juga dapat berdampak pada pengurangan stunting.

"Jadi, tolong dana desanya digunakan untuk pembangunan dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat di desa yang dilakukan secara padat karya tunai. Sehingga dengan adanya ini, gizi masyarakatnya lebih bagus dan lingkungannya juga lebih bersih. Bersama-sama kita akan mengurangi potensi stunting secara drastis," katanya.

Turunkan Kemiskinan

Kepada Bergelora.com dilaporkan, Pemerintah Pusat terus mendorong potensi di pedesaan agar semakin berkembang. Salah satunya di Kabupaten Gorontalo dengan produk unggulan jagung dan kelapa. Hal itu disampaikan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo usai mengikuti rapat terbatas dengan sejumlah bupati di Gorontalo, Sabtu (5/5).

Mendes PDTT Eko mengatakan Kabupaten Gorontalo adalah salah satu daerah yang telah menjalankan Prukades dengan cukup berhasil.

Terdapat dua komoditi yang di fokuskan di Gorontalo yakni Jagung dan kelapa. Jagung telah ditanam di lahan dengan luas sekitar 6 ribu hektare (ha), pada 2017 telah memproduksi 500 ribu ton.

"Jadi kalau rata-rata Rp 3 ribu per ton. Maka, bisa menghasilkan Rp 1,5 triliun dari jagung. Belum lagi kelapa yang juga sudah mulai di ekspor ke beberapa negara," katanya.

Menteri Eko menambahkan bahwa berjalannya program prukades di Kabupaten Gorontalo telah menunjukkan keberhasilan dalam menurunkan angka kemiskinan di Gorontalo sebesar 2 persen dari 22 persen menjadi 20 persen.

"Program prukades ini cepat dalam menurunkan kemiskinan, kalau rata-rata kemiskinan di desa masih di atas 10 persen secara nasional. Di gorontalo dengan dana desa dan prukadesnya bisa menurunkan kemiskinannya turun 2 persen. Kalau konsisten 2 persen tiap tahunnya, mungkin 5 tahun lagi angka kemiskinan di Gorontalo akan kecil," katanya.

Model Prukades, kata Menteri Eko, akan mendatangkan dunia usaha ke desa karena desa telah memiliki skala ekonomi yang besar. Selain itu juga akan menciptakan lapangan pekerjaan karena terbangunnya industri produksi di desa.

"Dengan prukades ini dunia usaha akan melakukan investasi di pengolahan gula semut dengan melibatkan masyarakat dan investasi lainnya yang bisa memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan memberikan lapangan pekerjaan dengan adanya industri produksi kelapa di Gorontalo," katanya.

Dalam kunjungan ke Gorontalo, selain menghadiri Ratas dengan sejumlah Bupati di Provinsi Gorontalo, Mendes PDTT melakukan peninjauan lokasi padat karya tunai jalan usaha tani dan saluran irigasi tersier di desa Haya-haya, Gorontalo.

Menurutnya, saat ini pemerintah bukan hanya berorientasi pada program di masing-masing kementerian saja. Tapi orientasinya lebih kepada lokasi khusus (lokus). Jadi setiap lokus bisa menentukan fokusnya agar menjadi skala yang besar.

"Dengan adanya berbagai program padat karya tunai yang dilakukan kementerian lainnya seperti Kementerian PU, Pertanian, BUMN, Kesehatan, Perhubungan dan kementerian lainnya diharapkan menimbulkan pendapatan masyarakat yang lebih besar," katanya. (Andreas Nur)