Menko Polhukam, Jenderal (Purn.) Wiranto. (Ist)

JAKARTA- Gempa di Lombok Nusa Tenggara Barat (NTB) merengut korban jia 82 orang dan ribuan orang mengungsi. TNI Senin (6/8) mengirim 100 marinir. Menkopolhukam, Wiranto yang kebetulan sedang di Mataram diperintahakn Presiden Joko Widodo untuk memimpin Tim Reaksi Cepat penanggulangan pasca bencana.

“Gempa luar biasa kuat, namun yang terpenting presinden telah menginstruksikan saya untuk memimpin reaksi cepat dengan seluruh kekuatasn yang ada untuk menanngai pasca bencana. Saya langsung memimpin untuk segera bertindak cepat untuk menangani berbagai masalah. Antara lain kami gubernur dan kepala BNPB sudah ada dilokasi dan saya dipos komando untuk memimpin allangusn bantuan yang dbutuhkan,” ujar Menkopolhukam Wiranto setelah menunda konferensi internasional tentang terorisme yang diikuti 100 orang dari 9 negara selama 2 hari.

Wiranto melaporkan, kondisi yang paling parah di Lombok Utara. Korban udah 82 orang.

“Masih ada korban lagi yang tertimbun rumah yang roboh. Gili Trawangan sudah ada 8 meninggal. Kita masih perlu melakukan evakuasi penangann cepat untuk menyelematkan yang masih tertimbun,” katanya.

Ia menyampaikan reaksi cepat yang sudah dilakukan dari TNI sudah meluncurkan 2 penerbangan Herkules dengan 100 orang marinir dan bantuan tenda obat dan air sebesar 4,710 kg.

“Pagi ini akan kita luncurkan ke lokasi. TNI sudah akan memberangkat kapal rumah sakit. Saat ini sedang loading memuat tenaga medis dan obat obatan yang dibutuhkan. Pukul 11 akan diberangkatkan. Perlu dua hari menuju lombok utara. Kita akan segera mendirikan rumah sakit darurat untuk bakc-up,” katanya.

Dampak Gempa Lombok Minggu (5/8). (Ist)

Wiranto menyatakan saat ini dibutuhkan alat berat untuk menggali dan mengangkat bangunan-bangunan yang rubuh.

“Kita butuh alat berat. Saya minta alat berat dari PUPR untuk menggali bangunan yang runtuh menimbun orang yang belum diselamatkan. Masyarakat takut tidur di rumah. Dilapangan mereka bergeletakan sehingga perlu tenda. Ada 100 tenda dari BNPB. Air bersih juga sudah kita perintahkan daerah menggunakan dana siap pakai. Gunakan saja dana itu untuk pengadaan,” katanya.

Untuk memastikan jaringan komunikasi Wiranto meminta Menteri Kominfo untuk memastikan komunikasi tetap berjalan karena butuh komunikasi yang cepat.

Dampak Luas

Dampak gempabumi 7 SR yang mengguncang wilayah di Nusa Tenggara Barat pada Minggu (5/8) pukul 18.46 WIB memberikan dampak yang luas. Hingga Senin dini hari (6/8) pukul 02.30 WIB tercatat 82 orang meninggal dunia akibat gempa, ratusan orang luka-luka dan ribuan rumah mengalami kerusakan. Ribuan warga mengungsi ke tempat yang aman. Aparat gabungan terus melakukan evakuasi dan penanganan darurat akibat gempabumi. Hal ini disampaikan Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB di Jakarta, Senin (6/8).

Daerah yang terparah adalah Kabupaten Lombok Utara, Lombok Timur dan Kota Mataram. Berdasarkan laporan dari BPBD Provinsi NTB, dari 39 orang meninggal dunia, korban berasal dari Kabupaten Lombok Utara 65 orang, Lombok Barat 9 orang, Lombok Tengah 2 orang, Kota Mataram 4 orang, dan Lombok Timur 2 orang. Sebagian besar korban meninggal akibat tertimpa bangunan yang roboh.

Di saat penanganan darurat dampak gempa 6,4 SR masih berlangsung, terutama di Kabupaten Lombok Utara dan Lombok Timur, tiba-tiba masyarakat diguncang gempa dengan kekuatan yang lebih besar. Masyarakat panik dan berhamburan di jalan-jalan dan bangunan dan rumah yang sebelumnya sudah rusak akibat gempa sebelumnya menjadi lebih rusak dan roboh. Apalagi ada peringatan dini tsunami menyebabkan masyarakat makin panic dan trauma sehingga pengungsian di banyak tempat.

Korban luka-luka banyak yang dirawat di luar puskesmas dan rumah sakit karena kondisi bangunan yang rusak. Selain itu gempa susulan terus berlangsung. Hingga 5/8/2018 pukul 22.00 WIB terjadi 47 kali gempa susulan dengan intensitas gempa yang lebih kecil. BMKG menyatakan bahwa gempa 7 SR tadi adalah gempa utama (main shock) dari rangkaian gempa sebelumnya. Artinya kecil kemungkinan akan terjadi gempa susulan dengan kekuatan yang lebih besar.

Tim SAR gabungan masih terus melakukan evakuasi dan penyisiran. Kondisi malam hari dan sebagian komunikasi yang mati menyebabkan kendala di lapangan. Diperkirakan korban terus bertambah. Jumlah kerusakan bangunan masih dilakukan pendataan.

Kepala BNPB Willem Rampangilei bersama jajaran BNPB telah tiba di Lombok Utara menggunakan pesawat khusus dari Bandara Halim Perdanakusuma. Tambahan bantuan logistik dan peralatan segera dikirimkan. 2 helikopter untuk mendukung penanganan darurat dikirimkan. BNPB terus mendampingi Pemda, baik Pemda Provinsi dan Kabupaten/Kota terdampak. Penanganan darurat terus dilakukan. BNPB bersama BPDB, TNI, Polri, Basarnas, Kementerian PU Pera, Kementerian Kesehatan, Kementerian Sosial, Kementerian BUMN, SKPD, NGO, relawan dan lainnya terus melakukan penangan darurat. TNI akan memberangkatkan tambahan pasukan dan bantuan, khususnya bantuan kesehatan yaitu tenaga medis, obat-obatan, logistik, tenda dan alat komunikasi pada Senin (6/8) pagi.

Fokus utama saat ini adalah pencarian, penyelamatan dan pertolongan kepada masyarakat yang terdampak gempa serta pemenuhan kebutuhan dasar. Kebutuhan mendesak saat ini adalah tenaga medis, air bersih, permakanan, selimut, tikar, tenda, makanan siap saji, layanan trauma healing dan kebutuhan dasar lainnya. Kegiatan belajar mengajar di sekolah di wilayah Lombok Utara, Lombok Timur, dan Mataram akan diliburkan pada Senin (6/8) karena dikhawatirkan bangunan sekolah membahayakan siswa. Akan dilakukan pengecekan terlebih dahulu oleh petugas.

Kepada Bergelora.com sebelumnya dilaporkan, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Badan Geologi – KESDM melaporkan, terjadinya gempa bumi di timur laut Lombok Utara, NTB berdasarkan informasi yang diperoleh dari BMKG, Jakarta dan analisis Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi sebagai berikut:

1. Informasi Gempa Bumi

Gempa bumi terjadi pada hari Minggu, tanggal 5 Agustus 2018, pukul 18:46:35 WIB. Berdasarkan informasi dari BMKG pusat gempa bumi utama berada pada koordinat 8,37° LS  dan 116,48° BT, dengan magnitudo 7,0 SR pada kedalaman 15 Km, berjarak 27 Km timur laut Lombok Utara.

2. Kondisi geologi daerah terkena gempa bumi

Pusat gempa bumi berada di laut. Sebagian besar daerah tersebut tersusun oleh endapan gunung api berumur Tersier hingga Kuarter, sedimen dan metamorf Tersier sampai Pra Tersier. Sebagian besar endapan tersebut telah tersesarkan dan terlapukkan. Pada endapan yang terlapukkan diperkirakan goncangan gempa bumi akan lebih kuat karena batuan ini bersifat urai, lepas, belum kompak dan memperkuat efek getaran, sehingga rentan terhadap goncangan gempa bumi.

3. Penyebab gempa bumi

Berdasarkan posisi dan kedalamannya diperkirakan sumber gempa bumi berasosiasi dengan Flores back- arc Thrust

4. Dampak gempa bumi

Menurut BMKG gempa bumi dirasakan VI di Mataram, Lombok. Menurut info dari Pos Pengamatan Gunungapi Agung, gempa bumi ini terasa IV MMI di Pos PGA Agung. Gempa bumi ini diperkirakan menimbulkan tsunami, sehingga dikeluarkan peringatan dini Tsunami.

5. Rekomendasi

(1) Masyarakat dihimbau untuk tetap tenang dan mengikuti arahan serta  informasi dari pemerintah daerah dan BPBD setempat. Jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempa bumi dan tsunami.

(2) Gempa bumi susulan akan lebih kecil dari gempa bumi utama, namun masyarakat diharapkan agar tetap waspada.

(3) Buat warga sekitar pantai Lombok Utara harap menghindari wilayah sekitar pantai dan mencari tempat yang lebih tinggi. (Web Warouw)