Panggung boneka untuk anak dalam aksi kemanusiaan tersebut dimulai dari tanggal 4 sampai 25 Oktober 2018. Kak Ardy keliling mengunjungi PAUD, TK, RPTRA juga sekolah-sekolah SD di Jakarta. (Ist)

JAKARTA- Akhir bulan lalu tepatnya 28 September wilayah Sulawesi Tengah, Donggala, Palu, Sigi diguncang gempa berkekuatan 7.5 SR, disusul pula tsunami yang merenggut nyawa ribuan jiwa, juga kerugian – kerusakan mulai dari rumah, infrastruktur fasilitas umum yang menurut hitungan BNPB mencapai lebih dari 10 triliun rupiah. Belum dampak psikologis yang dialami masyarakat paska bencana tentu butuh waktu dalam penyembuhannya.

Bencana tersebut sontak melahirkan keprihatinan nasional maka tanpa dikomando semua elemen masyarakat mengulurkan tangan memberi bantuan.

Adalah Kak Ardy, si pendongeng anak ini juga tergerak dan mengumpulkan donasi melalui ‘Dongeng Celengan Hati’.

Aksi kemanusiaan tersebut dimulai dari tanggal 4 sampai 25 Oktober 2018. Kak Ardy keliling mengunjungi PAUD, TK, RPTRA juga sekolah-sekolah SD di Jakarta, mengajak anak-anak untuk berdonasi. (Ist)

Aksi kemanusiaan tersebut dimulai dari tanggal 4 sampai 25 Oktober 2018 dimana Kak Ardy keliling mengunjungi PAUD, TK, RPTRA juga sekolah-sekolah SD di Jakarta, mengajak anak-anak untuk berdonasi. Caranya dengan mengisi celengan yang diedarkan, bukan besaran nominal yang dihitung tapi melalui aksi ini bagaimana membangun solidaritas membangun kepedulian dengan membantu saudara-saudaranya yang tengah terkena musibah.

Kepada Bergelora.com Kak Ardy mengatakan, “Dongeng Celengan Hati awalnya saya lakukan saat bencana gunung Merapi di Yogyakarta tahun 2010 yang lalu. Saya buat kegiatan ini sebagai aksi peduli saya dan ingin mengedukasi ke anak-anak bahwa kita hidup penting untuk saling menolong atau membantu sesama yang sedang tertimpa bencana. Makanya saya namakan celengan hati, dari hati dan lewat celengan yang anak-anak tahu itu fungsinya untuk menabung namun kali ini mereka menabung bersama untuk teman-temannya dan saudara-saudaranya yang sedang tertimpa musibah, “ungkapnya.

Anak anak PAUD, TK, RPTRA juga sekolah-sekolah SD di Jakarta, berdonasi untuk bersolidaritas dengan korban bencana alam di Sulawesi Tengah. (Ist)

Pula bahwa selama satu hingga dua bulan kedepan Kak Ardy akan terus mendongeng dengan mengunjungi sekolah-sekolah tanpa meminta bayaran, ia hanya menyediakan celengan yang nantinya di isi oleh anak-anak yang keseluruhan hasilnya akan di donasikan kepada korban gempa.

Kak Ardy juga menyampaikan bahwa respon anak-anak sangat senang sekali, “Namun sebelum penggalangan dana dan celengan diedarkan saya mendongeng terlebih dulu dengan mengedukasi tentang pentingnya peduli terhadap bumi yang kita tinggali,“ ujarnya.

Dalam dongengnya Kak Ardy membawakan materi terkait lingkungan, perihal bumi dan kehidupannya. Kak Ardy selalu menekankan bahwa pertama anak-anak harus tahu bahwa sebagai manusia yang tinggal di bumi ini wajib merawat dan punya kepedulian, peduli dengan mahluk yang juga mendiami bumi (binatang, tumbuhan), terkhusus lagi saudara-saudara kita yang sedang mengalami musibah. Pesan itulah yang disampaikan lewat dongeng dengan begitu mereka kelak diharapkan menjadi generasi peduli dan responsif.

Celengan yang terkumpul dalam Aksi kemanusiaan dari tanggal 4 sampai 25 Oktober 2018. saat Kak Ardy keliling mengunjungi PAUD, TK, RPTRA juga sekolah-sekolah SD di Jakarta, mengajak anak-anak untuk berdonasi. (Ist)

Donasi yang terkumpul akan langsung diserahkan kepada korban di lokasi bencana. “Saya nanti akan berangkat ke Palu untuk menyerahkan langsung donasi dari anak-anak ini, juga akan mendongeng di tenda-tenda pengungsian menghibur anak-anak disana, tapi tentu berkoordinasi terlebih dahulu dengan petugas di lapangan terkait kesiapan dan apa-apa yang menjadi prioritas penanganan korban paska bencana, “pungkasnya. (Sukir Anggraeni)