Hukum
budayawan Ki Juma'ali Darmakanda. (Ist)

MALANG - Kasus bisnis online yang menjual jasa 45 artis termasuk Venessa Angel yang belakangan terungkap tidak perlu dibesar-besarkan karena merupakan proses bisnis biasa yang saat ini  menggunakan teknologi online. Diluar negeri bisnis seperti ini justru diatur oleh negara, bukan dilarang. Hal ini disampaikan oleh budayawan Ki Juma'ali Darmakanda kepada Bergelora.com dari Malang, Senin (7/1).

“Lah lebih baik bercinta dari pada nyebar hoax (kebohongan-red). Vanessa dan kawan-kawan itu merugikan siapa? Koq dikriminalisasi,” demikian Lek Djum yang dikenal juga sebagai dalang Wayang Wolak Walik.

Lek Djum menjelaskan, bahwa bisnis menjual jasa seperti itu sudah ada sejak jaman dulu di semua negara dan tak perlu dipersoalkan tapi harus diatur supaya tidak merugikan orang lain.

Protes budayawan Ki Juma'ali Darmakanda di media sosial. (Ist)

“Di negara lain itu jadi bagian dari bisnis pariwisata. Apalagi sekarang ada online, pasti lebih canggih. Bisnis yang lainnya bisa ikut meningkat kalau dikelola secara benar,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa mindset mengkrimininalisasi kaum perempuan seperti kasus Venessa ini justru melanggar hak kaum perempuan untuk terlibat dalam mencari penghasilan. Padahal perempuan memiliki hak yang sama seperti kaum pria.

“Jangan diskriminatiflah pada perempuan. Mereka juga berhak atas tubuh mereka sendiri koq. Kog malah sekarang hak mereka dilanggar,” tegas Lek Djum.

Lek Djum mengajak semua organisasi perempuan dan para aktivis perempuan tidak mendiamkan kasus ini, tapi segera mempersiapkan advokasi kepada para kaum perempuan yang dikriminalisasi dalam berbisnis.

“Sampai saat ini para pekerja malam tidak pernah dilindungi oleh undang-undang malah dikriminalisasi dan dibully. Emang kita lebih suci dari mereka sehingga kita berhak menghakimi mereka?” tegasnya jengkel.

Ia menyesali gerakan perempuan yang saat ini tidak banyak berbuat banyak dalam advokasi kaum perempuan yang banyak menghadapi masalah dalam era demokrasi saat ini.

“Jangan munafik lah, gak bakal maju bangsa yang munafik. Lebih baik kita atur agar bermanfaat bagi orang banyak, bangsa dan negara. Supaya tehnologi bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan semua orang, termasuk orang-orang seperti Vanessa dan kawan-kawan,” ujarnya. (Web Warouw)

Add comment

Security code
Refresh