Hukum
Presiden Jokowi menjawab pertanyaan wartawan usai menghadiri acara Silaturahmi dengan Pengemudi Online di JI Expo, Kemayoran, Jakarta, Sabtu (12/1). (Ist)

JAKARTA- Pemerintah ingin memberikan sebuah payung hukum yang jelas mengenai kegiatan transportasi online ini biar semuanya jelas.

“Kita sudah membuat Peraturan Menteri (Perhubungan, red) Nomor 118 Tahun 2018 dan masih digodok lagi untuk ojek online-nya tahun 2018,” ujar Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjawab pertanyaan wartawan usai menghadiri acara Silaturahmi dengan Pengemudi Online di JI Expo, Kemayoran, Jakarta, Sabtu (12/1).

Semua, lanjut Presiden, mempunyai payung hukum untuk bekerja dan Pemerintah memonitornya di lapangan.

“Yang paling penting adalah kalau pekerjaan ini yg memberikan sebuah ruang kerja bagi masyarakat luas,” ujar Kepala Negara.

Saat ditanya mengenai keuntungan bagi masyarakat, aplikator ataupun pengemudi, Presiden menjawab bahwa semuanya harus berada di posisi yang diuntungkan.

“Sini senang, di sana senang, semuanya harus senang,” ujar Presiden.

Mengenai target selesainya peraturan itu ojek online, Presiden menjawab bahwa undang-undang untuk roda dua memang secara hukum internasional itu tidak ada.

“Oleh sebab itu, kita memberikan payung hukum lewat peraturan menteri, ada diskresi di situ dan targetnya secepat-cepatnya,” pungkas Presiden.

Sebelumnya, kepada Bergelora.com dilaporkan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan bahwa dalam perkembangan inovasi-inovasi baru seperti sekarang ini harus dibarengi dengan regulasi-regulasi dan peraturan-peraturan yang berubah.

“Tapi kita harus ngomong apa adanya bahwa inovasi-inovasi ini lebih cepat daripada peraturannya, daripada regulasinya,” ujar Presiden saat menghadiri Silaturahmi dengan Pengemudi Online di JI Expo, Kemayoran, Jakarta, Sabtu (12/1).

Tidak hanya di Indonesia, lanjut Presiden, semua negara tertatih-tatih, barangnya sudah keluar regulasinya belum.

“Terlihat peraturannya belum siap seluruh negara jangan dikira hanya di Indonesia semua negara cara bukan hanya di online taksi online,” tutur Presiden.

Sebaliknya, menurut Presiden, konsumen senang, Saudara-saudara yang bekerja di pekerjaan ini senang, di situ senang, di sini senang, semuanya senyum yang penting itu.

“Oleh sebab itu, saya perintahkan tahun yang lalu kepada Menteri Perhubungan untuk segera menyiapkan regulasi menyiapkan peraturan agar ada payung hukum yang jelas,” tandas Presiden.

Saat ini, menurut Presiden, telah keluar regulasinya, Peraturan Menteri Tahun 2018 kemarin.

Kalau sudah ada payung hukum yang jelas, sambung Presiden, di lapangan saya kalau dalam mobil kan suka lihat-lihat, waktu masih mengemudi tidak tahu mungkin ada panggilan pakai handphone langsung sambil menyetir kemudian bicara.

“Hati-hati hal-hal seperti ini, hati-hati. Saya titip hati-hati karena Bapak/Ibu sekalian, Saudara sekalian itu memiliki keluarga. Jangan sampai kecerobohan menyetir sambil terima order sehingga menyebabkan kelalaian dan kecelakaan,” Kepala Negara mengingatkan.

Kepala Negara mengaku melihat ada pengemudi menyetir dengan menelpon sambil bawa penumpang.

“Kita ingin Saudara-saudara, celaka kecil apapun, jangan sampai terjadi. Kita semuanya berdoa agar semuanya berangkat selamat pulang selamat,” ujar Presiden. (Enrico N. Abdielli)

Add comment

Security code
Refresh