Hukum
Ini Hasil Foto Editan 'Kelewat Cantik' yang Loloskan Evi ke SenayanEvi Apita Maya (Ist)

JAKARTA- Wakil Ketua DPD Farouk Muhammad gagal ke Senayan lagi mewakili NTB. Dia berdalih karena pesaingnya, Evi Apita Maya, memasang baliho dengan editan foto kelewat cantik sehingga masyarakat terkecoh.

"Dalam pelanggaran administrasi ini dilakukan satu tindakan berlaku tidak jujur bahwa calon anggota DPD RI dengan nomor urut 26 atas nama Evi Apita Maya diduga telah melakukan manipulasi atau melakukan pengeditan terhadap pasfoto di luar batas kewajaran. Ini akan dibuktikan dengan keterangan ahli, Yang Mulia," kata kuasa hukum Farouk, Happy Hayati Helmi, yang dikutip dari risalah sidang Mahkamah Konstitusi (MK), Senin (15/7).

Hakim konstitusi I Dewa Gede Palguna mengaku kaget terhadap kasus tersebut. Ia mengaku baru tahu ada kasus kekalahan di pemilu karena foto baliho yang kelewat cantik.

Ini Hasil Foto Editan 'Kelewat Cantik' yang Loloskan Evi ke SenayanEvi Apita Maya (Ist)

"Kaget juga saya ini kalau ternyata foto bisa berurusan jadi anu juga, ya. Ya, benar. Saya baru tahu itu. Jadi, kalau saya nanti fotonya nggak begini itu misalnya, gimana itu, ya? Bisa jadi editan foto. Saya baru tahu itu ketentuannya," kata Palguna.

Kepada Bergelora.com dilaporkan, Palguna mengaku tidak punya kapasitas menilai seberapa besar tingkat keaslian sebuah foto. Palguna menyerahkan kepada para pihak untuk membuktikan apakah ada pengaruh foto 'kelewat cantik' pada perolehan suara.

"Kalau Mahkamah memeriksa foto itu begini paling, 'Oh, ya, ini bagus, kalian begitu, kan? Siapa itu, mungkin ada kewenangan Bawaslu ataukah ininya. Karena kami berkaitan dengan suara, tapi, ya, kaitannya dengan suara bagaimana itu kan nanti ada dalilnya tersendiri. Itu akan dipertimbangkan oleh Mahkamah kalau memang anu kan," ujar Palguna.

Dalam foto baliho yang didapat, Evi tampak mengenakan jilbab warna krem dibalut dengan warna kebaya hijau. Mukanya tampak kuning langsat. Matanya berbinar dan mukanya tanpa noda. Tapi apakah gara-gara foto itu warga NTB memilihnya, yang berakibat Faoruk gagal kembali ke Senayan?

"Makanya penting nanti mungkin Termohon dan Bawaslu untuk menjawab itu (foto editan berpengaruh ke suara)," kata Palguna.

Ini Jawaban Evi

Kepada Bergelora.com dilaporkan, Caleg DPD asal NTB Evi Apita Maya mempertanyakan tudingan foto editan 'kelewat cantik' untuk meraup suara warga NTB. Tudingan itu dilontarkan Wakil Ketua DPD Prof Farouk Muhammad yang kalah dalam pemilihan DPD itu. Evi menganggap setiap pemilih punya alasan masing-masing dalam menentukan pilihan.

"Saya pikir respons saya sama lah dengan orang yang berpikir jernih. Batasan apa yang menyatakan bahwa foto saya itu yang mempengaruhi?" kata Evi saat dihubungi, Senin (15/7).

"Wajar saja setiap orang itu punya hak masing-masing lah dia memilih berdasarkan apa," imbuhnya.

Evi menilai MK bukan ranah untuk memperkarakan editan foto itu. Dia memastikan bahwa proses pencalonannya sudah sesuai dengan prosedur yang ditentukan.

"Itu kan bukan ranahnya. Kalau memang dia keberatan, kenapa tidak di awal? Kenapa tidak saat pendaftaran? Dan itu juga kan diumumkan. Saya melakukan mekanisme yang sudah ditetapkan di KPU. Waktu saya menang baru dipermasalahkan," ujarnya.

Evi juga yakin akan tetap melenggang ke Senayan sebagai anggota DPD dengan meraih suara terbanyak di NTB. Gugatan ke MK itu, menurut Evi, tidak akan mengubah perolehan suaranya sebagai pemenang di NTB.

"Ya nggak (mempengaruhi perolehan suara) lah," kata dia. (Web Warouw)

Add comment

Security code
Refresh