Hukum
Direktur Utama Asabri Sonny Widjaja (Ist)

JAKARTA - Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Kombes Pol Asep Adisaputra mengatakan bahwa Bareskrim Polri membentuk tim khusus untuk melakukan verifikasi terhadap dugaan praktik korupsi di PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata RI (Asabri) Persero.

"Sebagaimana perintah Bapak Kapolri, Bareskrim telah membentuk tim khusus untuk melakukan rangkaian verifikasi," kata Kombes Asep di Mabes Polri, Jakarta, Senin (27/1).

Ia juga menjelaskan bahwa Polri kini masih menunggu hasil audit dari Badan Pemeriksa Keuangan terkait Asabri.

"Saat ini Polri masih menunggu hasil audit resmi dari BPK," katanya.

Isu adanya dugaan korupsi di PT Asabri muncul setelah Menko Polhukam Mahfud MD menyebut ada dugaan korupsi di Asabri senilai Rp10 triliun.

Sebelumnya, PT Asabri menjelaskan kondisi keuangan perusahaan. Asuransi sosial milik prajurit TNI dan anggota Polri ini mengakui, hasil investasi perusahaan mengalami penurunan nilai karena kondisi pasar modal yang cenderung fluktuatif.

“Sehubungan dengan kondisi pasar modal di Indonesia, terdapat beberapa penurunan nilai investasi Asabri yang bersifat sementara. Namun demikian, manajemen Asabri memiliki mitigasi untuk memulihkan penurunan tersebut,” kata Direktur Utama Asabri Sonny Widjaja, dalam keterangan pers, Senin (13/1).

Tidak Prima

Kepada Bergelora.com dilaporkan, saham-saham yang menjadi portofolio PT Asabri (Persero) kurang menunjukkan pergerakan yang prima. Berdasarkan penulusuran Kontan.co.id, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini melakukan investasi di setidaknya 13 saham yang kebanyakan merupakan saham lapis ketiga (third liner).

Dari 13 saham tersebut, hampir semuanya memberikan return yang negatif sepanjang 2019. Bahkan, ada yang ambles hingga 95,8%.

Daftar ke-13 saham itu antara lain:

1. FIRE

Kepemilikan saham : 15,57%

Harga 2019 : Rp 326

Return : -95.80%

2. SMRU

Kepemilikan saham : 6,61%

Harga 2019 : Rp 50

Return : - 92,31%

3. POLA

Kepemeilikan saham : 7,65%

Harga 2019 : Rp 262

Return : -88,10%

4. INAF

Kepemilikan saham : 13,91%

Harga 2019 : Rp 870

Return : -86,62

5. NIKL

Kepemilikan saham : 10,3%

Harga 2019 : Rp 675

Return : -81,25%

6. PCAR

Kepemilikan saham : 25,13%

Harga 2019 : Rp 1.100

Return : -79,44%

7. IIKP

Kepemilikan saham : 5,44%

Harga 2019 : Rp 50

Return : 79,10%

8. MYRX

Kepemilikan saham : 5,40%

Harga 2019 : Rp 50

Return : -57,90%

9. PPRO

Kepemilikan saham : 5,33%

Harga 2019 : Rp 68

Return : - 41,88%

10. HRTA

Kepemilikan saham : 5,26%

Harga 2019 : Rp 200

Return : - 34,60%

11. ICON

Kepemilikan saham : 5,02%

Harga 2019 : Rp 68

Return : -30,61%

12. BBYB

Kepemilikan saham : 20,13%

harga 2019 : 284

return : 0%

13. SDMU

Kepemilikan saham : 18,06%

harga 2019 : Rp 50

return : 0%

Perombakan Direksi

Sebelumnya, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) akan berkonsultasi dengan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan Menko Polhukam Mahfud MD terkait perombakan jajaran direksi Asabri.

“Makanya kami konsultasi dengan temen-temen Kementerian Pertahanan dan Menteri teknis terkait untuk diajak komunikasi,” kata Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga di Jakarta, Senin (13/1).

Untuk saat ini, pihak memilih berkomunikasi lebih dulu dengan kedua lembaga untuk mencari solusi penyehatan Asabri baru kemudian merombak manajemen Asabri. Namun ia belum bisa memastikan kapan pertemuan tersebut akan berlangsung.

Arya memastikan, kinerja Asabri memang merugi namun belum mau mengungkapkan berapa nilainya. Meski merugi, kegiatan operasional di perusahaan masih berjalan normal khususnya untuk pembayaran klaim prajurit TNI dan anggota Polri. (Web Warouw)