Hukum
Potongan tubuh pelaku bom bunuh diri di gereja Katedral, Makassar, Minggu (28/3). (Ist)
JAKARTA- Lucu nih! Bukannya prihatin atas bom bunuh diri pada gereja  di Makassar Minggu (28/3) kemarin, seorang warganet Instagram bernama abo.hld3209 setuju dengan aksi bom bunuh diri yang menimbulkan ledakan itu.
 
"Alhamdulillah, puluhan pengikut kristus kafir telah mati di tangan pejuang daulah yang telah mati syahid," tuturnya.
 
Twit diakun tersebut seperti mengajak orang lain untuk melakukan aksi bom bunuh diri yang sama. Seolah Islam membenarkan tindakan tersebut. Dia mengira akan lolos dari kejaran Densus 88. 
 
Menanggapi hal tersebut, Ketua Cyber Indonesia, Habib Husin khawatir pemikiran semacam itu dijadikan sebuah hal yang lumrah bagi masyarakat yang tidak paham.
 
"Jangan dibiarkan hal begini, khawatir akan dijadikan pembenaran oleh masyarakat awam," ucapnya dari akun Twitter @HusinShihab, Senin, 29 Maret 2021.
 
Habib Husin juga meminta kepada pihak kepolisian agar segera menindak tegas warganet tersebut karena telah menyebarkan kebencian dan setuju dengan aksi bom bunuh diri tersebut.
 
"Mohon atensi kepolisian agar tegas terhadap pelaku intoleran, penyebar kebencian, apalagi ini setuju dengan aksi bom bunuh diri di Makassar," tuturnya.
 
Mohon atensi Kepolisian @DivHumas_Polri @CCICPolri agar tegas terhadap pelaku intoleran, penyebar kebencian, apalagi ini setuju dengan aksi bom bunuh diri di Makassar. Jgn dibiarkan hal begini, khawatir akan dijadikan pembenaran oleh masyarakat awam.
Cc: @mohmahfudmd @jokowi https://t.co/ZQouJpudFz— Husin Alwi (@HusinShihab) March 28, 2021
Warganet tersebut sebelumnya juga berdoa kepada Allah SWT agar dapat membimbingnya untuk melawan rezim saat ini yang disebutnya sebagai pengikut kafir berbasis Pancasila.
 
"Semoga Allah SWT membimbing mereka dalam melawan rezim thogut berbasis Pancasila dan pengikut kafir yang ada di Nusantara," tuturnya.
 
Bahkan netizen tersebut yakin bahwa bendera daulah Islamiyah akan ditancapkan di depan Istana Negara di masa yang akan datang.
 
"INGATLAH! BENDERA PANJI DAULAH ISLAMIYAH AKAN DITANCAPKAN DI DEPAN ISTANA NEGARA! NANTIKAN SAJA! INSYAALLAH!," ucapnya
 
Untuk diketahui, Majelis Ulama Indonesia (MUI) juga telah buka suara soal tragedi bom bunuh diri tersebut.
 
MUI mengutuk keras peristiwa bom bunuh diri itu karena bertentangan dengan ajaran agama mana pun.
 
"MUI mengutuk dengan keras tindakan pelaku peledakan bom di Makassar pagi ini yang telah membuat ketakutan di tengah-tengah masyarakat dan telah menyebabkan jatuhnya korban jiwa," kata Wakil Ketua Umum MUI, Anwar Abbas.
 
MUI menegaskan bahwa hal tersebut tidak manusiawi dan bertentangan dengan nilai ajaran agama mana pun yang diakui negeri ini.
 
Lebih lanjut MUI meminta aparat penegak hukum mengusut tuntas kasus tersebut.
 
"Untuk itu, MUI meminta pihak aparat untuk mencari dan menangkap pelaku dan atau otak intelektual serta pihak-pihak yang ada di balik peristiwa ini serta membongkar motif dari tindakan yang tidak terpuji tersebut," ujar Anwar.
 
Selanjutnya, MUI juga meminta supaya kejadian bom bunuh diri itu tidak dikaitkan dengan SARA.
 
"Di samping itu, MUI juga meminta supaya masalah ini jangan dikait-kaitkan dengan agama dan atau suku tertentu di negeri ini karena hal demikian akan semakin membuat rumit dan keruhnya suasana," tuturnya.
 
Kepada Bergelora.com dilaporkan, ledakan tersebut terjadi di depan Gereja Katedral Makassar pada pukul 10.28 WITA.
 
Saat ledakan terjadi, sejumlah jemaat gereja tengah beribadah di lokasi. Selain potongan tubuh manusia, di lokasi kejadian, tampak juga sejumlah korban luka dievakuasi dan dilarikan ke rumah sakit. (Web Warouw)
 

Add comment

Security code
Refresh