Hukum

Komisioner Komnas HAM, Siane Indriani (Ist)Komisioner Komnas HAM, Siane Indriani (Ist)JAKARTA- Komnas HAM meminta bantuan kepada Muhammadiyah untuk mencari kebenaran dan fakta atas kematian Siyono dan dalam prosesi otopsi jenazah Siyono alias Apip guna untuk mencari benang merah atas kematian Siyono.

“Dalam pelaksanaan otopsi ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan, akibat benda tumpul/intravital dan ditemukan patah tulang untuk kepastiannya secara rinci akan dilakukan tes labotarium hasilnya nanti akan kami sampaikan maksimal 10 hari dari hari,” Hal ini disampaikan oleh Komisioner Komnas HAM, Siane Indriani kepada Bergelora.com di Jakarta, Senin (4/4)

Dari keterangan awal yang diperoleh Siane, dokter PP Muhammadiyah yang melakukan proses autopsi mengatakan ada banyak patah tulang di bagian dada Siyono.

Menurut Siane, yang paling penting bahwa autopsi ini adalah momentum yang membuktikan setiap warga negara berhak memperoleh keadilan dan menguji tindakan aparat. Apakah sesuai prosedur hukum.

“Selain itu, sekaligus mengawasi Polri khusunya Densus 88 agar tidak lagi bertindak sewenang-wenang. Namun proses ini sama sekali tidak bermaksud untuk melemahkan Kepolisian,” tegasnya.

Penggalian kembali untuk kepentingan otopsi jenazah Almarhum. Siyono alias Apip yang terduga teroris asal Klaten dilakukan Minggu (3/4) dari  pukul 07.30 sampai dengan pukul 12.20  bertempat di komplek Tempat Pemakaman Umum (TPU) Dukuh Brengkungan, Desa Pugong, Kecamatan Cawas, Kabupaten Klaten.

Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain  Siane Indriyani (Komisioner Komnas HAM Pusat), Manajer Nasution (Komisioner Komnas HAM), Prof. Hadis Abbas (Komisioner Komnas HAM), Prof. Busro Muqodas (PP Muhammadiyah Jogjakarta), Abdul Rozhi, S.Sos  (PP  Muhammadiyah  Yogjakarta), AKBP dr. Astri (dokter Forensik Polda Jateng), Dr. Gatot S.Pf (Ketuai Tim Otopsi/dari Dokter forensik PP Muhammadiyah Jogjakarta)

Selain itu kegiatan itu diikuti 8 orang anggota yaitu Dahniel Anzar Simanjutak (Ketua PP Pemuda Muhammadiyah), Kombes  Yacobus Mardjuki (Dir Intel Polda Jateng), AKBP. Faisal (Kapolres Klaten), Kompol Hendri Yulianto (Waka Polres Klaten), AKP Totok (Kapolsek Cawas, Klaten), Kapten Inf. Dalimin (Danramil 20/Cawas), Muh. Ismail, S.Sos (Ketua Kokam Jateng), Edi Lukito (Ketua LUIS Surakarta), Hendro Sudarsono (Humas LUIS Surakarta), Ust. BonyAswar (Ketua MMI Klaten), Jumadi (Ketua FKDM Klaten), Andika Pratama (Ketua Kokam Klaten), dan sekitar 200 orang dari anggota Kokam Klaten, anggota ormas Islam Soloraya, Klaten dan DIY 

Sekitar pukul 07.30  proses otopsi dimulai, dan dipimpin oleh dr. Gatot, S.Pf   dan didampingi dokter forensik dari Polda Jateng, dimulai dengan proses penggalian oleh anggota Kokam. Pukul 09.40  proses penggalian selasai, dilanjutkan pengangkatan jenazah dan pembukaan kain kafan jenazah alm. Siyono alias Apip.

Pukul. 11.10  proses otopsi jenazah almarhum Siyono selesai, dilanjutkan pengembalian kondisi awal.  Pukul 11.45 proses penguburan ulang jenazah Almarhum Siyono di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Dukuh Brengkungan, Desa Pugong, Kecamatan Cawas, Kabupaten Klaten selesai dilaksanakan. 

Kemudian dihalaman rumah Almarhum Siyono Alian Apip Dukuh. Brengkungan Rt 11/05 Desa Pogung, Kecamatan Cawas, Kabupaten Klaten diadakan Konferensi Pers oleh Dr. Gatot S.Pf (Ketuai Tim Otopsi/dari Dokter forensik PP Muhammadiyah) didampingi oleh PP Muhammadiyah dan Komnasham. (Web Warouw)

 

 

Add comment


Security code
Refresh