Hukum
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT), Eko Putro Sandjojo (Ist)

JAKARTA- Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT), Eko Putro Sandjojo masih tidak menyangka dan terkejut atas kabar penangkapan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap bawahannya, Jumat (26/5).

“Terus terang saya tidak menyangka Pak Irjen (Sugito-red) seperti itu. Orangnya sangat sederhana dan baik. Dia juga menjabat Ketua Unit Pemberantasan Pungutan Liar di Kemendes,” kata Mendes Eko kepada wartawan, di Jakarta, Sabtu (27/5).

Menurut Eko, bawahannya itu pegawai yang aktif ikut serta dalam program bersih-bersih dari korupsi di Kemendes.

"Setahu Saya, Pak Gito (Sugito) termasuk orang yang aktif selama ini dalam program-program bersih-bersih, ini makanya saya kaget juga. Bikin Satgas Pungli, Satgas Reformasi juga atas inisiatif beliau," kata Eko.

Pada hari Sabtu juga Mendes Eko segera mengumpulkan pejabat Kemendes untuk membicarakan operasi tangkap tangan yang menyasar kementeriannya.

“Saya tanya kenapa harus sogok menyogok? Kenapa tidak ada laporan pada saya. Kalau beginikan saya yang harus tanggung jawab. Saya tanggung jawab,” tegasnya.

Mendes Eko juga sudah minta istrinya mengajak ibu-ibu Darma Wanita untuk mengunjungi rumah Irjen Sugito untuk memberikan kekuatan dan penghiburan.

“Rumah pak Irjen kecil dan sederhana, tinggal di jalan kecil. Saya gak habis pikir,” katanya.

Mendes Eko mengaku memang mendukung semua program yang diajukannya, karena punya target membersihkan Kemendes agar bisa efektif.

“Kementerian ini kan beda dengan korporasi yang harus menghitung cash flow. Kitakan tinggal jalan. Dana sudah ada, masakan gak bisa lebih baik dari korporasi,” katanya.

Mendes Eko berharapa pemeriksaan sesuai prosedur sehingga mendapatkan kepastikan soal kasus penyuapan pada BPK ini.

"Tapi apapun yang dilakukan KPK harus kita dukung dan saya mengikuti hukum yang berlaku di KPK," kata dia.

"Kami tunggu sampai ada keterangan dari KPK, kami musti menghormati proses hukum yang sedang berlaku , yang sedang berjalan di KPK," ujarnya.

Ditangkap 7 Orang

Kepada Bergelora.com dilaporkan, operasi tangkap tangan itu dilakukan KPK pada Jumat (26/5) malam. KPK menangkap tujuh orang, termasuk pejabat BPK. Operasi tangkap tangan (OTT) disebut terkait pemberian predikat WTP.

WTP merupakan opini yang dikeluarkan auditor terhadap laporan keuangan. Sesuai amanat konstitusi dan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003, audit atas laporan keuangan lembaga negara dilakukan oleh BPK.

OTT KPK ini diduga tidak hanya melibatkan pejabat Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Penangkapan tersebut diduga juga melibatkan pejabat di Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT). (Web Warouw)

Add comment


Security code
Refresh