Hukum
Persidangan Bambang Tri Mulyono pengarang buku fiktif "Jokowi Undercover." Di Blora (Ist)

BLORA- Kemelut panasnya Pilpres di 2014 lalu, salah satunya tentang buku yang sempat heboh yaitu buku "Jokowi Undercover." Buku karangan pria bernama Bambang Tri Mulyono ini pun membuatnya terjerat hukum karena terbukti melakukan ujaran kebencian.

Vonis hukuman kepada Bambang ini disampaikan oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Blora, Jawa Tengah pada Senin (29/5). Bambang dijatuhi vonis tiga tahun penjara atas ujaran kebenciannya yang ditulis dalam buku tersebut. Pembacaan putusan itu dipimpin oleh Majelis Hakim Makmurin Kusumastuti dan hakim anggota Dwi Ananda FW dan Rr. Endang Dewi Nugraheni.

"Terdakwa divonis bersalah lantaran terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana dengan sengaja tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan suku, agama, ras dan antargolongan (SARA) secara berlanjut.

“Majelis Hakim menjatuhkan pidana penjara kepada terdakwa selama tiga tahun," kata Ketua Majelis Hakim Makmurin Kusumastuti, Senin (29/5).

Kepada Bergelora.com dilaporkan, salah satu alasan yang juga membuat hakim memberikan hukum 3 tahun penjara di antaranya karena perbuatan terdakwa ditujukan kepada Presiden RI sebagai kepala negara yang seharusnya dihormati, perbuatan terdakwa telah meresahkan masyarakat dan terdakwa juga bersikap tidak sopan di persidangan serta merasa tidak bersalah.

"Selanjutnya majelis tanyakan kepada Saudara atas hak-hak Saudara. Bila setuju dengan putusan ini, maka menerima, jika keberatan, bisa mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi, kemudian kalau masih ragu-ragu bisa menyatakan pikir-pikir dan kami beri waktu selama 7 hari," kata ketua majelis hakim Makmurin Kusumastuti.

"Saya menyatakan banding," ujar Bambang.

Ditemui wartawan seusai sidang, Bambang kembali menegaskan tekadnya untuk mengajukan permohonan banding. Bahkan dia akan mengganti semua pengacara yang dianggap tak sukses membelanya di PN Blora.

"Saya banding, saya akan ganti semua pengacara," ucapnya.

Bambang ditetapkan sebagai tersangka karena membuat buku 'Jokowi Undercover'. Buku tersebut dianggap berbau suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

Bambang menggunakan media sosial untuk mendistribusikan buku itu. Tidak ada toko buku yang menjual hasil karyanya tersebut.

Bambang pun ditangkap pada Jumat (30/12/2016) oleh Bareskrim Polri di Blora. Dia dibawa ke Jakarta untuk dimintai keterangan. Polisi akhirnya menyatakan kasus itu telah lengkap atau P21 pada Senin (27/2/2017). Kasus tersebut dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Blora.

Bambang dijerat Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis, serta Pasal 207 KUHP tentang Penghinaan terhadap Penguasa. (Prijo Wasono) 

Add comment


Security code
Refresh