Hukum
Mantan Menteri Kesehatan Dr.dr. Siti Fadilah Supari, Sp.JP(K) (Ist)

JAKARTA- Hari ini, Rabu (7/6) mantan Menteri Kesehatan Dr.dr. Siti Fadilah Supari, Sp.JP(K) membacakan pleidoinya. Ibu berusia 67 tahun yang pernah menggratiskan biaya kesehatan 74,6 juta rakyat miskin dan hampir miskin,-- sudah hampir 6 bulan dibalik jeruji Pondok Bambu sebagai tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi( KPK). Jaksa Penuntut Umum menambahkan 6 tahun buat dakwaan yang sudah dibuktikan dalam sidang-sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Semua sahabat, mantan pasien, dokter, bidan dan relawan kesehatan hanya bisa berdoa bagi Yang Mulia Majelis Hakim agar memberikan putusan yang adil bagi Siti Fadilah..

Bergelora.com menerima tulisan berisi doa dari seorang sahabat Siti Fadilah, Dr. Endang Johani, seorang dokter mata. Ini tulisan lengkapnya berjudul ‘Temanku Siti Fadilah Supati, Menkes Hebat dan Kuat, Penghuni Rutan yang Tabah’ :

Sudah 48 Tahun saya mengenal Siti Fadilah Supari. Dia bukan orang yang suka mengumpulkan uang, bahkan tidak terlalu bisa mengatur uang. Di rumah, ketika mas Pari (almarhum Supari) suaminya ada, mas Parilah yang mengaturnya. Ketika anak-anaknya besar, maka Tia,-- si putri sulunglah yang mengatur keuangannya. Ketika jadi menteri kesehatan, adiknyalah yang mengatur belanjanya. Kadang untuk keperluan rutin sampai sekarang yang mengatur malah ajudannya.

Bahwa menjadi menteri kesehatan yang harus bertanggung jawab dan menandatangani segala sesuatu lalu berakibat seperti saat ini,-- sungguh amat mengagetkan dan  menyedihkan.

Bila bapak-bapak KPK dan pak hakim yang mulia telah  mendengar, meneliti dan menelaah bahwa bukti-bukti yang benar-benar mengarah ke Siti Fadilah saja sumir dan tidak akurat, mohon dengan sangat untuk mempertimbangkan putusan nantinya.

Mohon juga dilihat apa yang telah diperbuat Fadilah untuk bangsa dan negeri ini, yang justru sangat dihargai di luar sana. Tolong bandingkan dengan dugaan kesalahannya yang susah dibuktikan secara langsung,-- bahwa Fadilah menumpuk harta sehingga merugikan negara.

Dan, saya tidak ingin mendramatisir,-- namun bayangkanlah, Fadilah yang umurnya sudah 67 tahun dan tidak sehat. Kalau Fadilah harus menjalani hukuman yang tak sepadan dengan perbuatannya,-- sangat menyedihkan bukan, pak?

Fadilah betul-betul tidak sehat. Ada Hypertensi, ada penyakit immunitas, ada sakit tulang belakang dan otot dan  telah menjalani operasi namun masih sering nyeri.

Mata kanan kirinya mengalami radang uvea,  dan glaucoma, yang harus menggunakan obat tetes mata selamanya.

Saya tahu karena saya mengantarnya ke dokter jantung (walau Fadilah sendiri adalah dokter jantung),-- kemudian ke dokter neorolog, orthopaedist dan dokter matanya.

Walau dalam keadaan sakit Siti Fadilah menjalani penahanan dengan tabah. Sambil memanfaatkan keahliannya bersosialisasi pada sesama penghuni Pondok Bambu, dan menulisnya.

Karena Fadilah yakin,-- Allah akan menolongnya, lewat tangan bapak-bapak penentu hukumannya.

Hanya itu harapannya,-- Allah.

Saya sungguh tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi,--carut marut ini. Saya hanya bisa berdoa ditiap sujud saya, agar Allah meringankannya.

Fadilah sendiri tak pernah berhenti doa memohon mendapat keadilan yang seadil-adilnya.

Semoga Allah mencerahkan nurani Bapak Hakim, sehingga bisa memberikan putusan yang baik dan benar bagi Siti Fadilah. Aamiin! (Web Warouw)

Comments   

0 #2 George 2017-06-25 12:42
That is sᥙch a fun game and we had a perfect birthday
Dɑddy.? Larry added. ?Can we play ?What?s the perfect thing about God?
tomorrow too?? ɦe begged Һiis Mⲟmmy.

Here is my page ... http://www.linux.co.uk/: http://www.linux.co.uk/
Quote
0 #1 Von 2017-06-08 02:45
I am tгuly pleased tօ glance at thіѕ web site
posts ᴡhich carries tоns of valuable fаcts, tҺanks for providing suсh data.


Feel free to visit my weblog ... mo dai ly ѕon cap 1: http://hangsonachau.com/mo-dai-ly-son/
Quote

Add comment


Security code
Refresh