Hukum
Menteri Kesehatan, Dr.dr. Siti Fadilah Supari, Sp.JP(K) (Ist)

JAKARTA- Hari Jumat (16/6) siang ini mantan Menteri Kesehatan, Dr.dr. Siti Fadilah Supari, Sp.JP(K) akan menghadapi sidan terakhirnya. Hakim akan memutuskan vonis pada Siti Fadilah yang sudah 7 bulan di Rutan Pondok Bambu.

Semua sidang yang sudah dilewati di Pengadilan Tipikor, tidak bisa membuktikan dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bahwa Siti Fadilah menerima gratifikasi, menguntungkan oranglain dan diri sendiri, penyalahgunaan wewenang ataupun kesalahan administrasi.

Walaupun Jaksa tetap mendakwa 6 tahun penjara pada Siti Fadilah, namun majelis hakim diharapkan menggunakan fakta-fakta persidangan menjadi dasar keputusan siang ini.

Masyarakat dari berbagai kalangan, terutama yang pernah merasakan manfaat Jamkesmas (Jaminan Kesehatan Masyarakat), relawan kesehatan, petugas kesehatan dari bidan dan dokter mengirimkan doa-doanya kepada majelis hakim agar membebaskan Siti Fadilah.

Ribuan pesan dan doa terus mengalir dari Aceh sampai Papua, dari petani, buruh, relawan kesehatan dan dokter dikirimkan ke Bergelora.com.

Dibawah ini sebuah pesan yang diterima Eka Pangulimara H, aktivis dan pimpinan gerakan buruh yang tergabung dalam Konggres Konfederasi Serikat Buruh Indonesia (KASBI), salah satu organisasi buruh terkuat dan terbesar saat ini:

Jamkesmas untuk seluruh rakyat Indonesia.  Penemu Zat Omega3,  ilmuwan kesehatan nasional berkaliber dunia yang pernah tanggulangi virus H5N1 flu burung. Berhasil taklukan AS melalui sidang WHO beberapa waktu silam,  menghasilkan kesepakatan internasional.  Agar virus strain Indonesia tidak boleh asal dibawa ke luar negeri tanpa seijin WHO.  Sehingga antrian vaksin tdiak dapat dipergangkan bebas,  mengobok-obok kedaulatan sebuah negara.  Atas bom virus yang diciptakan manusia dan koorporasi.

Berikutnya,  atas nama kemanusiaan,  virus tak dapat dipergunakan sembarangan apalagi dijadikan agenda peperangan senjata biologis pemusnah massal di dunia.

Tiga puluhan tahun di Indonesia,  pangkalan militer AS ternyata kuasai pertahanan negara melalui sektor kesehatan.  Namru 2, berhasil ditutup dan dipindahkan atas kesepakatan bersama pemerintahan Indonesia dan AS.  Tidak banyak jendral militer sekalipun mampu mengusir Namru 2. 

Berkat kegigihan perlawanan dan spirit nasionalisme yang bersegi kedaulatan rakyat,  Menteri Kesehatan RI di jaman KIB 1, berhasil memastikan pertahanan nasional di bidang kesehatan benar-benar berdiri tegak,  lucuti neoliberalisme.

Siti Fadilah Supari mendapat dukungan internasional yang kian meluas.  Namun,  pembunuhan karakter menjadi harga yang harus dibayar,  atas berbagai tuduhan issue korupsi di tubuh kementrian kesehatan. 

Karya tulis yang sempat dibukukan berjudul "Saatnya Dunia Berubah,  Tangan Tuhan Dibalik Virus Flu Burung"  pernah beredar di toko buku ternama.  Dicetak ulang hingga tujuh kali.  Edisi berbahasa Inggrisnya juga tercetak ulang hingga dua kali. Banyak aktifitas pembagiaan buku ini untuk dibagikan secara gratis dalam banyak acara,  untuk kepentingan kelompok sosial,  akademisi, politisi,  dan lainnya.

Sejak 24 Oktober 2016, SFS digelandang mendekam di balik jeruji besi, rutan Pondok Bambu,  Jakarta Timur.

Delapan bulanan berjalan bersama proses pengadilan di PN Jakarta Pusat.  Dan hari ini,  Jumat,  merupakan agenda sidang pembacaan putusan atas seluruh tuduhan,  dakwaan JPU KPK yang selama ini membelenggu eksistensi politik Ibu Siti Fadilah.

Pukul 13. 00 WIB hari ini dimulainya proses persidangan atas kebenaran yang sesungguhnya harus diungkap. Siti Fadilah tidak bersalah. Demi sebuah keputusan yang berkeadilan dan memanusiakan. Udara kebebasan adalah takdir sejarah yang mesti dialami sosok Ibu,  Nenek,  dan senyum anak serta cucunya..

Doa dan harapan besar menggunung di hari ini, serukan kebenaran dan keadilan!

Eka Pangulimara H.

Tetap Menolong

Relawan dan rakyat di Jawa Tengah juga mengirimkan pesan. Mengingat semua yang sudah diperjuangkan Siti Fadilah dibidang kesehatan rakyat. Handphonenya tidak pernah mati dan selalu standby menerima keluhan langsung dari masyarakat yang kesulitan di rumah-rumah sakit. Walaupun sudah di dalam penjarapun Siti Fadilah masih melakukkan advokasi bagi para tahanan yang menderita sakit dan kesulitan mendapatkan pelayanan kesehatan. Pesan di bawah ini menggambarkan Siti Fadilah dari dulu sampai hari ini :

Sebuas-buasnya harimau ia tidak akan memakan anaknya sendiri. Sesakit sakitnya ibu Siti Fadilah difitnah dia tidak akan membiarkan 1 orang pun sakit terlantar di rumah sakit. Ibu, kami DKR JawaTengah tetap setia pada ibu. Tetaplah semangat! Rakyat sehat negara kuat! Andreas Nur, DKR Jawa Tengah. (Web Warouw)

 

Add comment


Security code
Refresh