Hukum
Bripda Istiqomah Sri Rahayu (Ist)

JAKARTA – Pendapat lama mengatakan bahwa polisi sejati adalah mereka yang bertugas di bidang reserse kriminal (Reskrim). Beda sekarang, polisi sejati dianggap lebih tepat disematkan kepada Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas). Pasalnya, dalam bertugas, seorang Bhabinkamtibmas dapat melakukan lima fungsi kepolisian sekaligus.

Fungsi lalu-lintas (Lantas) dengan pengaturan arus lalin pagi. Fungsi intelijen dan keamanan (Intelkam) dengan pengumpulan informasi tentang situasi daerah. Fungsi Reskrim dengan penanganan kasus lewat jalan kekeluargaan (problem solving). Fungsi samapta bhayangkara (Sabhara) lewat kegiatan patroli. Dan tentunya, fungsi Binmas itu sendiri.

Namun sayang, mayoritas Bhabinkamtibmas saat ini adalah Polisi Laki-laki (Polki). Jarang sekali ditemui Bhabinkamtibmas yang diemban Polisi Wanita (Polwan). Di antara yang jarang itu, salah satunya adalah Bripda Istiqomah Sri Rahayu.

Padahal, menurut Bribda Istiqomah, berdasarkan pengalamannya sebagai Bhabinkamtibmas Desa Bantarujeg wilayah Polsek Bantarujeg, Polres Majalengka, Polda Jawa Barat, masyarakat dapat lebih terbuka kepada Polwan.

“Polwan dapat mengambil peran peningkatan kepercayaan terhadap Polri. Karena keberadaan Polwan mengedepankan tindakan kepolisian yang humanis namun tetap tegas. Dan Polwan menjadi barometer tindakan kepolisian yang mengedepankan preemtif dan persuasif kepada masyarakat sehingga menimbulkan rasa kepercayaan masyarakat kepada Polri,” kata Bripda Istiqomah kepada redaksi tribratanews.com.

Selain itu, menurut dara kelahiran Majalengka, 25 Agustus 1997 ini, Polwan juga dapat berperan efektif dalam fungsi pelayanan perempuan dan anak (PPA).

Kepada Bergelora.com dilaporkan, Bripda Istiqomah menjelaskan, Polwan dapat menangani kasus-kasus yang berkaitan dengan kejahatan asusila seperti kasus perkosaan, kasus pelecehan seksual, hingga kasus kekerasan dalam rumahtangga (KDRT).

“Polwan sebagai seorang perempuan memiliki naluri sebagai seorang ibu yang lebih dekat dengan anak. Misalnya ada kasus pelecehan terhadap anak perempuan, maka Polwan berperan dalam melaksanakan tugasnya yaitu dengan cara mengajaknya berbicara dengan halus untuk mendapatkan keterangan yang lebih jelas dari anak tersebut, dan anak tersebut akan memberikan penjelasannya dengan tidak malu-malu, karena selain sesama perempuan, seorang anak lebih dekat dengan ibu. Hal itu sangat efektif dilakukan oleh Polwan daripada Polki,” kata perempuan yang hobi berolahraga ini.

Atau bahkan, lanjutnya, Polwan juga dapat berperan dalam melaksanakan negosiasi kepada pendemo karena kehadiran Polwan dapat meredam aksi agar tidak berlangsung anarkis. Dengan kata lain, kehadiran sosok Polwan yang tegas namun humanis dapat menolong menyejukkan suasana.

Bripda Istiqomah bersyukur, perhatian institusinya terhadap Polwan sangat baik. Dan berharap, di hari jadinya yang ke-69 ini, peran Polwan dapat lebih dimaksimalkan.

“Sekarang masyarakat lebih terbuka terhadap kami. Apalagi di Polsek, jarang ada Polwan, jadi masyarakat senang dengan adanya Polwan. Yang biasanya takut bertemu Polisi justru berkurang karena Polwan sekarang selalu diikutsertakan dalam berbagai kegiatan yang berhubungan langsung dengan masyarakat,” imbuhnya.

Tak lupa, kepada seluruh Polwan, Bripda Istiqomah mengajak untuk terus semangat berkarya mengemban tugas sebagai abdi negara.

“Dirgahayu Polwan ke-69, untuk seluruh Polwan di Indonesia, tetap semangat dalam menjalankan tugas sebagai abdi negara. Dan semoga Polwan semakin jaya. Amin!” ungkapnya. (Iman Firmansyah)

 

Add comment

Security code
Refresh