Hukum
Tempat Debora berisitirahat (Ist)

JAKARTA – Kasus bayi Debora yang meninggal karena tak ditangani tepat waktu akibat terbentur biaya menjadi perhatian Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya.

“Betul, saat ini rekan-rekan sedang menyelidiki kasusnya,” kata Direktur Reskrimsus Polda Metro Jaya, Kombes Pol Adi Deriyan Jayamarta, Senin (11/9).

Penyelidikan ini, terang Kombes Pol Adi Deriyan, berdasarkan adanya laporan informasi yang masuk ke Kepolisian. Pihaknya segera menentukan ada tidaknya unsur pidana dalam kematian bayi Debora.

“Semoga segera kita bisa tentukan. Penyelidikan ini berdasarkan laporan informasi,” ujar Kombes Pol Adi Deriyan.

Ibunda Debora, Henny Silalahi, sebelumnya sempat mencurahkan kekesalan atas pelayanan RS Mitra Keluarga Kalideres. Rumah sakit ini, disebut Henny tidak mau memasukkan Debora ke Pediatric Intensive Care Unit (PICU) seperti yang dianjurkan dokter. Alasannya, uang muka yang diberikan orangtua Debora tidak cukup.

Orangtua Debora sudah berjanji akan melunasi saat siang harinya, namun rumah sakit tetap menolak. Debora meninggal dunia sebelum dipindahkan ke RS Koja, yang menerima BPJS.

Kepada Bergelora.com dilaporkan RS Mitra Keluarga Kalideres menepis kabar pihaknya tak mau merawat Debora karena kurangnya uang muka. Pihak rumah sakit menyebut bila Henny keberatan mengingat kondisi keuangan ketika mengurus di bagian administrasi.

“Ibu pasien mengurus di bagian administrasi, dijelaskan oleh petugas tentang biaya rawat inap ruang khusus ICU, tetapi ibu pasien menyatakan keberatan mengingat kondisi keuangan,” demikian penggalan rilis media RS Mitra Keluarga soal bayi Debora yang dikutip dari situs mitrakeluarga.com. (Enrico N. Abdielli)

 

Polda Metro Jaya Mulai Selidiki Kasus Kematian Bayi Debora

JAKARTA – Kasus bayi Debora yang meninggal karena tak ditangani tepat waktu akibat terbentur biaya menjadi perhatian Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya.

“Betul, saat ini rekan-rekan sedang menyelidiki kasusnya,” kata Direktur Reskrimsus Polda Metro Jaya, Kombes Pol Adi Deriyan Jayamarta, Senin (11/9).

Penyelidikan ini, terang Kombes Pol Adi Deriyan, berdasarkan adanya laporan informasi yang masuk ke Kepolisian. Pihaknya segera menentukan ada tidaknya unsur pidana dalam kematian bayi Debora.

“Semoga segera kita bisa tentukan. Penyelidikan ini berdasarkan laporan informasi,” ujar Kombes Pol Adi Deriyan.

Ibunda Debora, Henny Silalahi, sebelumnya sempat mencurahkan kekesalan atas pelayanan RS Mitra Keluarga Kalideres. Rumah sakit ini, disebut Henny tidak mau memasukkan Debora ke Pediatric Intensive Care Unit (PICU) seperti yang dianjurkan dokter. Alasannya, uang muka yang diberikan orangtua Debora tidak cukup.

Orangtua Debora sudah berjanji akan melunasi saat siang harinya, namun rumah sakit tetap menolak. Debora meninggal dunia sebelum dipindahkan ke RS Koja, yang menerima BPJS.

Kepada Bergelora.com dilaporkan RS Mitra Keluarga Kalideres menepis kabar pihaknya tak mau merawat Debora karena kurangnya uang muka. Pihak rumah sakit menyebut bila Henny keberatan mengingat kondisi keuangan ketika mengurus di bagian administrasi.

“Ibu pasien mengurus di bagian administrasi, dijelaskan oleh petugas tentang biaya rawat inap ruang khusus ICU, tetapi ibu pasien menyatakan keberatan mengingat kondisi keuangan,” demikian penggalan rilis media RS Mitra Keluarga soal bayi Debora yang dikutip dari situs mitrakeluarga.com. (Enrico N. Abdielli)

Add comment


Security code
Refresh