Hukum
Situs nikahsirri.com yang sudah diblokir (Ist)

JAKARTA- Direktur Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Kombes Pol Adi Deriyana menjelaskan untuk masuk dan menjadi mitra dalam sitis nikahsirri.com tidaklah susah. Karena semuanya terdapat di website sebelum diblokir.

“Jadi caranya ada semua di dalam website,” tutur Kombes Adi, Senin (25/9).

Kombes Polisi Adi Deriyan, transaksi portal haram tersebut berhubungan dengan pihak klien dan mitra.

“Klien yang masuk ke situs tersebut dan mendaftarkan diri menjadi member. Untuk menjadi klien pemilik situs memberikan pembayaran administrasi dan nantinya diberikan username dan password, dan setelah membayar dan masuk ke dalam situs,” kata Kombes Adi.

Bila telah menjadi klien, maka dia bisa melakukan transaksi. Transaksi ini, jelasnya, dia (klien) dan melihat mitra yang bisa dijadikan mempelai wanita.

“Adalah orang-orang yang mendaftarkan siap untuk menjadi mempelai wanita, mempelai pria dan penghulu. Nanti klien ini tinggal membuka dan nanti akan tampil wanita itu akan ada nilai maharnya,” terangnya.

Misalnya maharnya 200 poin, dan bila klien ini itu ingin mendapatkan wanita tersebut harus membayar mahar ke mitra. Misalnya 200 poin dan bila 1 koin 100 ribu maka itu 200 dikali 100 ribu, dan itu dibayar ke pemilik situs.

Pemilik situs, ungkapnya, mengambil keuntungan 20 persen atas setiap transaksi tersebut. Dan sisanya diberikan kepada mitra.

“Itu mekanisme dan proses nikah sirih. Bila dari sisi agama dan dari ulama melakukan pernikahan sirih itu tidak mudah. Kami melihat adanya transaksional dan kita melihat seorang syarat mitra,” ujarnya.

Selain menampilkan foto dan profilnya dan untuk menjadi mitra minimal syarat adalah umur 14 tahun.

“Bila yang mendaftar anak 14 tahun itu anak-anak dan terjadi eksploitasi anak-anak untuk mendapatkan keuntungan. Dan bisa untuk transaksi jual beli anak,” tegasnya.

Polda Metro Jaya saat ini sedang mendalami siapa saja nama-nama mitra. Dan berdasarkan database ini mitra akan ditanyakan profil, latarbelakang dan lainnya.

“Itu atas niat pribadi atau lainnya. Untuk kasus seperti ini bisa diancam 6 tahun penjara,” tuturnya.

Sementara itu, Rani, istri Aris Wahyudi, pemilik sekaligus pendiri situs www.nikahsirri.com meminta pada masyarakat agar suaminya dapat dimaafkan oleh masyarakat.

“Kepada semua masyarakat Indonesia saya minta maaf, saya mohon banget, mohon dimaafkan. Mohon dibantu biar prosesnya cepat selesai,” ujar Rani.

Ia menjelaskan, pekerjaannya hanya sebagai ibu rumah tangga. Jika suaminya tidak ada atau ditahan, kata Rina, maka tidak ada yang mencari nafkah untuk keluarganya.

“Saya dan anak-anak saya juga bingung kalau bapak harus ditahan. Enggak tahu sebulan dua bulan kedepan harus makan apa,” kata Rina.

Rina menegaskan tidak mengetahui dan tidak mengerti apa yang telah dilakukan suaminya. Dia hanya berharap suaminya dapat dibebaskan.

“Mudah-mudahan bapak buru-buru dibebaskan,” kata dia.

Aris Wahyudi, pemilik sekaligus pendiri situs www.nikahsirri.com, ditangkap Tim Cybercrime Krimsus Polda Metro Jaya atas dugaan tindak pidana ITE dan atau pornografi serta perlindungan anak.

Kepada Bergelora.com dilaporkan, penangkapan tersangka Aris terjadi setelah Tim Cybercrime Krimsus Polda Metro Jaya menemukan situs www.nikahsirri.com pada 22 September 2017 lalu. Situs tersebut berisikan konten pornografi yang menawarkan fasilitas lelang perawan dan juga menyediakan jodoh serta wali. (Enrico N. Abdielli)

 

Add comment


Security code
Refresh