Hukum
Irjen Pol Anton Charliyan (Ist)

JAKARTA- Provinsi Jawa Barat masih terdapat sisa-sisa ideologi Negara Islam Indonesia (NII) dan itu harus di berantas. NII itu adalah salah satu akar terorisme dan intoleransi, karena itu, pemimpin-pemimpin Jawa Barat kedepan harus memberangus NII sampai ke akar akarnya. Hal ini ditegaskan oleh Irjen Pol Anton Charliyan di Jakarta, Jumat (27/10).

“Jawa Barat rentan radikalisme dan intoleransi, di Jawa Barat diperlukan seorang pemimpin yang tegas dan berani yang mampu menjamin keamanan dan kepastian hukum, karena disini masih ada ideologi ideologi yang ingin mendirikan NII dan inilah akar dari radikalisme dan intolerans” katanya.

Kepada Bergelora.com dilaporkan, aksi terorisme dan intoleransi yang kerap membuat warga Jawa Barat resah, memaksa Inspektur Jendral Polisi Anton Charliyan terjun langsung ke lapangan memberantas aksi kejahatan kemanusiaan itu.

Selama Jendral Bintang dua itu memimpin kepolisian daerah Jawa Barat, beberapa penangkapan aksi terorisme dipimpin langsung olehnya. Di Jatiluhur misalnya, dua orang terduga teroris yang berhasil ditangkap hidup hidup meskipun keduanya harus dilumpuhkan lantaran melakukan perlawanan, saat itu Irjen Pol Anton Charliyan terjun langsung ke lokasi kejadian.

Tak hanya itu, aksi serupa terjadi di kelurahan Arjuna, Kecamatan Cicendo, Bandung. Terduga pelaku teroris meledakkan bom di taman Cicendo, kemudian pelaku lari ke dalam kantor kelurahan Arjuna dan menguasai kantor tersebut. Aksi tanggap Irjen Anton Charliyan yang memimpin penangkapan itu berhasil melumpuhkan terduga pelaku tanpa ada warga sipil yang terluka.

Padahal, pelaku setelah meledakkan bom di taman Arjuna Cicendo, lalu berlari kedalam kantor kelurahan bermaksud hendak membakar kantor tersebut yang berada di tengah tengah pemukiman padat penduduk. Namun aksinya berhasil di patahkan oleh personil kepolisian daerah Jawa Barat di bawah komando Irjen Pol Anton Charliyan.

“Bayangkan andaikata pelaku (teroris) berhasil membakar kantor kelurahan Arjuna, berapa kira kira rumah yang ikut terbakar, di lokasi kejadian kan pemukiman padat penduduk, itu masuk dalam area kota Bandung,” tuturnya. (Web Warouw)

 

Add comment


Security code
Refresh