Hukum
Ketua RT dan Ketua RW sedang memimpin persekusi di Tangerang (Ist)

JAKARTA- Polisi meringkus pelaku persekusi pasangan kekasih di Tangerang, antara lain berinisial IM, G, T, A, E dan G. Polisi menyebut tak tertutup kemungkinan jumlah tersangka bertambah seiring perkembangan penyelidikan. Sangat disayangkan, T sebagai ketua RT dan G sebagai Ketua RW menjadi provokator yang mengumpulkan massa untuk menghakimi kedua korban.

Atas persekusi ini, keenam tersangka telah melanggar pasal 170 dan pasal 335, dengan ancaman lima tahun penjara. Polisi juga terus menelusuri siapa yang mengunggah video viral tersebut, dan akan segera ditindak bagi para pelakunya.

"Masih kita dalami, enam pelaku dia sudah membenarkan perlakuan dan pernyataan saya. Ada empat akun Youtube yang kita block, dan ada beberapa akun lain. Kita akan cari pengunggah video tersebut agar dihapus. Video tak pantas ditonton. Kita akan selidiki," jelas Kapolresta Tangerang AKBP Sabilul Alif dalam konferensi pers, Selasa (14/11).

Sang ketua RT berinisial T diketahui tak memiliki pekerjaan tetap alias serabutan. Sementara sang G, si Ketua RW bekerja sebagai karyawan di sebuah pabrik.

Kedua orang itu justru yang memprakarsai menggerebek sekaligus menganiaya sejoli RN (28) dan MA (20), yang dituding telah berbuat mesum di rumah kontrakan Kampung Kadu RT 07 / RW 03 Sukamulya, Cikupa, Tangerang, pada Sabtu (11/11) lalu.

"MA hampir satu bulan lebih tinggal dikontrakan itu. Mereka (kedua korban persekusi) belum bisa ditanya detail, karena menangis terus, trauma," papar Kapolresta Tangerang AKBP Sabilul Alif.

Salah Tuduh

Dua orang yang dianiaya warga itu ternyata tidak sedang berbuat mesum saat mereka digerebek.

“Saat digerebek, mereka pun berpakaian lengkap; enggak ada yang aneh," kata Tohirudin, warga setempat yang mengaku menyaksikan detik-detik penggerebekan pada tengah malam itu, ketika ditemui wartawan pada Selasa (14/11).

Tohirudin menjelaskan, dipimpin oleh  T dan G, warga  dibangkitkan emosinya dengan tuduhan MA dan RA berbuat mesum di dalam rumah. Padahal saat digerebek mereka sedang berpakaian. Warga kemudian mengarak RN dan MA ke jalanan hingga sejauh tiga ratus meter dari rumah kontrakan.

Saat itulah warga mulai menjadi-jadi, tak hanya mengarak, tetapi juga menelanjangi dan memukuli kedua remaja itu. Beberapa warga merekam video aksi main hakim sendiri itu hingga menyebar luas melalui media sosial.

Dalam video berdurasi 04 menit 36 detik itu, tampak seorang wanita tanpa mengenakan celana serta seorang lelaki bertelanjang dada dan tanpa celana dikepung warga. Seorang warga terlihat menyiramkan air pada pasangan itu. Si wanita berteriak meminta maaf dan memohon warga berhenti melakukan itu.

Kronologi

Kapolresta Tangerang AKBP Sabilul Alif, menjelaskan kronologi mengapa RN dan MA bisa berada di satu tempat yang sama sehingga digerebek warga. Diketahui RN dan MA merupakan pasangan kekasih.

Malam itu jam 22.00 MA menelepon RN dan minta dibelikan makanan. Makanan datang, MA kemudian menyantapnya. Saat itu juga ada sekumpulan warga yang melakukan penggerebekan.

Ketika warga datang, pintu kontrakan sebenarnya dalam kondisi terbuka. Namun sekelompok warga yang main hakim sendiri itu memaksa RN dan MA untuk mengaku telah berbuat mesum.

"Dan dalam kondisi pakai baju dan setelah itu digerebek dipaksa ngaku, 'kamu ngapain? kamu berbuat zinah'," ujar Sabilul.

Sungguh miris perilaku sekelompok warga ini, mereka memaksa RN dan MA mengaku telah berbuat mesum.

Malah, RN sampai dicekik dan MA diperlakukan sangat tidak manusiawi.

"Itu si laki-laki dicekek lehernya dan si perempuan ini dibuka bajunya, dipaksa ditelanjangi," kata Sabilul.

Pihak kepolisian juga sedang melakukan pencarian terhadap siapa pembuat dan penyebar video tersebut.

Kepada Bergelora.com dilaporkan, pelaku persekusi terancam pasal 170 KUHP tentang penganiayaan dan pasal 335 KUHP tentang perbuatan tak menyenangkan. (Web Warouw)

 

Add comment


Security code
Refresh