Hukum
mantan Dirut Pelindo II RJ Lino (Ist)

JAKARTA- Setelah sukses bekerjasama memburu tersangka korupsi Setya Novanto, kini giliran KPK-Polri membuktikan kemampuannya untuk menuntaskan kasus korupsi yang diduga melibatkan mantan Dirut Pelindo II RJ Lino. Demikian Neta S Pane, Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) di Jakarta, Kamis (24/11).

Dalam catatan Indonesia Police Watch (IPW), RJ Lino terlibat dua kasus, yaitu kasus yang ditangani Bareskrim Polri dan ditangani KPK. Di KPK, RJ Lino sudah ditetapkan sebagai tersangka sejak dua tahun lalu. RJ Lino jadi tersangka dalam kasus korupsi pengadaan Quay Container Crane Tahun 2010.

“Namun anehnya, kasusnya mengendap hingga kini. Baik Bareskrim maupun KPK seperti menyimpan kasus Lino di dalam peti es. Mantan Dirut Pelindo II itu seakan tak tersentuh. Sepertinya KPK lebih berani kepada Ketua DPR Setya Novanto ketimbang RJ Lino.

Hal ini terbukti menurutnya, belum lama menjadi tersangka Novanto sudah diburu dan kemudian ditahan. Sebaliknya RJ Lino meski sudah dua tahun jadi tersangka, seakan KPK tidak berani menyentuhnya, apalagi menahannya seperti Setya Novanto. “Tampaknya Lino lebih kuat dari Novanto. Terbukti, walau punya dua kasus, di KPK dan Bareskrim tapi Lino tetap aman aman saja,” katanya.

Untuk itu menurutnya, sikap tegas KPK terhadap Novanto ini juga harus ditunjukkan kepada RJ Lino. Sehingga KPK tidak dituding tebang pilih dalam menangani kasus kasus korupsi.

“KPK harus membuktikan bahwa Lino tidak kebal hukum dan kasusnya harus segera dilanjutkan. Begitu juga dengan Bareskrim Polri, jika kasus Lino tidak bisa dilanjutkan sebaiknya di SP3 saja agar ada kepastian hukum dan tidak muncul kesan bahwa Bareskrim takut terhadap Lino hingga kasusnya diendapkan,” tegasnya.

IPW berharap, keberhasilan KPK-Polri membangun soliditas dalam memburu Setya Novanto harus dilanjutkan dan ditunjukkan kedua lembaga itu untuk menuntaskan kasus korupsi yang diduga melibatkan RJ Lino.

“Sehingga tidak ada kesan bahwa KPK -Polri lebih takut pada Lino ketimbang pada Setya Novanto,” katanya. (Web Warouw)

 

IPW: Setelah Sukses Tangkap Setya Novanto, Kapan RJ Lino?

JAKARTA- Setelah sukses bekerjasama memburu tersangka korupsi Setya Novanto, kini giliran KPK-Polri membuktikan kemampuannya untuk menuntaskan kasus korupsi yang diduga melibatkan mantan Dirut Pelindo II RJ Lino. Demikian Neta S Pane, Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) di Jakarta, Kamis (24/11).

Dalam catatan Indonesia Police Watch (IPW), RJ Lino terlibat dua kasus, yaitu kasus yang ditangani Bareskrim Polri dan ditangani KPK. Di KPK, RJ Lino sudah ditetapkan sebagai tersangka sejak dua tahun lalu. RJ Lino jadi tersangka dalam kasus korupsi pengadaan Quay Container Crane Tahun 2010.

“Namun anehnya, kasusnya mengendap hingga kini. Baik Bareskrim maupun KPK seperti menyimpan kasus Lino di dalam peti es. Mantan Dirut Pelindo II itu seakan tak tersentuh. Sepertinya KPK lebih berani kepada Ketua DPR Setya Novanto ketimbang RJ Lino.

Hal ini terbukti menurutnya, belum lama menjadi tersangka Novanto sudah diburu dan kemudian ditahan. Sebaliknya RJ Lino meski sudah dua tahun jadi tersangka, seakan KPK tidak berani menyentuhnya, apalagi menahannya seperti Setya Novanto. “Tampaknya Lino lebih kuat dari Novanto. Terbukti, walau punya dua kasus, di KPK dan Bareskrim tapi Lino tetap aman aman saja,” katanya.

Untuk itu menurutnya, sikap tegas KPK terhadap Novanto ini juga harus ditunjukkan kepada RJ Lino. Sehingga KPK tidak dituding tebang pilih dalam menangani kasus kasus korupsi.

“KPK harus membuktikan bahwa Lino tidak kebal hukum dan kasusnya harus segera dilanjutkan. Begitu juga dengan Bareskrim Polri, jika kasus Lino tidak bisa dilanjutkan sebaiknya di SP3 saja agar ada kepastian hukum dan tidak muncul kesan bahwa Bareskrim takut terhadap Lino hingga kasusnya diendapkan,” tegasnya.

IPW berharap, keberhasilan KPK-Polri membangun soliditas dalam memburu Setya Novanto harus dilanjutkan dan ditunjukkan kedua lembaga itu untuk menuntaskan kasus korupsi yang diduga melibatkan RJ Lino.

“Sehingga tidak ada kesan bahwa KPK -Polri lebih takut pada Lino ketimbang pada Setya Novanto,” katanya. (Web Warouw)

Add comment


Security code
Refresh