Hukum
Ilustrasi narkobais ditangkap (Ist)

BANDAR LAMPUNG-     Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Lampung harus bertindak tegas atas dugaan penyalahgunaan narkoba yang melibatkan salah satu calon kepala daerah.

Dari hasil test kesehatan Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUDAM), beredar isu bahwa salah satu calon terindikasi pengguna narkoba dan menyikapi hal ini KPU Lampung harus bertindak tegas.

“Jika memang ada calon kepala daerah yang terindikasi pengguna narkoba pemerintah khususnya KPU Lampung harus bertindak tegas,” kata Binti Amanah salah satu pengurus Muslimat dan Fatayat NU kepada Pers di Sukadana, Selasa (23/1). 

Ia mengatakan, bagaimana ingin memimpin rakyat bila kepala daerahnya pengguna narkoba.

Apa bila memang benar dugaan isu tersebut, penyelenggara harus bertanggungjawab atas hasil yang telah keluar dari tim dokter. 

“Negara saat ini tengah berperang dengan narkoba, jangan sampai kita mendapatkan pemimpin yang menggunakan narkoba,” katanya. 

Menurutnya, belakangan ini persoalan narkoba yang menjerat kepala daerah telah menjadi perhatian serius Presiden Joko Widodo.

Tes kesehatan saat pencalonan kepala daerah lebih diperketat lagi sehingga hal yang ditakutkan tidak terulang. Tes kesehatan harus meliputi psikotes, tes urine, dan menyangkut kesehatan lain seperti jantung ataupun komplikasi penyakit.

Kepada Bergelora.com dilaporkan, pada saat ini pemeriksaan telah dilakukan dengan ketat dan dapat dibuktikan dengan diloloskannya sejumlah pasangan bakal calon kepala daerah termasuk yang terindikasi bermasalah dengan narkoba.

Terlebih lagi KPU menggandeng Ikatan Dokter Indonesia (IDI) untuk memastikan pemeriksaan kesehatan berjalan dengan benar.

Apabila terjadi kesalahan KPU bisa  dilaporkan ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) karena dianggap melanggar aturan karena meloloskan calon yang diduga terindikasi narkoba. (Salimah)

 

Add comment


Security code
Refresh