Hukum
Kantor Majelis Ulama Indonesia (Ist)

BANDAR LAMPUNG- Peredaran narkoba di Lampung semakin hari makin marak, hal ini dibuktikan dengan penangkapan sejumlah kurir narkoba khususnya jenis sabu-sabu yang dilakukan oleh aparat penegak hukum.

Menyikapi hal ini Ketua Bidang Sosial dan Politik MUI Provinsi Lampung, Suryani M. Nur mengungkapkan betapa pentingnya peran pemerintah dalam pemberantasan narkoba, karena jika hanya bergantung kepada aparat sangat sulit.

"Seluruh elemen masyarakat harus terlebih dalam pemberantasan narkoba khusunsya pemerintah," kata dia.

Menyongsong pemilihan kepala daerah 2018, calon gubernur dan wakil gubernur harus bersih narkoba yang dibuktikan dengan test kesehatan oleh KPU Provinsi Lampung serta Badan Narkotika Nasional Lampung khususnya.

Bila perlu setiap calon harus menandatangani fakta integritas bebas narkoba bersama BNN, jangan sampai Lampung dipimpin oleh pecandu narkoba.

Pilkada Lampung diikuti empat pasangan calon yang maju yaitu Arinal Djunaidi-Chusnunia Chalim,  Herman HN-Sutono, Mustafa-Jajuli dan gubernur petahana Muhammad Ridho Ficardo-Bachtiar Basri.

"Lampung harus bersih narkoba, bila perlu setiap calon menandatangin fakta integritas dan jika ingin benar-benar bersih harus melakukan seluruh test narkoba yang kerap dilakukan BNN misalkan rambut serta darah," kata Suryani M. Nur.

Jika masyarakat kurang yakin dengan test yang dilakukan oleh KPU Lampung, tentunya itu kembali lagi ke hati nurani dan cari pemimpin yang jauh dari isu narkoba.

Kepada Bergelora.com dilaporkan, sejauh ini MUI telah membentuk Gerakan Nasional Anti Narkoba MUI yang diisinya adalah kaum muda dan diharapkan dapat memberikan sosialisasi betapa bahaynya narkoba.

Untuk itu, peran serta pemerintah amatlah penting guna menyebarluaskan betapa bahyanya narkoba.

"Pemerintah harus konsen, memilih kepala daerah pun harus benar-benar yakin dan diimbau kepada masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya," kata dia. (Salimah)

Add comment

Security code
Refresh