Hukum
Ruang Kantor Mustopa, Bupati Lampung Tengah, Mustofa disegel KPK. Mustofa saat ini sedang mencalonkan diri menjadi gubernur Lampung dalam Pilkada Lampung 2018. (Ist)

BANDAR LAMPUNG- Walaupun Mustofa, Bupati Lampung Tengah berhasil lolos dari Operasi Tangkap Tangan (OTT), namun ruang kantor bupati kini sudah disegel Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Selain ruang kantor bupati, ruang kantor Sekretaris Daerah juga ikut disegel KPK.

Ruang kantor bupati disegel dengan pita hitam merah mengikat gagang pintu yang tertutup ditempel stiker bertulis “DISEGEL KPK”. Penjaga kantor KPK menginfokan rombongan KPK mendatangi kantor Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah, Kamis (15/2) jam 03.00 pagi.

Sebelumnya diberitakan jurubicara KPK memastikan calon gubernur Lampung dengan nomor urut 4 ini belum tertangkap. Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, dari 14 orang telah berhasil ditangkap. Enam orang di antaranya diamankan di Lampung Tengah. Mereka terdiri dari tiga orang anggota DPRD Lampung Tengah, dua orang pejabat Pemkab Lampung Tengah dan seorang pihak swasta.

Sementara di Jakarta, KPK mengamankan delapan orang yang terdiri dari dua anggota DPRD Lampung Tengah dan enam orang dari pejabat Pemkab Lampung Tengah.

Mustofa, Bupati Lampung Timur yang lolos dari Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK. Mustofa sedang mencalonkan diri menjadi Gubernur Lampung, terlihat dalam upacara keamanan Pilkada Lampung di Lapangan Saburai, Kamis (15/2) pagi. (Ist)

"Delapan orang yang diamankan di Jakarta telah dibawa ke kantor KPK di Jakarta dan sedang dilakukan pemeriksaan secara intensif," kata jurubicara KPK Febri di Jakarta, Kamis (15/2) kepada media massa.

Kepada Bergelora.com dilaporkan, OTT di Lampung Tengah diduga berkaitan dengan suap dari eksekutif dalam hal ini pejabat di Pemkab Lampung Tengah kepada legislatif. Suap itu diduga agar DPRD Pemkab Lampung Tengah menyetujui soal usulan pinjaman. Pemkab Lampung Tengah mengajukan usulan pinjaman ke perusahaan perseroan di bawah Kementerian Keuangan. Untuk mengajukan pinjaman tersebut, Pemkab Lampung Tengah butuh persetujuan pihak DPRD. Dalam OTT, KPK menyita uang sekitar Rp 1 miliar dalam bentuk pecahan Rp 50.000 dan Rp 100.000 di dalam kardus.

"Ada sekitar Rp 1 miliar yang kita amankan. Indikasinya terkait dengan adanya kebutuhan persetujuan terhadap DPRD. Jadi pihak-pihak Pemkab butuh persetujuan pada DPRD, kemudian dilakukan sejumlah upaya untuk pemberian hadiah atau janji tersebut," ujar Febri.

Mustafa yang semalam ramai dikabarkan telah tertangkap dalam operasi OTT KPK telah terverifikasi di website resmi KPK, www.kpk.go.id sebagai calon gubernur Lampung sejak 8 Januari 2018 yang akan berlaga di Pilkada serentak pada Juni 2018. Dalam laporannya ke KPK, Mustafa memiliki total harta kekayaan mencapai Rp 10,2 miliar.

Mustafa mencalonkan diri sebagai calon gubernur Lampung bersama rekannya, Ahmad Jajuli. Pasangan cagub dan cawagub nomor urut 4 ini diusung oleh Partai Nasdem, Hanura, dan PKS. (*)

 

Add comment

Security code
Refresh