Hukum
Bupati Lampung Tengah, Mustofa, setelah ditahan KPK di Jakarta dikenakan rompi orange, Kamis (14/2) (Ist)

BANDAR LAMPUNG- Setelah penangkapan Mustofa, Bupati Lampung Tengah yang sedang mencalonkan diri menjadi Gubernur Provinsi Lampung 2018, masyarakat justru bertanya-tanya, siapa lagi yang akan menjadi sasaran KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi).

“Sepertinya KPK akan membantu menyelamatkan rakyat Lampung dari para koruptor yang selama ini berkuasa di Lampung. Siapa lagi ya?” ujar Aminah, warga Lampung Tengah, Jumat (16/2).

Menurutnya Lampung ini daerah yang subur dengan berbagai malam sumberdaya alam, makanya banyak pendatang yang mau tinggal dan mengembangkan daerah Lampung menjadi daerah yang maju.

“Dari jaman dulu,  orang jadi transmigran datang ke Lampung karena memberikan kehidupan yang menjanjikan,” katanya.

Sayangnya, menurutnya, sebagian besar rakyat Lampung justru hidup susah di daerah-daerah dan sebagian lagi tinggal di kota, kaya raya dari tanah dan sumberdaya alam Provinsi Lampung.

“Kalau gubernurnya bener, kan gak seperti sekarang ini. Rakyat pasti sejahterah sama-sama. Bukan seperti sekarang, mayoritas miskin, sementara segelintir orang sangat kaya,” katanya.

Ia berharap agar KPK tidak saja menyasar Mustofa yang mencalonkan diri jadi Gubernur Lampung, tapi juga menyelidiki pasangan calon yang lain.

“Ya supaya kita bener-bener mendapatkan pemimpin yang pasti bekerja melayani rakyat, membangun Lampung dengan jujur dan Istiqomah. Kita juga pengin punya daerah maju seperti daerah lain,” katanya.

Hal senada disampaikan Idris, warga Bandar Lampung yang mengatakan bahwa justru disaat pilkada seperti saat ini peran KPK sangat penting untuk melindungi rakyat dari calon pemimpin yang dzolim.

“Kan data-data sudah ada (di KPK-red). Laporan sudah banyak (di KPK-red). Tugas KPK yaa melakukan seperti itu, tangkap tangan. Supaya gak bisa lagi berkelit,” katanya.

Menurut Idris, selama ini masyarakat cuma bisa mengeluh dan wartawan media memberitakan di koran, tanpa ada kejelasan tentang pemimpin-pemimpin yang korup dan menyengsarakan rakyat.

“Orang kayak Mustofa ini banyak di Lampung. Tugas KPK membantu rakyat agar selamat dari orang-orang seperti mereka. Kalau kampanye janjinya yang bagus-bagus, setelah berkuasa korup dan menyengsarakan rakyat. Rakyat bisa apa kalau seperti mereka sudah berkuasa,” ujarnya.

Kepada Bergelora.com dilaporkan, sebelumnya, masing-masing calon gubernur Lampung telah mendapatkan nomor urutnya. Pasangan gubernur dan wakil gubernur yang mencalonkan kembali dirinya Muhammad Ridho Ficardo-Bachtiar Basri mendapat nomor urut 1. Sedangkan pasangan yang lain adalah Walikota Bandar Lampung Herman HN berpasangan dengan Sutono, Sekda Provinsi Lampung mendapat nomor urut 2. Pasangan Arinal Djunaidi-Chusnunia Chalim (Nunik), Bupati Lampung Timur mendapat nomor urut 3. Pasangan Mustafa, Bupati Lampung Tengah dan Jajuli, anggota DPD-RI dari Lampung mendapatkan nomor urut 4.

“Masyarakat sudah kenal semua siapa mereka dan bagaimana sepak terjangnya. Pasti tidak akan memilih yang bermasalah. KPK lah yang harus bertindak segera. Supaya calon-calon tersisir sendiri sebelum pencoblosan,” katanya.(Salimah)

 

Add comment

Security code
Refresh