Hukum
Presiden Jokowi didampingi Menko Kemaritiman, Luhut B. Panjaitan dan Sekretaris Kabinet, Pratikno menjawab wartawan di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/3) pagi. (Ist)

JAKARTA- Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyetujui pemindahan terpidana kasus terorisme Abu Bakar Baasyir dari Lembaga Pemasayarakatan (Lapas) Gunung Sindur, Bogor, Jawa Barat, ke sebuah rumah sakit (RS) di Jakarta.
“Ini kan sisi kemanusiaan, yang juga saya kira untuk semuanya. Kalau ada yang sakit tentu saja kepedulian kita untuk membawa ke rumah sakit untuk disembuhkan,” kata Presiden Jokowi kepada wartawan usai acara pelantikan Kepala BNN, di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/3) pagi.

Terhadap  kemungkinan memberikan grasi kepada pengasuh Pondok Pesantren Ngruki, Sukoharjo, Jawa Tengah itu, Presiden Jokowi mengatakan, sampai saat ini belum ada surat mengenai masalah tersebut.

“Sampai saat ini belum ada surat yang masuk kepada saya,” tugasnya.

Sebagaimana diketahui Abu Bakar Baasyir divonis penjara 15 tahun oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, pada tahun 2011 lalu, karena dinilai terbukti merencanakan atau menggerakkan pelatihan militer bersama Dulmatin alias Yahya Ibrahin alias Joko Pitono.

Kepada Bergelora.com dilaporkan, selain itu, hakim menilai Baasyir terbukti menghasut untuk melakukan perbuatan teror, yang diwujudkan para peserta pelatihan dengan melakukan penyerangan dengan senjata api kepada polisi dan fasilitas umum. (Enrico N. Abdielli)

 

Karena Kemanusiaan, Presiden Jokowi Setujui Abu Bakar Ba’asyir Pindah Ke Rumah Sakit

Presiden Jokowi didampingi Menko Kemaritiman dan Seskab menjawab wartawan di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/3) pagi. (Ist)

JAKARTA- Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyetujui pemindahan terpidana kasus terorisme Abu Bakar Baasyir dari Lembaga Pemasayarakatan (Lapas) Gunung Sindur, Bogor, Jawa Barat, ke sebuah rumah sakit (RS) di Jakarta.

“Ini kan sisi kemanusiaan, yang juga saya kira untuk semuanya. Kalau ada yang sakit tentu saja kepedulian kita untuk membawa ke rumah sakit untuk disembuhkan,” kata Presiden Jokowi kepada wartawan usai acara pelantikan Kepala BNN, di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/3) pagi.

Terhadap  kemungkinan memberikan grasi kepada pengasuh Pondok Pesantren Ngruki, Sukoharjo, Jawa Tengah itu, Presiden Jokowi mengatakan, sampai saat ini belum ada surat mengenai masalah tersebut.

“Sampai saat ini belum ada surat yang masuk kepada saya,” tugasnya.

Sebagaimana diketahui Abu Bakar Baasyir divonis penjara 15 tahun oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, pada tahun 2011 lalu, karena dinilai terbukti merencanakan atau menggerakkan pelatihan militer bersama Dulmatin alias Yahya Ibrahin alias Joko Pitono.

Kepada Bergelora.com dilaporkan, selain itu, hakim menilai Baasyir terbukti menghasut untuk melakukan perbuatan teror, yang diwujudkan para peserta pelatihan dengan melakukan penyerangan dengan senjata api kepada polisi dan fasilitas umum. (Enrico B. Abdielli)

 

Add comment

Security code
Refresh